Atalanta 2-1 Cremonese: Audero Gemilang, Serie A Makin Panas

Diposting pada

Kemenangan Dramatis Atalanta atas Cremonese: Tiga Poin Penting Diraih di Kandang Sendiri

Atalanta berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Serie A Italia musim 2025/2026. Dalam pertandingan yang digelar di Gewiss Stadium, Bergamo, Selasa (10/2), klub berjuluk La Dea ini harus berjuang keras untuk memastikan kemenangan 2-1 atas tim tamu, Cremonese. Meskipun sempat unggul dua gol, skuad asuhan Gian Piero Gasperini baru bisa bernapas lega setelah peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan pekan ke-24 Serie A ini berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Atalanta, yang bertindak sebagai tuan rumah, langsung menunjukkan dominasinya. Tekanan demi tekanan dilancarkan sejak peluit dimulainya laga, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-13 ketika Nikola Krstovic berhasil membuka keunggulan. Penyerang andalan Atalanta itu sukses memanfaatkan umpan silang matang dari Giacomo Raspadori, melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Cremonese, Emil Audero.

Selang beberapa menit, tepatnya pada menit ke-25, keunggulan Atalanta berhasil digandakan. Davide Zappacosta mencatatkan namanya di papan skor melalui gol spektakuler dari sudut sempit di sisi kanan pertahanan Cremonese. Gol tersebut tercipta setelah menerima umpan terukur dari Mario Pasalic.

Cremonese, yang tertinggal dua gol, sebenarnya berusaha untuk keluar dari tekanan dan mencari celah di pertahanan tuan rumah. Namun, lini pertahanan Atalanta yang tampil solid dan rapat membuat tim tamu kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar bersih. Hingga babak pertama berakhir, skor 2-0 untuk keunggulan Atalanta tetap tidak berubah.

Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Gol Penalti yang Dramatis

Memasuki paruh kedua, Cremonese menunjukkan perubahan taktik yang signifikan. Tim tamu tampil lebih agresif dan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk memperkuat lini serang. Masuknya pemain seperti Milan Djuric dan Antonio Sanabria diharapkan dapat menambah daya gedor. Meskipun demikian, berbagai peluang yang berhasil diciptakan oleh skuad asuhan Davide Nicola masih belum mampu berbuah gol.

Atalanta sempat mengira skor akan berubah menjadi 3-0 pada menit ke-90+1 melalui sundulan keras Berat Djimsiti. Namun, kegembiraan tersebut harus tertunda setelah wasit, melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), menganulir gol tersebut karena posisi pemain yang dianggap offside.

Momen dramatis justru terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-90+4, Cremonese akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan. Morten Thorsby, gelandang asal Norwegia, mencetak gol melalui sepakan kaki kiri dari tengah kotak penalti. Gol tersebut tercipta berkat umpan silang yang dikirimkan oleh Sebastiano Luperto.

Meskipun mendapat tekanan gencar dari Cremonese hingga detik-detik terakhir, Atalanta berhasil mempertahankan keunggulan mereka. Peluit panjang dibunyikan pada menit ke-90+7, memastikan kemenangan 2-1 untuk tim tuan rumah.

Performa Apik Emil Audero yang Tak Cukup Selamatkan Cremonese

Meskipun harus menelan kekalahan, penampilan kiper Cremonese, Emil Audero, patut mendapatkan apresiasi khusus. Kiper yang juga merupakan bagian dari Tim Nasional Indonesia ini tampil cukup sibuk sepanjang pertandingan. Tercatat, Audero berhasil melakukan tujuh penyelamatan penting yang secara signifikan mencegah skor melebar lebih jauh. Serangkaian penyelamatannya berhasil menggagalkan sejumlah peluang bersih yang diciptakan oleh para pemain Atalanta, terutama pada babak pertama dan di awal babak kedua.

Klasemen Sementara dan Tantangan Cremonese

Hasil kemenangan ini menempatkan Atalanta di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A dengan raihan 39 poin dari 24 pertandingan. La Dea berhasil mengoleksi 10 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 5 kekalahan.

Sementara itu, kekalahan ini membuat Cremonese tertahan di posisi ke-16 dengan koleksi 23 poin. Mereka baru mampu membukukan 5 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Lebih mengkhawatirkan lagi, Cremonese kini mencatatkan tiga kekalahan beruntun dalam lima pertandingan terakhir mereka, tanpa sekalipun meraih kemenangan. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Cremonese untuk segera bangkit dan menjauh dari zona degradasi pada sisa musim kompetisi.

Pernyataan Pelatih Cremonese: Optimisme di Tengah Kesulitan

Meskipun harus mengakui keunggulan Atalanta, pelatih Cremonese, Davide Nicola, menegaskan bahwa timnya tetap menunjukkan respons yang positif. Nicola menilai permainan anak asuhnya pada babak kedua menunjukkan peningkatan yang signifikan dan mampu menciptakan sejumlah peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

“Pada babak kedua kami bermain dengan spirit yang tepat dan sempat memiliki peluang untuk memperkecil kedudukan lebih cepat,” ujar Nicola.

Meskipun timnya berada di ambang zona degradasi, Nicola tetap optimis dan memastikan bahwa Cremonese tidak akan kehilangan arah dalam sisa musim kompetisi. “Tim ini tidak akan menyerah dan kami akan terus berusaha tampil lebih efektif di pertandingan berikutnya,” tegas Nicola. Pernyataan ini menunjukkan tekad kuat Cremonese untuk berjuang keras demi bertahan di Serie A musim depan.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan