Dishub Kota Sorong Berupaya Aktifkan Kembali Angkutan Umum Jalur C
Sorong – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sorong tengah gencar melakukan upaya untuk mengaktifkan kembali layanan angkutan umum pada Jalur C. Rute yang rencananya akan dihidupkan kembali ini menghubungkan Distrik Maladum Mes dengan Pasar Modern Rufei. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan transportasi masyarakat di kedua wilayah tersebut, yang selama ini dirasa belum terpenuhi secara optimal.
Kepala Dishub Kota Sorong, Paul Lazarus Yawan, memaparkan bahwa pihaknya telah menggelar serangkaian rapat koordinasi intensif guna membahas rencana pengoperasian kembali Jalur C. Dalam waktu dekat, Dishub berencana untuk mengundang para koordinator sopir angkutan kota (angkot) beserta perwakilan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk mendiskusikan secara mendalam aspek-aspek teknis yang diperlukan demi kelancaran operasional jalur ini.
Paul menjelaskan bahwa Jalur C sebenarnya bukan merupakan rute yang sepenuhnya baru. Jalur ini sempat beroperasi di masa lalu, namun pengoperasiannya terhenti akibat berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan faktor keamanan. Keluhan dari para sopir mengenai situasi keamanan di sepanjang rute tersebut menjadi salah satu alasan utama terhentinya layanan angkutan umum ini. “Jalur C ini sudah pernah berjalan, tetapi terkendala masalah keamanan sehingga tidak bisa beroperasi maksimal,” ungkap Paul.
Untuk mengatasi hambatan krusial tersebut, Dishub Kota Sorong tidak bekerja sendiri. Pihaknya telah menjalin koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan. Kolaborasi ini melibatkan Polsek Sorong Barat, Koramil Sorong Barat, serta jajaran pemerintah distrik dan kelurahan yang berada di wilayah operasional Jalur C.
Lebih lanjut, Paul Lazarus Yawan menekankan pentingnya dukungan aktif dari para kepala distrik dan lurah di area terkait. Dukungan ini diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat melalui berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan tokoh perempuan. Tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi kelancaran operasional angkutan umum. “Kami berharap jika keamanan terjamin, angkutan Jalur C bisa kembali aktif melayani masyarakat,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa keamanan adalah prasyarat utama.
Kehadiran kembali angkot pada rute Distrik Maladum Mes menuju Pasar Modern Rufei ini dipandang sebagai kebutuhan mendesak oleh masyarakat. Paul menegaskan bahwa kehadiran angkot di jalur ini sangat dinantikan, terutama oleh para pedagang dan ibu-ibu Papua yang setiap harinya beraktivitas dan mencari nafkah di Pasar Modern Rufei.
Mempermudah Akses Ekonomi Warga
Aktivitas ekonomi di Pasar Modern Rufei sangat bergantung pada kemudahan akses transportasi. Dengan diaktifkannya kembali Jalur C, diharapkan dapat mempermudah dan memperlancar mobilitas warga, khususnya para pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadikan pasar tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi mereka. Kemudahan akses ini tidak hanya menguntungkan para pedagang, tetapi juga konsumen yang ingin berbelanja di pasar tersebut.
Komitmen Dishub untuk Keamanan dan Kelancaran
Komitmen Dinas Perhubungan Kota Sorong untuk menghidupkan kembali Jalur C sangat kuat. Pihaknya berjanji akan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk Organda, para koordinator sopir, dan sopir itu sendiri. Fokus utama dalam setiap diskusi dan upaya yang dilakukan adalah penyelesaian masalah keamanan. “Komitmen kami adalah memastikan jalur ini berjalan kembali. Kami akan merangkul Organda, koordinator, dan sopir karena kendala utamanya saat ini murni masalah keamanan,” pungkas Paul, menegaskan kembali prioritas utama dalam upaya pengaktifan kembali jalur angkutan umum ini. Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi transportasi yang memadai bagi masyarakat Sorong, sekaligus mendorong geliat ekonomi lokal.












