Arsenal kembali menghadapi bayang-bayang kegagalan juara di menit-menit akhir Premier League, sebuah trauma yang seolah kembali menghantui langkah mereka di musim 2025-2026. Tim berjuluk The Gunners ini sempat menunjukkan performa dominan, memimpin klasemen sejak pekan ketujuh pada awal Oktober. Keunggulan ini semakin kokoh ketika rival utama mereka, Liverpool dan Manchester City, kesulitan menemukan ritme kemenangan yang konsisten.
Pada awal Januari, skuad asuhan Mikel Arteta tampak tak terbendung, memimpin klasemen dengan selisih tujuh poin atas Manchester City yang menjadi pesaing terdekat. Namun, dalam empat pekan terakhir, jarak tersebut perlahan menipis. Arsenal hanya mampu mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Brentford pada Kamis (12/2/2026). Di sisi lain, Manchester City menunjukkan taringnya dengan meraup sepuluh poin dalam periode yang sama.
Kini, dengan hanya menyisakan dua belas pertandingan, selisih empat poin tersebut bukan tidak mungkin menimbulkan kegugupan di kubu Arsenal. Sejarah seolah berulang, karena The Gunners pernah merasakan getirnya disalip oleh Manchester City dalam perburuan gelar. Pada kompetisi 2022-2023, Arsenal juga sempat lama menduduki puncak klasemen. Namun, rentetan hasil buruk di sembilan laga terakhir, yang diwarnai tiga hasil imbang dan tiga kekalahan, membuat mereka akhirnya takluk dari tim asuhan Pep Guardiola. Musim berikutnya, Arsenal kembali harus puas sebagai runner-up meskipun sempat berada di posisi teratas klasemen pada pekan ke-36.
Saat ini, Arsenal masih memegang kendali dalam perebutan gelar juara Premier League. Keunggulan empat poin bersih atas Manchester City berarti nasib mereka masih berada di tangan sendiri. Kedua tim akan menghadapi dua belas pertandingan sisa dengan tingkat kesulitan yang relatif serupa. Menariknya, kedua tim raksasa ini dijadwalkan akan saling berhadapan pada 18 April mendatang, dengan Manchester City bertindak sebagai tuan rumah.
Pola Penutup Musim yang Mengkhawatirkan
Permasalahan utama yang dihadapi Arsenal asuhan Arteta adalah inkonsistensi dalam menyelesaikan kompetisi dengan mulus. Dalam lima musim terakhir, hanya sekali Arsenal berhasil mengakhiri liga dengan meyakinkan, yaitu pada musim 2023-2024. Saat itu, mereka mencatatkan sepuluh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dalam dua belas laga terakhir.
Pada musim-musim lainnya, Arsenal hanya mampu meraup poin maksimal dua puluh empat dari kemungkinan tiga puluh enam poin. Contohnya pada musim 2020-2021, di mana mereka membukukan tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan. Musim 2021-2022, Arsenal hanya mampu meraih enam kemenangan dan enam kekalahan, sehingga hanya mengumpulkan delapan belas poin dari dua belas laga penutup.
Pada kompetisi 2022-2023, catatan mereka adalah dua puluh satu poin, hasil dari enam kemenangan, tiga seri, dan tiga kekalahan. Statistik musim lalu pun tak jauh berbeda, di mana Bukayo Saka dan kawan-kawan hanya mengoleksi dua puluh satu poin dari lima kemenangan, enam hasil imbang, dan satu kekalahan.
Keunggulan Manchester City di Fase Akhir
Hal yang membuat Arsenal patut merasa was-was adalah tren Manchester City yang cenderung lebih baik dalam menyelesaikan musim dalam lima musim terakhir.
- Musim 2020-2021: Manchester City meraih dua puluh empat poin dalam dua belas laga terakhir, setara dengan perolehan Arsenal pada musim tersebut.
- Musim 2021-2022: The Citizens mengumpulkan tiga puluh poin di dua belas laga penutup.
- Musim 2022-2023: Perolehan poin Manchester City di akhir musim adalah tiga puluh satu poin.
- Musim 2023-2024: Mereka berhasil mengumpulkan tiga puluh dua poin di sisa pertandingan.
- Musim Lalu: Manchester City mengumpulkan dua puluh tiga poin dalam periode yang sama.
Dalam empat musim terakhir, Manchester City secara konsisten unggul atas Arsenal dalam perolehan poin di dua belas laga penutup kompetisi.
Reaksi Mikel Arteta dan Fokus Tim
Menanggapi hasil imbang melawan Brentford, Mikel Arteta meminta para pemainnya untuk tidak panik melihat situasi klasemen. Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan meningkatkan performa.
“Tidak panik dan tetap fokus, itulah yang harus kami lakukan,” ujar Arteta seperti dikutip dari BBC. “Kami harus siap memenangi setiap pertandingan dan satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah fokus pada target tersebut serta menaikkan level performa secara individual dan kolektif supaya lebih baik dari lawan di setiap pekan.”
Pesan Arteta ini menggarisbawahi bahwa kendali masih di tangan Arsenal. Namun, mereka harus mampu memutus pola penutup musim yang kurang meyakinkan jika ingin mewujudkan impian juara Premier League musim ini.



















