Lonjakan harga emas dan perak yang memecahkan rekor di awal tahun ini telah membuat para pelaku pasar dan analis terkejut. Harga emas mencetak rekor tertinggi baru, melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada tahun 1979. Pada awal Januari, harga emas telah melonjak sebesar 24%, menembus angka US$5.500 per troy ounce. Sementara itu, perak mengalami kenaikan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 60%, hingga melampaui US$120 per ons.
Para investor bergegas membeli aset-aset yang dianggap aman (safe haven) di tengah kekhawatiran mengenai penurunan nilai mata uang, independensi bank sentral, perang dagang, dan ketegangan geopolitik global.
Pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (30/1/2026), harga emas di pasar spot menunjukkan tren kenaikan, meskipun belum mencapai level tertinggi. Pada pukul 07.03 WIB, harga emas berada di level US$5.439,31, naik 1,19% secara harian.
Perak juga mengalami reli harga yang serupa. Logam putih ini berada di level US$118,08 per troy ounce, menguat 2,06% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas dan Perak
Beberapa faktor dianggap menjadi pendorong utama kenaikan harga kedua logam mulia ini, di antaranya:
Peningkatan Permintaan Spekulatif dari Investor China: Premi harga emas dan perak di pasar domestik China yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga global turut mendorong kenaikan harga internasional. Bahkan, beberapa penghimpun dana perak murni di China sempat menghentikan perdagangan dan menolak investor baru, dengan alasan bahwa premi di atas kontrak Bursa Berjangka Shanghai tidak berkelanjutan.
Perilaku Investor Ritel China: Investor ritel China cenderung mengikuti tren pasar. Permintaan dari investor ritel diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka pendek, dan harga perak diproyeksikan dapat mencapai US$150 per ons dalam tiga bulan ke depan.
Dinamika ETF Emas dan Perak
Pergerakan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) menunjukkan perbedaan arah antara emas dan perak. Harga emas didorong oleh arus masuk ETF berbasis emas, sementara perak justru mengalami arus keluar. Hampir 30 juta ons perak, senilai lebih dari US$3 miliar, keluar dari ETF sejak awal Januari. Kondisi ini membantu meredakan ketatnya pasokan di pusat perdagangan spot London.
Meskipun demikian, aktivitas perdagangan ETF perak tetap tinggi. iShares Silver Trust, ETF perak terbesar, mencatat nilai transaksi hampir US$40 miliar dalam satu hari, mendekati volume perdagangan produk indeks saham utama dan melampaui transaksi sejumlah saham teknologi besar.
Antusiasme Spekulatif di Pasar Opsi
Antusiasme spekulatif juga terlihat di pasar opsi. Volume opsi beli (call option) pada ETF emas dan perak mencapai rekor tertinggi, menandakan meningkatnya taruhan terhadap kelanjutan reli harga. Aktivitas lindung nilai oleh pedagang opsi melalui pembelian kontrak berjangka turut memperkuat momentum kenaikan harga secara mekanis.
Perbedaan Preferensi Dana Lindung Nilai (Hedge Fund)
Dana lindung nilai menunjukkan preferensi yang berbeda. Data posisi berjangka di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa hedge fund meningkatkan taruhan bullish pada emas ke level tertinggi dalam 4 bulan ke depan, sementara posisi spekulatif pada perak justru turun ke level terendah dalam hampir 2 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa reli perak lebih banyak didorong oleh investor ritel serta permintaan dari Asia.
Sinyal Peringatan dari Indikator Teknis
Sejumlah indikator teknis mulai memberikan sinyal peringatan. Indeks kekuatan relatif (RSI) emas dan perak berada di wilayah jenuh beli (overbought). Pada hari Kamis, harga emas sempat merosot hingga 5,7%, penurunan terbesar sejak Oktober, sedangkan perak anjlok hingga 8,4 persen. Analis memperingatkan bahwa jika koreksi meluas, dampaknya berpotensi lebih besar pada perak yang pasarnya relatif lebih kecil dan dikenal sangat volatil.
Kontras dengan Pasar Kripto
Reli di pasar logam mulia berkebalikan dengan pasar kripto. Tekanan jual menjalar ke aset-aset kripto utama. Bitcoin turun di bawah US$85.000 untuk pertama kalinya dalam 2 bulan, merosot hingga 6,8% ke level US$83.240.
Dalam perdagangan pagi ini, Bitcoin berada di level US$84.505,7, menunjukkan sedikit pemulihan dengan tren menguat 0,15%.
Aset kripto lainnya seperti Ether, Dogecoin, Cardano, dan Solana masing-masing melemah lebih dari 7%. Data menunjukkan bahwa lebih dari US$1 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Penurunan harga kripto ini menegaskan kembali karakter kripto sebagai aset berisiko yang sensitif terhadap perubahan likuiditas global. Investor kini mencermati level US$80.000 sebagai area penopang utama bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.


















