Tim Brimob Sumut Sisir Longsor Sibolga, 2 Jenazah Ditemukan

Diposting pada

Misi SAR Brimob di Tengah Hujan Lebat dan Medan Berbahaya: Menemukan Dua Korban Longsor di Tapteng

Tapanuli Tengah – Di bawah guyuran hujan deras yang tak kunjung reda dan kondisi tanah yang masih sangat labil, personel SAR dari Batalyon A Pelopor Brimob bahu-membahu dengan Tim SAR Gabungan menyusuri puing-puing timbunan longsor yang menimpa wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Operasi pencarian yang telah berlangsung ini membuahkan hasil pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan ditemukannya dua jenazah warga setempat.

Dua Satuan Setingkat Regu (SSR) dari Batalyon A Pelopor Brimob dikerahkan ke dua lokasi berbeda yang terdampak longsor. Tim pertama, di bawah komando Bripka Ahmad Anwar Matondang, ditugaskan untuk melakukan evakuasi di sepanjang Jalan Zainul Basri Hutagalung, Desa Matauli, Kecamatan Pandan. Sementara itu, tim lainnya yang dipimpin oleh Brigpol Roy Frans Purba, fokus menyisir area longsor yang lebih luas di Desa Haloban Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Medan yang dihadapi oleh para personel SAR ini sungguh berat. Kondisi tanah yang basah kuyup akibat hujan lebat meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan, menambah tingkat bahaya dalam setiap pergerakan. Namun, situasi ini tidak menyurutkan semangat para petugas. Seluruh rangkaian operasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan, dikoordinasikan secara langsung oleh Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Mukhtar I. Kadoli. Beliau memastikan bahwa sinergi antar tim berjalan dengan cepat, terorganisir, dan yang terpenting, aman bagi seluruh personel yang terlibat.

Di lokasi longsor Desa Haloban Bair, upaya pencarian yang dilakukan oleh tim Brimob bersama unsur SAR Gabungan lainnya membuahkan hasil yang signifikan. Sekitar pukul 14.05 WIB, korban pertama berhasil ditemukan. Korban diketahui bernama EH, berusia 64 tahun, dan merupakan salah satu warga setempat yang tertimbun longsor.

Tidak berselang lama, selang waktu sekitar 50 menit, tim SAR kembali menemukan korban kedua. Pada pukul 14.55 WIB, jenazah ZH, yang berusia 61 tahun, juga berhasil diangkat dari bawah timbunan tanah. Sama seperti korban pertama, ZH juga merupakan warga yang berdomisili di area tersebut.

Proses evakuasi kedua jenazah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan. Setelah berhasil diangkat, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan adat yang berlaku.

Bagi keluarga korban, kehilangan orang terkasih akibat bencana longsor ini tentu menyisakan duka yang mendalam. Tangis dan kesedihan tak terhindarkan mewarnai suasana di lokasi kejadian. Namun, di tengah kepedihan yang melanda, keluarga korban tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Brimob dan Tim SAR Gabungan. Mereka mengakui ketekunan dan kerja keras tanpa henti yang ditunjukkan oleh para petugas. Para pahlawan lapangan ini rela bergelut dengan lumpur tebal dan berpacu dengan waktu demi menemukan dan mengevakuasi korban.

Kejadian longsor ini sekali lagi menegaskan peran vital para petugas di garis depan saat bencana melanda. Di saat-saat paling genting, di mana kepanikan dan ketidakpastian melingkupi, para personel SAR menjadi garda terdepan yang memberikan harapan. Mereka adalah tangan-tangan yang sigap membantu, memastikan bahwa tidak ada satu pun korban yang dibiarkan sendirian dalam penderitaan. Dedikasi mereka dalam menghadapi kondisi yang ekstrem, seperti hujan deras dan medan yang berbahaya, patut menjadi apresiasi dan pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam menghadapi bencana alam.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan