Penyanyi Andien Aisyah menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan turun langsung ke Sumatera untuk memberikan bantuan kepada para korban banjir dan tanah longsor. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari rasa kemanusiaan Andien terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Perjalanan Andien dimulai dengan mengunjungi Aceh Tamiang. Di sana, ia menyalurkan bantuan yang berhasil dikumpulkan melalui platform Kitabisa.com. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang terdampak bencana alam tersebut. Setelah memberikan semangat dan bantuan di Aceh Tamiang, Andien tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan perjalanannya menuju Desa Sekumur, sebuah daerah terpencil di Aceh Tamiang yang mengalami kelumpuhan akibat bencana.
Perjalanan Menuju Desa Sekumur yang Terisolir
Perjalanan menuju Desa Sekumur bukanlah hal yang mudah. Andien dan rombongannya harus menempuh perjalanan darat selama hampir 7 jam dari Kota Medan. Akses menuju desa tersebut sangat terbatas, dengan sungai menjadi satu-satunya jalur yang dapat dilalui.
“Mendengar kabar tentang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang masih lumpuh total pascabencana, kami memutuskan menempuh perjalanan hampir 7 jam dari Kota Medan,” ungkap Andien.
Kondisi Desa Sekumur yang terisolir membuat Andien tergerak untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah listrik, yang telah padam selama dua minggu terakhir.
Bantuan Genset dan Harapan Baru bagi Warga
Andien membawa bantuan yang sangat penting, yaitu genset. Alat ini diharapkan dapat menghidupkan kembali listrik di Desa Sekumur, sehingga aktivitas sehari-hari warga dapat kembali berjalan normal.
“Selama dua minggu terakhir, desa ini hidup tanpa listrik. Aktivitas sehari-hari terhenti. Malam terasa jauh lebih panjang,” kata Andien.
Selain genset, Andien juga menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok dan alas tidur. Bantuan ini merupakan hasil donasi dari berbagai pihak yang peduli terhadap nasib para korban bencana.
- Bahan Makanan Pokok: Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
- Makanan Siap Santap: Makanan siap santap membantu warga yang kesulitan memasak karena keterbatasan fasilitas dan kondisi yang belum stabil.
- Alas Tidur: Alas tidur yang layak memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
- Starlink: Andien juga membawa Starlink agar warga bisa kembali terhubung dengan dunia luar dan mendapatkan informasi penting.
Andien mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat membantu warga Desa Sekumur. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan semangat baru bagi para korban untuk bangkit kembali.
“Selain membawa genset dan Starlink, kami juga menyalurkan titipan dari teman-teman semua: bahan makanan pokok, makanan siap santap, dan alas tidur,” jelas Andien.
Kebahagiaan Warga Saat Listrik Kembali Menyala
Dalam video yang dibagikan, Andien memperlihatkan wajah-wajah bahagia warga Desa Sekumur saat genset berhasil dinyalakan. Setelah 13 hari hidup dalam kegelapan, akhirnya mereka dapat menikmati kembali penerangan. Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, dan hal ini membuat Andien merasa lega karena dapat memberikan kontribusi positif.
“Wajah-wajah mereka saat genset akhirnya menyala. Rasanya tak tergantikan,” ucap Andien dengan haru.
Andien berharap bahwa bantuan yang disalurkan dapat menjadi awal dari kebangkitan semangat para korban. Ia juga berharap agar lebih banyak pihak yang tergerak untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
“Semoga sedikit terang ini bisa menjadi awal dari banyak terang lainnya untuk warga Desa Sekumur,” harap Andien.
Dampak Banjir dan Longsor di Sumatera
Bencana banjir dan longsor di Sumatera telah menyebabkan dampak yang sangat besar. Berdasarkan data dari BNPB, jumlah korban terdampak mencapai 1.006 jiwa. Selain itu, ratusan orang masih dinyatakan hilang.
Jumlah korban yang menghilang bertambah menjadi 217 orang.
Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi para korban. Oleh karena itu, bantuan psikologis juga sangat dibutuhkan untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kembali membangun kehidupan.



















