Ringkasan Berita:
- Armada Jumbo: 8 kapal feri berkapasitas 200 kendaraan dikerahkan khusus untuk arus mudik.
- Peningkatan Operasional: Jumlah kapal harian naik menjadi 32 unit selama periode Lebaran.
- Strategi Antrean: Penggunaan buffer zone di Watu Dodol dan Dermaga Bulusan guna mengurai kepadatan di jalan raya.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
, BANYUWANGI – Kapal-kapal feri berkapasitas besar akan dikerahkan saat arus mudik dan balik di lintas penyeberangan Jawa-Bali.
Tujuannya agar penumpukan kendaraan bisa diminimalisir, serta semakin banyak pemudik yang bisa terangkut dalam sekali trip.
Jumlah kapal yang beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk saat ini berjumlah 55 unit. Tapi, tak semua beroperasi tiap hari. Sebanyak 28 kapal dikerahkan ketika kondisi penyeberangan normal.
Optimalisasi Kapal Jumbo Kapasitas 200 Kendaraan
Saat lalu lintas padat seperti moment mudik Lebaran, jumlahnya ditambah menjadi antara 30 hingga 32 unit.
GM ASDP Ketapang Arief Eko mengatakan, jumlah kapal ukuran jumbo yang tersedia di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sebanyak delapan unit.
Kapal jumbo ini berkapasitas sekitar 200 unit kendaraan campuran.
“Kami bekerja sama dengan BPTD dan KSOP agar selama periode H-7 Lebaran hingga setelah Nyepi, seluruh kapal besar yang ada di Ketapang bisa beroperasi,” kata Eko, Sabtu (14/3/2026).
Semakin banyak kapal besar yang beroperasi, menurut dia, akan membuat daya tampung kendaraan serta penumpang meningkat.
Harapannya, kapal-kapal ini bisa mempercepat proses penguraian antrean kendaraan di pelabuhan. Baik dari wilayah Gilimanuk maupun Ketapang.
Tak menutup kemungkinan juga kapal tambahan bakal didatangkan ke lintas Jawa-Bali apabila diperlukan.
“Tapi kapal yang saat ini disiagakan masih bisa dioperasikan untuk membantu meng-cover kebutuhan,” ungkap dia.
Hal lain yang disiapkan agar antrean kendaraan tak membeludak, yakni dengan menyediakan area parkir sementara di luar pelabuhan atau buffer zone. Buffer zone disediakan di area Watudodol dan Dermaga Bulusan.
“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan dinas terkait yang memiliki beberapa lokasi cadangan apabila kondisi antrean menjadi ekstrem,” ujarnya.
Menurut Arief, daya tampung kendaraan tiap buffer zone berbeda-beda. Ada yang mampu menampung antara 50, 100, hingga 200 kendaraan.
Buffer zone di Dermaga Bulusan menjadi yang terbesar sebab dapat menampung ratusan truk ukuran besar.
Saat Pelabuhan Ketapang ditutup karena Nyepi, area ini menjadi salah satu tempat penampungan truk yang tak bisa menyeberang.



