Balita Tewas Tersengat Listrik, Jenazah Dibonceng Motor di Banggai Kepulauan

Diposting pada

Tragedi di Banggai Kepulauan: Balita Meninggal, Jenazah Dibawa Motor Akibat Kendala Ambulans

Suasana duka yang mendalam menyelimuti Desa Peling Seasa, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kepergian Aziel, seorang balita berusia 3 tahun yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik pada Senin (1/6/2026), telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Tangis histeris dan penyesalan tak terbendung mewarnai hari-hari mereka. Namun, tragedi tidak berhenti di situ. Setelah kehilangan buah hati tercinta, keluarga Aziel dihadapkan pada kenyataan pahit lainnya: jenazah Aziel tidak dapat diangkut menggunakan ambulans desa setempat karena terbentur masalah administrasi.

Dalam situasi yang penuh kepiluan, jenazah Aziel terpaksa harus dipangku oleh sang ibu, menunggangi sepeda motor sejauh 8 kilometer menuju tempat peristirahatan terakhir di Desa Sosom. Kejadian memilukan ini sontak menjadi viral di media sosial setelah sebuah video amatir beredar luas, memicu kemarahan dan keprihatinan mendalam dari warganet. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang warga yang menyayangkan kerasnya kebijakan terkait penggunaan fasilitas kesehatan desa.

“Sebenarnya ada ambulans di Seasa, cuma tidak bisa dimuat (jenazah),” keluh seseorang dalam video tersebut, menggambarkan betapa kaku dan tidak berpihaknya aturan yang berlaku.

Akibat penolakan tersebut, keluarga yang berduka harus menempuh perjalanan yang sangat berat. Dengan air mata yang terus mengalir, sang ibu terlihat erat menggendong jasad mungil bayinya di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang pria. Di sekeliling mereka, warga setempat menyaksikan kepergian mereka dengan tatapan iba, merasakan kepedihan yang luar biasa. Jarak 8 kilometer yang harus ditempuh dari Desa Peling Seasa ke Desa Sosom terasa begitu panjang dan penuh kesedihan.

Geografi dan Kondisi Desa Peling Seasa

Desa Peling Seasa sendiri merupakan bagian dari Pulau Peling, pulau terbesar dalam gugusan kepulauan Banggai. Lokasinya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Desa Sosom menjadikannya seringkali menjadi area perlintasan atau bahkan tempat pemakaman bagi warga sekitar dalam kondisi-kondisi tertentu. Secara administratif, Desa Peling Seasa memiliki jarak yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten, Salakan, yakni sekitar 70 hingga 75 kilometer, yang setara dengan perjalanan selama 2 hingga 2,5 jam.

Dalam hal fasilitas pendidikan dasar, desa ini telah dilengkapi dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Seasa yang melayani kebutuhan belajar anak-anak di tingkat lokal. Selain itu, Desa Peling Seasa juga memiliki fasilitas kesehatan berupa Puskesmas Pembantu (Pustu). Pustu ini berada di bawah pengawasan UPT Puskesmas Bulagi dan bertugas melayani kebutuhan medis serta pemeriksaan kesehatan bagi warga setempat.

Sorotan Kritis untuk Pemerintah Daerah

Ambulans yang terparkir di Desa Peling Seasa sejatinya merupakan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, ironisnya, para petugas kesehatan di desa tersebut memberlakukan aturan yang sangat kaku. Aturan tersebut menyatakan bahwa mobil ambulans hanya diperuntukkan bagi pasien yang sakit dan membutuhkan rujukan, bukan untuk keperluan pengangkutan jenazah.

Kebijakan yang tidak sensitif dan terkesan kaku ini menuai protes keras dari masyarakat. Warga setempat mendesak Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Anwar Hafid, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan ambulans di tingkat desa. Mereka berharap agar aturan operasional ambulans dapat dibuat lebih fleksibel, terutama dalam menghadapi situasi kedaruratan yang dialami oleh warga, khususnya mereka yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.

Kejadian pilu ini tentu menjadi pukulan telak bagi keluarga yang berduka, sekaligus menjadi cermin buram dari birokrasi yang terkadang mengabaikan aspek kemanusiaan. Diharapkan, insiden ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah daerah agar dapat lebih responsif dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam situasi-situasi genting yang memerlukan tindakan cepat dan empati.

Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan