Amerika Serikat dan China mulai menempuh langkah baru untuk meredakan perang dagang dengan menyiapkan pemangkasan tarif atas barang bernilai sekitar 30 miliar dolar AS dari masing-masing pihak. Kesepakatan yang mencakup total perdagangan bilateral sekitar 60 miliar dolar AS ini menjadi sinyal bahwa dua ekonomi terbesar dunia itu ingin menurunkan tensi yang selama ini membebani arus barang internasional. Meski begitu, keringanan belum menyentuh sektor strategis seperti semikonduktor dan kendaraan listrik.
Di sisi AS, barang yang masuk daftar tarif lebih rendah antara lain hasil pertanian, batu bara, peralatan medis, hingga produk kayu. Sementara itu, China menempatkan berbagai barang rumah tangga, mainan, perlengkapan olahraga, dan sejumlah produk konsumen lain dalam kelompok yang akan menerima tarif lebih ringan. Komposisi ini menunjukkan bahwa penyesuaian awal masih berfokus pada barang yang relatif lebih mudah dinegosiasikan, bukan pada komoditas teknologi tinggi yang selama ini menjadi inti perselisihan.
Dari sudut pandang pelaku usaha, penurunan tarif berpotensi menekan biaya perdagangan. Ketika bea masuk berkurang, importir memiliki ruang untuk mengurangi ongkos pengadaan, memperbaiki margin, atau menahan kenaikan harga jual. Dalam kesepakatan ini, sekitar 90 persen produk yang tercakup disebut akan dikenai tarif most-favored-nation, yaitu tarif umum yang berlaku untuk mitra dagang sesuai ketentuan masing-masing negara. Namun, manfaatnya tidak otomatis langsung terasa karena penerapan tetap bergantung pada prosedur domestik di Washington dan Beijing.
Bagi eksportir AS, daftar pembebasan tarif dari China membuka peluang pasar yang lebih luas. Lebih dari 1.600 produk AS masuk kategori tarif yang lebih rendah, termasuk daging, susu, biji-bijian, batu bara, kayu, dan peralatan medis. Perubahan ini dapat memberi napas tambahan bagi produsen Amerika yang selama beberapa tahun menghadapi hambatan dagang di pasar China. Di sisi lain, tidak semua komoditas utama ikut menikmati kelonggaran yang sama; kedelai, misalnya, tidak tercantum dalam paket tersebut.
Untuk produk China, pasar AS juga bisa menjadi lebih mudah diakses. Sebanyak 77 kategori barang dari China, dengan nilai sekitar 30 miliar dolar AS, masuk dalam daftar pemangkasan tarif. Kelompok ini didominasi barang yang dekat dengan kebutuhan konsumen harian, seperti peralatan dapur, perlengkapan rumah tangga, mainan, produk anak-anak, perlengkapan olahraga, dan dekorasi. Jika tarif benar-benar turun, importir dan peritel AS bisa memperoleh biaya pengadaan yang lebih rendah dan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengatur stok maupun harga.
Efek yang lebih luas kemungkinan terasa pada rantai pasok global. Selama konflik dagang berlangsung, banyak perusahaan mencari pemasok baru atau memindahkan sebagian jalur distribusi agar tidak terlalu bergantung pada AS dan China. Pemangkasan tarif memberi ruang bagi stabilisasi, terlebih karena gencatan dagang disebut diperpanjang hingga Januari 2027. Meski demikian, ketidakpastian belum hilang sepenuhnya. Persoalan teknologi, mineral penting, dan barang bernilai strategis lain masih menjadi pekerjaan rumah, sehingga arah perdagangan dunia tetap akan sangat ditentukan oleh langkah lanjutan kedua negara.
Sumber: www.idntimes.com




