Advokat Senior Wirawan Adnan Wafat, Tim Pembela Dokter Tifa Berduka

Diposting pada

Kabar duka datang dari Tim Pembela Dokter Tifa (TPDT) setelah advokat senior Wirawan Adnan, SH, MH, meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2026) pukul 06.15 WIB. Wirawan, yang akrab disapa Pak Iwang, wafat di rumahnya di Kaveling Agraria No. 51, Duren Sawit, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kepergian Wirawan meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, dan para anggota TPDT yang selama ini mendampingi perkara hukum Dokter Tifa. Sosoknya dikenal sebagai salah satu figur penting di balik kerja tim pembela, sekaligus rekan yang kerap menjadi rujukan dalam bertukar pengalaman dan pandangan hukum.

Karina Mastha, salah satu anggota TPDT, menyebut Wirawan sebagai advokat yang memiliki integritas dan dedikasi kuat terhadap profesinya. Ia juga menilai almarhum dikenal rendah hati serta punya pengalaman panjang dalam dunia advokat. Bagi Karina, Wirawan bukan hanya teman seperjuangan, tetapi juga panutan bagi rekan-rekan yang bekerja bersamanya.

Menurut Karina, almarhum banyak memberi waktu, tenaga, dan pikiran untuk perjuangan yang sedang dijalankan tim. Ia menilai semangat Wirawan dalam membela apa yang diyakini benar menjadi salah satu hal yang paling membekas. Karina pun berharap seluruh amal ibadah dan pengabdian Wirawan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Kabar wafatnya Wirawan juga mengejutkan Dokter Tifa yang saat itu berada di Rumah Sakit Harapan Kita karena ada anggota keluarga yang kritis. Melalui percakapan di grup WhatsApp, ia menyampaikan bahwa dirinya akan berusaha datang secepat mungkin setelah menerima kabar duka tersebut.

Di rumah duka, sejumlah kerabat dan rekan sejawat datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka antara lain Dokter Tifa, Karina Mastha, Muhammad Lutie Hakim, Aziz Yanuar, dan Dokter Taufiq Pasiak. Ketua RT 002 RW 16 Kelurahan Duren Sawit, Ir. Miftah Ruyani, mengatakan kabar meninggalnya Wirawan cukup mengejutkan warga karena pada pagi hari almarhum masih sempat menjalankan aktivitas seperti biasa dan melaksanakan salat subuh di masjid.

Jenazah Wirawan direncanakan disalatkan di Masjid Solihin setelah salat Ashar, lalu diberangkatkan ke Pemakaman Al Azhar, Karawang, Jawa Barat. Keluarga juga menyiapkan bus bagi kerabat dan sahabat yang ingin ikut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti meninggalnya Wirawan belum diketahui. Dokter Taufiq Pasiak menyebut kemungkinan stroke hemorrhagic bila bukan serangan jantung.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan