Asila Maisa Ungkap Rencana Lima Tahun ke Depan: Menikah Muda dan Berkarya di Musik
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, penyanyi muda Asila Maisa telah menunjukkan kematangan dalam merencanakan masa depannya. Ia membagikan visi yang cukup jelas mengenai apa yang ingin ia capai dalam lima tahun mendatang, termasuk aspirasi pribadi dan profesionalnya. Salah satu target yang cukup mengejutkan dan disampaikan dengan nada santai namun tegas adalah keinginannya untuk menikah di usia muda.
Asila secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menikah pada usia 23 atau 24 tahun. “Got married, aku pengen nikah muda umur dua tiga, dua empat. Soalnya kan cowok pada ngantri, jadi takutnya kelamaan ngantri kan. Jadi kayak ‘ayolah kita menikah’,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Pernyataan ini mencerminkan pandangannya yang pragmatis terhadap kehidupan pribadi, di mana ia ingin segera membangun keluarga sambil tetap menikmati masa muda.
Namun, di balik rencana pribadinya yang ambisius, Asila menegaskan bahwa karier di dunia musik tetap menjadi prioritas utama. Ia bertekad untuk terus berkarya dan berkembang dalam industri musik sembari menyelesaikan jenjang pendidikannya.
“Pokoknya nikah dan tetap nyanyi, selesain kuliah. Belum mau konser sih, aku mau konser masih lama, kayak benar-benar udah lama berkarir,” jelasnya. Asila memiliki pandangan yang matang mengenai konser tunggal. Baginya, konser adalah sebuah pencapaian besar yang membutuhkan kematangan karier dan pengalaman yang mumpuni. Oleh karena itu, ia belum berencana untuk menggelar konser dalam waktu dekat.
“Kayaknya konser resolusi aku di 10 tahun kedepan kali ya, kalau 5 tahun kedepannya kayanya terus berkarya aja, atau S2 mungkin,” tambahnya. Rencana lima tahun ke depan lebih difokuskan pada pengembangan diri melalui karya musik yang berkelanjutan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, baik secara profesional maupun akademis.
Kriteria Pasangan Idaman dan Cerminan Sosok Ayah
Selain merinci rencana karier dan kehidupan pribadinya, Asila juga berbagi mengenai gambaran sosok pasangan yang ia dambakan. Meskipun tidak memiliki daftar kriteria yang terlalu spesifik, ia menekankan beberapa nilai fundamental yang penting baginya.
- Nilai-nilai Kunci dalam Hubungan:
- Loyalitas: Asila sangat menghargai kesetiaan. Ia menginginkan pasangan yang sepenuhnya berkomitmen padanya dan bersedia melakukan apa pun untuk hubungan mereka.
- Act of Service: Bentuk pelayanan atau tindakan nyata untuk menunjukkan kasih sayang juga menjadi nilai penting baginya. Ini mencerminkan bahwa ia mendambakan pasangan yang aktif dalam menunjukkan kepeduliannya.
- Sikap yang Baik: Ia menginginkan pasangan yang tidak kaku dalam berinteraksi dengan orang lain, namun ia juga menekankan pentingnya keseimbangan. “Terus aku pengen dia ini enggak kaku kalau sama orang, tapi aku enggak mau dia nya friendly. Harus humble, bisa berbaur tapi enggak friendly gitu,” tuturnya. Ini menyiratkan bahwa ia mencari seseorang yang ramah dan mudah bergaul, namun tetap menjaga batasan yang sehat dan tidak terlalu terbuka pada semua orang. Kerendahan hati juga menjadi poin penting.
Asila secara terang-terangan menjadikan sang ayah sebagai panutan ideal seorang pasangan. Ia mengagumi sisi positif ayahnya sebagai seorang suami dan menganggap karakter tersebut sangat sulit ditemukan di zaman sekarang. “Sama menurut aku sisi positif yang aku lihat dari Abi sebagai seorang suami, I think itu yang susah dicari jaman sekarang jadi I want that (sosok seperti abi),” ungkapnya. Ini menunjukkan bahwa ia mencari pasangan yang memiliki nilai-nilai keluarga yang kuat dan sifat-sifat positif yang ia lihat pada ayahnya.
Batasan Jelas Antara Kehidupan Pribadi dan Karier
Satu hal yang tegas dihindari oleh Asila adalah memiliki pasangan yang berasal dari industri musik yang sama dengannya. Keputusannya ini didasari oleh keinginan kuat untuk menjaga batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dan kariernya.
“Sama aku enggak mau orang yang di industri yang sama kayak aku, jujur aku enggak mau di industri yang sama kayak aku karena menurut aku jangan ikut campur,” tegasnya. Asila berpendapat bahwa pasangan yang memiliki profesi serupa berpotensi besar untuk ikut campur dalam urusan pekerjaan, baik itu dalam hal pengambilan keputusan, proses kreatif, maupun dinamika industri.
“Misalkan aku penyanyi, dia juga penyanyi pasti dia ikut campur dong kalau aku bikin lagu, makanya ‘jangan udah diem aja’,” tutupnya. Ia ingin menciptakan ruang yang aman di mana ia bisa fokus pada kariernya tanpa adanya campur tangan atau pengaruh dari pasangan yang mungkin memiliki perspektif atau kepentingan yang berbeda dalam industri yang sama. Hal ini menunjukkan kedewasaannya dalam memilah aspek-aspek kehidupan yang perlu dijaga agar tetap seimbang dan harmonis.



















