• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Abu Sibreh: Ulama Aceh dari Keluarga Biasa

Hidayat by Hidayat
24 Februari 2026 - 09:06
in Nasional
0

Dari Kesederhanaan Lamno Menuju Puncak Keulamaan: Kisah Inspiratif Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh)

Perjalanan hidup seorang ulama seringkali diasosiasikan dengan garis keturunan dari keluarga terpandang atau latar belakang pesantren yang kuat. Namun, kisah Tgk H Faisal Ali, yang akrab disapa Abu Sibreh, membuktikan bahwa jalan keulamaan dapat dirintis bahkan dari lingkungan keluarga yang sederhana, jauh dari bayang-bayang nama besar. Lahir pada 7 Januari 1968 di Desa Janguet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya (Lamno), Abu Sibreh menapaki takdirnya menjadi seorang ulama rujukan di Aceh, memimpin Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah.

“Dari urutan dua ke atas yang sekarang ini, yaitu ayah dan kakek kami dalam keluarga itu tidak ada yang memang mendalami tentang ilmu agama secara khusus. Jadi kami (saya) yang mendalami itu sendiri,” ungkap Abu Sibreh saat ditemui di pesantren yang diasuhnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pilihan dan ketekunanlah yang menjadi pondasi utama dalam menempuh jalan keilmuan agama, bukan sekadar warisan leluhur.

Benih Keinginan Belajar Agama Tumbuh Sejak Dini

Meskipun tidak berasal dari keluarga teungku atau lingkungan pesantren yang kental, benih kecintaan Abu Sibreh terhadap dunia dayah mulai tumbuh sejak usia belia. Rumahnya yang berdekatan dengan Pesantren Budi Lamno menjadi saksi bisu interaksinya dengan kehidupan para santri. Seringkali ia bermain di sekitar lingkungan pesantren, mengamati aktivitas dan suasana belajar para santri. Kedekatan ini perlahan memupuk tekad dalam dirinya untuk mendalami ilmu agama.

Keputusan besar diambilnya pada tahun 1985. Setelah sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) selama kurang lebih enam bulan, Abu Sibreh memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah umum. Ia memilih jalan yang berbeda, yakni menuntut ilmu agama secara mendalam. Langkah ini membawanya ke Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesjid Raya Samalanga, Bireuen.

Baca Juga  Spesifikasi Bus ALS yang Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas

Di Samalanga, Abu Sibreh tidak hanya belajar, tetapi juga berkembang pesat. Ia menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga akhirnya dipercaya untuk turut mengajar di sana. Total pengabdiannya di pesantren ternama ini mencapai hampir 15 tahun. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya ilmu agamanya, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinannya.

Aktif Berorganisasi, Membentuk Jiwa Kepemimpinan

Selama masa studinya dan pengabdiannya di Samalanga, Abu Sibreh aktif terlibat dalam berbagai organisasi santri. Keterlibatannya dalam organisasi ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan berorganisasi. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Ketua Ikatan Santri Kecamatan Lamno Jaya (1991–1993)
  • Ketua Ikatan Santri MUDI Mesra Aceh Barat Selatan (1992–1998)
  • Ketua Koperasi Al-Barkah Samalanga (1994–1998)
  • Sekretaris Umum Pesantren MUDI Mesra Samalanga
  • Wakil Sekretaris Rabithah Alumni MUDI Mesra
  • Ketua Nadhiriyah Rabithah Thaliban (1999–2000)
  • Sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) periode 2007–2014

Pengalaman panjang dalam berbagai organisasi ini memberikan fondasi kuat bagi Abu Sibreh dalam mengelola dan memimpin lembaga pendidikan di masa depan.

Awal Pendirian Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah

Tahun 1999 menandai babak baru dalam perjalanan Abu Sibreh, yaitu dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah yang kini ia pimpin. Berawal dari sebuah wakaf tanah dari keluarganya, pesantren ini mulai menancapkan akarnya. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2000, proses belajar-mengajar resmi dimulai dengan hanya tujuh orang santri.

“Jadi fasilitas yang pertama yang ada itu hanya satu balai (tempat mengaji). Di situ tempat belajar, di situ tempat sholat, di situ juga tempat tidur, juga sekaligus tempat masak,” kenang Abu Sibreh dengan senyum. Kondisi awal yang serba terbatas ini tidak menyurutkan semangatnya. Ia hidup bersama para santri selama lebih dari tiga tahun dalam kesederhanaan, bahkan memprioritaskan pendirian dan penguatan pesantren sebelum berkeluarga.

Baca Juga  KRL Tabrak KA Argo Bromo Anggrek, 7 Tewas dan 81 Luka di Bekasi

Dari satu balai sederhana, Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al-Aziziyah terus berkembang pesat. Kini, pesantren ini telah bertransformasi menjadi sebuah yayasan pendidikan komprehensif yang menaungi lima lembaga pendidikan formal dan non-formal, serta unit pemberdayaan ekonomi. Kelima lembaga tersebut adalah:

  • Dayah Salafiyah
  • SMP Islam Terpadu
  • SMK Mahyal Ulum
  • Sekolah Tinggi Ilmu Syariah
  • Unit pemberdayaan ekonomi yang mencakup perkebunan dan peternakan.

“Jadi ada sekitar lima lembaga sekarang ini di bawah Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah,” jelasnya bangga.

Mengabdi Tanpa Pamrih, Jauhi Ambisi Politik

Peran Abu Sibreh tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan. Ia juga aktif dalam dinamika sosial masyarakat Aceh, termasuk keterlibatannya dalam momentum Referendum Aceh pada tahun 1999 serta pembentukan Rabithah Thaliban dan SIRA. Namun, bagi Abu Sibreh, keterlibatan ini murni didasari oleh tanggung jawab moral seorang ulama, bukan karena ambisi politik.

Meskipun kerap mendapat tawaran untuk terjun ke dunia politik praktis, Abu Sibreh secara tegas memilih untuk tetap berada di jalur pengabdian. “Dalam bahasa Aceh itu ada kata-kata ‘ngui ban laku tuboh, pajoh ban laku atra’. Kita harus tahu diri dalam konteks tertentu,” tegasnya, mengibaratkan perlunya kesadaran diri dalam setiap tindakan. Ia menolak menjadikan perbedaan politik sebagai pemecah belah dalam berdakwah, dan senantiasa memegang teguh prinsip persatuan serta kemaslahatan umat sebagai landasan utama.

Seiring berjalannya waktu, dedikasi dan integritas Abu Sibreh membuatnya dipercaya untuk mengemban berbagai amanah penting. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pembina Forum Komunikasi Ulama Aceh Besar, hingga memegang posisi penting sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Nahdlatul Ulama Aceh.

Baca Juga  Hadapi El Nino, Menteri Pertanian: Stok Beras Aman

Pesan untuk Generasi Muda: Ilmu Adalah Kunci Utama

Dalam hal regenerasi kepemimpinan di pesantren, Abu Sibreh memiliki pandangan yang bijak. Ia tidak memaksakan anak-anaknya untuk secara otomatis meneruskan estafet kepemimpinan pesantren. Sebaliknya, ia memberikan kebebasan kepada mereka untuk menentukan jalan hidup masing-masing, namun tetap berharap agar ada generasi penerus yang mau menjaga dan mengembangkan lembaga pendidikan yang telah dirintisnya.

“Prinsipnya, lembaga pendidikan ini harus tetap jalan walaupun kita ini sudah tidak ada lagi di bumi ini,” ujarnya dengan penuh harapan.

Kepada generasi muda, Abu Sibreh selalu menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai prioritas utama. “Ilmu dulu, uang itu akan mengikuti,” pesannya. Nasihat ini mencerminkan keyakinannya bahwa dengan bekal ilmu yang kuat, kesuksesan dan kemakmuran akan datang dengan sendirinya.

Kisah perjalanan Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh) dari keluarga sederhana di Lamno hingga menjadi ulama rujukan di Aceh merupakan bukti nyata bahwa dedikasi, kesungguhan, dan keteguhan pada prinsip adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan. Melalui kesabaran dan komitmennya pada ilmu, ia telah mengabdikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan, persatuan umat, dan kemaslahatan masyarakat luas.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun
Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Himbara sebagai Motor Ekonomi Nasional dengan Kapitalisasi Rp1.100 Triliun

18 Juni 2026 - 23:02
Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional
Nasional

Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

18 Juni 2026 - 23:02
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers  di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Nasional

Presiden Prabowo Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Pihak atas Suksesnya Haji 2026

18 Juni 2026 - 09:02
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan keterangan pers  di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Nasional

DPR Apresiasi Perbaikan Layanan Haji di Era Presiden Prabowo, Antrean Berhasil Ditekan hingga 26 Tahun

18 Juni 2026 - 09:02
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah beserta pimpinan DPR RI dan sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI di kediaman pribadinya, di Hambalang pada Rabu, 17 Juni 2026.
Nasional

Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Dorong Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jamaah

18 Juni 2026 - 09:02
Presiden Prabowo enggelar jamuan santap siang kenegaraan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Elke Büdenbender di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
Nasional

Jamuan Kenegaraan Indonesia – Jerman, Presiden Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis Hadapi Tantangan Global

17 Juni 2026 - 09:02
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Analisis Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak dan Prediksi Menteri Keuangan untuk Makassar

Analisis Nota Keuangan Kuartal II 2026: Dampak dan Prediksi Menteri Keuangan untuk Makassar

19 Juni 2026 - 09:52
Rekap Seru BFA Jakarta 2026 Hari 3: Penuh Keceriaan & Inspirasi!

Rekap Seru BFA Jakarta 2026 Hari 3: Penuh Keceriaan & Inspirasi!

19 Juni 2026 - 09:43
Teddy Ungkap Keberhasilan Prabowo Tak Respons Presiden Asing

Teddy Ungkap Keberhasilan Prabowo Tak Respons Presiden Asing

19 Juni 2026 - 09:17
GPT-6 oleh OpenAI: Revolusi Penalaran Manusia dan Dampaknya di Makassar

GPT-6 oleh OpenAI: Revolusi Penalaran Manusia dan Dampaknya di Makassar

19 Juni 2026 - 09:10
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In