.CO
– Antusiasme yang tinggi dalam melaksanakan ibadah kurban mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian sosial yang besar. Semangat ini tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu, tetapi juga oleh mereka yang bekerja keras untuk bisa berbagi.
Seperti yang ditunjukkan oleh warga Muhammadiyah dan simpatisannya, mereka menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam mengikuti pendaftaran sebagai peserta ibadah kurban. Mereka bergabung dengan panitia kurban 1447 Hijriah/2026 di Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kuala Kapuas.
“Pendaftaran baru saja dibuka dua hari lalu, dan sudah ada sebanyak 22 peserta yang mendaftar untuk ikut dalam ibadah qurban. Insyaallah akan terus bertambah,” ujar Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas, H. Sapto Subagio, Selasa (7/4/2026).
Sapto menjelaskan bahwa antusiasme berkurban adalah wujud ketaatan yang tinggi kepada Allah SWT, serta meneladani kisah Nabi Ibrahim AS. Ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga menjadi motivasi spiritual untuk mensucikan diri dan harta, serta memperkuat solidaritas sosial dengan berbagi kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.
Ibadah kurban juga menjadi bentuk kepedulian sosial, yang mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan sesama. Ketaatan dan keimanan dalam berkurban adalah bukti kepatuhan hamba kepada Tuhannya, yaitu melepas ego dan keinginan pribadi demi meraih ridho Allah SWT.
Beberapa hal yang dapat dipetik dari ibadah kurban antara lain:
- Meningkatkan ketaqwaan: Ibadah ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperkuat solidaritas sosial: Dengan berbagi harta, masyarakat belajar untuk saling mendukung dan memperhatikan sesama.
- Meningkatkan empati: Ibadah kurban mengajarkan untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, terutama yang kurang mampu.
- Mensucikan diri dan harta: Melalui kurban, seseorang berusaha membersihkan diri dari dosa dan menyucikan hartanya dengan cara berbagi.
Perintah berkurban sesungguhnya adalah energi ilahiah yang mampu memompa semangat kehidupan, menyegarkan jiwa, dan membangkitkan semangat untuk melawan sifat-sifat kebinatangan yang bisa menggerogoti martabat manusia. Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi jalan untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang lebih baik.


















