Persik Kediri Balikkan Keadaan, Bali United Tumbang di Kandang Macan Putih
Pertandingan pekan ke-19 BRI Liga Super Indonesia 2025/26 menyajikan drama menegangkan di Stadion Brawijaya, Jumat (30/1/2026) sore. Bali United FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri setelah takluk dalam laga yang berlangsung sengit. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Serdadu Tridatu yang berambisi meraih poin penuh.
Babak Pertama yang Penuh Kejutan
Bali United sejatinya memulai pertandingan dengan sangat baik. Keunggulan berhasil mereka ciptakan pada menit ke-22. Berawal dari sisi kanan pertahanan Persik, Boris Kopitovic melancarkan umpan tarik yang berbahaya. Namun, nasib berkata lain. M. Firly, pemain bertahan Persik, gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Alih-alih membuang bola, ia justru memasukkannya ke gawang sendiri, membuka skor 0-1 untuk keunggulan Bali United.
Namun, kebahagiaan tim tamu tidak berlangsung lama. Hanya berselang enam menit, Persik Kediri berhasil menyamakan kedudukan. Kesalahan fatal terjadi di lini pertahanan Bali United. Kadek Arel melakukan back pass yang kurang akurat, memberikan kesempatan emas bagi Jose Henrique. Penyerang Persik ini tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berhasil menaklukkan kiper Bali United, membawa skor kembali imbang.
Momentum pertandingan berbalik sepenuhnya ke kubu tuan rumah. Persik Kediri yang mendapatkan angin segar, berhasil membalikkan keadaan. Momen krusial terjadi akibat miskomunikasi antara Kadek Arel dan penjaga gawang, Mike Hauptmeijer. Kesalahan koordinasi ini dimanfaatkan dengan cepat oleh pemain Persik yang berhasil mencetak gol kedua untuk timnya.
Petaka bagi Bali United semakin lengkap menjelang akhir babak pertama. Pada menit-menit krusial, bola liar di dalam kotak penalti berhasil diselesaikan dengan baik oleh Adrian Luna. Gol tersebut memastikan Persik Kediri menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan yang cukup meyakinkan, 2-1.
Upaya Mengejar di Babak Kedua yang Gagal
Memasuki babak kedua, Bali United menunjukkan tekad untuk bangkit. Intensitas serangan mereka tingkatkan demi mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan oleh anak asuh Johnny Jansen. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang dan pertahanan Persik yang solid membuat semua upaya tersebut belum mampu mengubah papan skor. Peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persik Kediri.
Evaluasi Pelatih dan Dampak pada Klasemen
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Ia menyoroti bahwa gol-gol Persik Kediri banyak lahir dari kesalahan pemainnya sendiri.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan berhasil mencetak gol lebih dulu. Namun, beberapa kesalahan membuat situasi berbalik. Di babak kedua kami berusaha mengejar, tetapi hasil akhirnya harus kami terima. Kami tentu kecewa dan akan fokus mempersiapkan laga berikutnya,” ujar Johnny Jansen dalam evaluasinya.
Dengan hasil kekalahan ini, Bali United mencatatkan rekor 7 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan dari 19 pertandingan yang telah dijalani. Poin mereka masih tertahan di angka 28, menempatkan mereka di papan tengah klasemen sementara BRI Liga Super Indonesia 2025/26. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Serdadu Tridatu untuk segera berbenah dan kembali ke jalur kemenangan di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Fokus kini tertuju pada evaluasi internal dan persiapan matang untuk menghadapi lawan berikutnya demi memperbaiki posisi di klasemen.
Pertandingan melawan Persik Kediri ini menjadi bukti bahwa BRI Liga Super Indonesia 2025/26 masih menyimpan banyak kejutan. Setiap tim memiliki ambisi dan kemampuan untuk memberikan perlawanan sengit, menjadikan setiap laga penuh dengan drama dan ketegangan. Bali United harus segera bangkit dari keterpurukan ini dan menunjukkan mental juara mereka di sisa kompetisi.


















