Pada tahun 2026, Ardit Erwandha kembali menyapa layar lebar dengan film terbarunya yang bertajuk “Tunggu Aku Sukses Nanti”. Dalam film ini, Ardit akan memerankan karakter bernama Arga, sebuah peran yang sangat berbeda dari penampilan-penampilan sebelumnya, menampilkan sisi serius yang mendalam.
Menggali Karakter Arga: Perjuangan Melawan Keterpurukan
Karakter Arga digambarkan sebagai seorang pria yang tengah berjuang keras untuk bangkit dari jurang keterpurukan ekonomi dan tekanan sosial yang menghimpit. Kehidupannya seringkali diwarnai dengan perbandingan yang tak henti-hentinya dengan sepupunya yang lebih mapan, terutama saat momen-momen penting seperti perayaan Lebaran yang seharusnya penuh kehangatan. Situasi ini menuntut Ardit untuk melakukan pendalaman karakter yang intens dan menemukan banyak hal baru dalam prosesnya.
Ardit mengungkapkan bahwa perjalanan untuk membangun karakter Arga memberikannya pengalaman emosional yang sangat mendalam. Ia mengaku banyak belajar dari perjuangan dan ketekunan Arga. “Justru di sini tuh saya banyak belajar dari Arga gitu. Ini saya enggak bisa cerita banyak karena berhubungan dengan plot film ini gitu, tapi kayaknya ini baru pertama saya setelah wrap nangis di lokasi,” ujarnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2/2026). Pengakuan ini menunjukkan betapa emosionalnya proses syuting dan seberapa kuat ia terhubung dengan karakter yang diperankannya.
Tantangan Emosional di Balik Layar
Proses syuting film “Tunggu Aku Sukses Nanti” dilaporkan cukup menguras emosi para pemainnya. Bagi Ardit, tantangan terbesar adalah kemampuan untuk berpindah dari satu emosi ke emosi lain dengan cepat. Ia harus mampu beralih dari suasana marah, lalu seketika tertawa dalam adegan komedi, untuk kemudian tenggelam dalam kesedihan, dan kembali lagi ke emosi marah.
“Karena jujur berat gitu syutingnya. Karena kita habis marah, ketawa, terus komedi habis itu sedih, habis itu balik lagi ke marah gitu-gitu, lumayan melelahkan,” ungkapnya. Kelelahan emosional ini tentu menjadi bagian tak terpisahkan dari dedikasinya sebagai aktor untuk menghidupkan karakter Arga dengan segala kompleksitasnya.
Pesan Moral yang Ingin Disampaikan
Meskipun prosesnya berat, Ardit merasa banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari karakter Arga. Ia berharap pesan-pesan positif ini tidak hanya ia rasakan sendiri, tetapi juga dapat tersampaikan dan dirasakan oleh para penonton.
“Tapi banyak banget yang dipelajari dari Arga dan itu juga yang kami harap teman-teman yang nonton nanti paham gitu. Kita merepresentasikan seluruh lapisan masyarakat di sini gitu. Jadi semoga paham lah nanti apa yang saya maksud kalau kita bisa belajar banyak dari Arga,” tuturnya. Melalui karakter Arga, film ini berupaya menyajikan gambaran yang otentik tentang perjuangan yang dihadapi oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.
Kolaborasi Efektif dengan Sutradara Naya Anindita
Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” disutradarai oleh Naya Anindita. Ardit mengaku merasa sangat terbantu dengan kolaborasi ini, mengingat ia sudah pernah bekerja sama dengan Naya sebelumnya. Pengalaman sebelumnya sebagai comedy consultant di film lain membuat Ardit dan Naya memiliki pemahaman yang baik satu sama lain, yang kemudian berjalan lancar dalam produksi film kali ini.
“Karena sudah pernah jadi comedy consultant di judul sebelumnya, kan kita di monitor selalu berdua ya. Jadi sangat banyak membantu untuk proyek yang sekarang gitu,” jelasnya.
Ardit, yang kini berusia 34 tahun, mengaku sudah cukup memahami gaya penyutradaraan Naya Anindita. Pemahaman ini membuat proses pengambilan gambar berjalan jauh lebih efektif dan efisien. “Jadi kurang lebih saya sudah tahu seleranya Naya gimana, terus keinginan dia gimana. Makanya kita kayaknya kalau take jarang lebih dari 15 kali, Maksimal tuh tiga kali take udah dapat gitu yang diinginkan,” ungkapnya, menyoroti efisiensi kerja mereka di lokasi syuting.
Pesan Penutup untuk Penonton
Sebagai penutup, Ardit Erwandha menyampaikan pesan singkat yang penuh makna bagi para penonton yang mungkin merasa memiliki kisah hidup serupa dengan karakter Arga. Pesannya adalah sebuah pengingat yang kuat tentang kekuatan diri sendiri dalam menentukan nasib.
“Cukup itu kamu yang tentukan!” tutupnya. Pesan ini menjadi penegasan bahwa setiap individu memiliki kendali atas jalan hidupnya sendiri, terlepas dari kesulitan yang dihadapi.




