No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Akia Wenda: Bubarkan MRP Jika Otsus Jilid II Gagal dan Tak Berpihak Papua

Rizki by Rizki
17 Maret 2026 - 00:50
in politik
0

Desakan Reformasi Total: Pemuda Gereja Papua Tuntut Evaluasi Kinerja Majelis Rakyat Papua

Jayapura – Kinerja Majelis Rakyat Papua (MRP) menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Akia Wenda, seorang pemuda gereja di Papua. Akia secara tegas menyatakan bahwa MRP telah gagal dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid II. Menurutnya, lembaga kultural ini terkesan pasif dan tidak lagi mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi hak-hak dasar masyarakat asli Papua, serta merespons berbagai isu krusial yang dihadapi masyarakat.

Kekecewaan Akia bermula dari pengamatannya terhadap implementasi Otsus Jilid II yang seharusnya menjadi solusi fundamental bagi berbagai permasalahan masyarakat Papua. Namun, kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa rakyat masih bergulat dengan berbagai persoalan, sementara lembaga yang diberi mandat justru dinilai tidak menjalankan fungsinya secara optimal. “Otsus seharusnya menjadi jalan keluar bagi berbagai persoalan masyarakat Papua. Tetapi kenyataannya hari ini rakyat masih menghadapi banyak masalah, sementara lembaga yang diberi mandat justru tidak menjalankan fungsinya,” ujar Akia kepada media pada Minggu, 15 Maret 2026.

MRP Dianggap Gagal Menjadi Representasi Suara Rakyat

Akia Wenda menyoroti bahwa MRP, yang seharusnya menjadi representasi suara rakyat asli Papua dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan dan konflik, kini terkesan kehilangan arah. Lembaga ini dinilai cenderung bersikap pasif dan bahkan mengabaikan hak-hak dasar konstituennya demi kepentingan birokrasi semata. Hal ini terlihat jelas dalam respons MRP terhadap isu-isu kemanusiaan dan proyek-proyek strategis nasional yang berdampak langsung pada warga Papua.

Salah satu poin krusial yang diangkat Akia adalah minimnya peran MRP dalam merespons dampak operasi militer yang sering terjadi di wilayah Papua. Selain itu, pembangunan proyek strategis nasional di wilayah selatan Papua juga dinilai berjalan tanpa pertimbangan mendalam dari lembaga tersebut. Kebijakan pemekaran daerah yang masif, yang seharusnya membawa dampak positif, justru berjalan tanpa kajian kultural yang memadai dari MRP.

Baca Juga  Serangan Brutal ke Aktivis HAM: Penrad Siagian Desak Presiden & Kapolri

Padahal, Akia menegaskan, MRP seharusnya hadir sebagai benteng pertahanan ketika masyarakat menghadapi masalah kemanusiaan yang serius atau kehilangan ruang hidup akibat ekspansi pembangunan. “Padahal, kata Akia, MRP seharusnya hadir sebagai pelindung saat masyarakat menghadapi masalah kemanusiaan atau kehilangan ruang hidup akibat ekspansi pembangunan. Tapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat sering kali berjuang sendiri tanpa pendampingan dari MRP yang merupakan lembaga yang memegang mandat legal,” bebernya.

Desakan Pembubaran Jika Evaluasi Tidak Dilakukan

Menyikapi kondisi ini, Akia Wenda secara tegas mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja MRP. Bahkan, jika evaluasi tersebut tidak segera dilakukan oleh pemerintah, desakan untuk membubarkan lembaga kultural ini akan semakin menguat. Akia berpendapat bahwa implementasi Otsus Jilid II yang diproyeksikan hingga tahun 2041 seharusnya menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di kampung-kampung. Namun, tanpa kinerja maksimal dari lembaga penyalur, kebijakan ini belum memberikan dampak signifikan.

Akia menyuarakan kekhawatiran bahwa penderitaan baru bagi rakyat Papua berpotensi muncul jika Otsus dijalankan tanpa tanggung jawab moral dan pengawasan yang ketat. “Rakyat membutuhkan lembaga yang berani berdiri di garda terdepan untuk membela kepentingan masyarakat, bukan sekadar simbol formalitas kelembagaan,” tegas Akia.

Ia menambahkan, “MRP seharusnya menjadi suara rakyat Papua. Tetapi yang terlihat sekarang, lembaga itu seperti sedang tidur dan hanya memikirkan kepentingan sendiri. Saya setuju jika MRP dibubarkan apabila tidak lagi memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua.”

Seruan untuk Audit Kinerja dan Aksi Nyata

Kritik yang dilayangkan Akia Wenda ini sejalan dengan seruan para aktivis Papua yang menginginkan reformasi total terhadap birokrasi otonomi khusus. Akia berharap pemerintah pusat dapat segera melakukan audit kinerja terhadap MRP. Audit ini penting untuk mengevaluasi efektivitas anggaran dan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh lembaga tersebut. “Evaluasi ini sangat penting supaya dana dan kewenangan besar dalam kerangka Otsus benar-benar terserap untuk proteksi orang asli Papua (OAP),” pintanya.

Baca Juga  Pemerintah Antisipasi Skenario Terburuk

Ia menekankan bahwa kerpihakan yang nyata dari pemerintah dan lembaga adat adalah satu-satunya cara untuk meredam ketidakpuasan publik yang terus meningkat di Papua. Akia kembali menegaskan, Papua tidak membutuhkan lembaga yang hanya berperan sebagai penonton di tengah konflik dan ketidakadilan sosial yang terjadi.

Masa depan Papua, menurut Akia, sangat bergantung pada keberanian para pemimpin lembaga dalam menyuarakan kebenaran demi tegaknya hak asasi manusia. Jika MRP terus mempertahankan sikap diamnya, maka keberadaan lembaga ini dianggap hanya menjadi beban keuangan negara tanpa memberikan manfaat konkret bagi rakyat. “Kami (masyarakat) menuntut aksi nyata yang menyentuh persoalan mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan kedaulatan atas tanah adat,” pungkas Akia.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok
politik

Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok

18 Mei 2026 - 23:41
Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya
politik

Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya

18 Mei 2026 - 23:23
Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka
politik

Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka

18 Mei 2026 - 23:05
Prabowo Undang Muhaimin ke Istana
politik

Prabowo Undang Muhaimin ke Istana

18 Mei 2026 - 22:29
Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya
politik

Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya

18 Mei 2026 - 19:29
Hakim Setujui Tahanan Rumah Nadiem Makarim di Kebayoran Baru, Tak Boleh Keluar 24 Jam
politik

Hakim Setujui Tahanan Rumah Nadiem Makarim di Kebayoran Baru, Tak Boleh Keluar 24 Jam

18 Mei 2026 - 17:41
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Link Baru: Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Viral & Ganti Kostum

Link Baru: Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Viral & Ganti Kostum

2 April 2026 - 23:31
MSCI hentikan saham Indonesia, OJK ungkap ancaman emiten RI terlempar dari indeks global

MSCI hentikan saham Indonesia, OJK ungkap ancaman emiten RI terlempar dari indeks global

18 Mei 2026 - 23:59
Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok

Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok

18 Mei 2026 - 23:41
Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya

Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya

18 Mei 2026 - 23:23
Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka

Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka

18 Mei 2026 - 23:05
Penyakit Mobil yang Muncul Akibat Jarang Digunakan

Penyakit Mobil yang Muncul Akibat Jarang Digunakan

18 Mei 2026 - 22:47

Pilihan Redaksi

MSCI hentikan saham Indonesia, OJK ungkap ancaman emiten RI terlempar dari indeks global

MSCI hentikan saham Indonesia, OJK ungkap ancaman emiten RI terlempar dari indeks global

18 Mei 2026 - 23:59
Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok

Wali Kota AS Mundur Setelah Akui Jadi Agen Tiongkok

18 Mei 2026 - 23:41
Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya

Hanya Perasaan, Ucapan MC Cerdas Cermat MPR Tanggapi Protes Peserta, Ini Identitasnya

18 Mei 2026 - 23:23
Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka

Nadiem Makarim Sediakan Rp100 Juta Bulanan untuk Mereka

18 Mei 2026 - 23:05
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.