Banjir Pekalongan Lumpuhkan Jalur Kereta Api, Empat KA Dialihkan dan Tiga Dibatalkan
PEKALONGAN – Banjir kembali menjadi momok yang mengganggu kelancaran transportasi kereta api di sepanjang jalur Pantura, Jawa Tengah. Kali ini, genangan air yang cukup tinggi merendam jalur rel di petak antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, tepatnya di kilometer 88+6 hingga 88+7. Kondisi ini menyebabkan kedua jalur, baik arah hulu maupun hilir, tidak dapat dilalui oleh kereta api untuk sementara waktu, memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang untuk mengambil langkah tegas demi keselamatan penumpang.
Menanggapi situasi darurat tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang segera mengambil tindakan dengan menutup sementara jalur yang tergenang. Penyesuaian pola operasi pun dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api. Luqman Arif, Humas PT KAI Daop 4 Semarang, menjelaskan bahwa penyebab utama gangguan ini adalah tingginya elevasi air yang merendam badan rel.
“Akibat genangan banjir setinggi 20 sentimeter di rel kereta api, jalur hulu dan hilir pada petak Pekalongan–Sragi belum dapat dilalui perjalanan kereta api,” ungkap Luqman dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa air telah menutup kedua jalur di bentang antara Stasiun Pekalongan hingga Stasiun Sragi, sehingga operasional kereta api tidak memungkinkan untuk dijalankan secara normal.
Strategi Mitigasi: Pengalihan Rute dan Pembatalan Perjalanan
Sebagai upaya mitigasi yang efektif, PT KAI memutuskan untuk melakukan perubahan pola operasi dengan mengalihkan rute sejumlah perjalanan kereta api melalui jalur memutar. Langkah ini diambil untuk tetap melayani penumpang sejauh mungkin meskipun ada kendala di jalur utama.
Adapun empat rangkaian kereta api yang mengalami pengalihan rute adalah sebagai berikut:
- Kereta Api Argo Anjasmoro
- Kereta Api Jayabaya
- Kereta Api Harina
- Kereta Api Kamandaka
Selain pengalihan rute, PT KAI juga terpaksa mengambil keputusan sulit untuk membatalkan beberapa perjalanan kereta api yang seharusnya beroperasi pada hari tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan dan kondisi jalur yang belum memungkinkan.
“Kami membatalkan beberapa perjalanan kereta api yang berlaku hari ini, yaitu Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Argo Merbabu,” ujar Arif.
Secara rinci, terdapat tiga perjalanan kereta api yang dibatalkan total akibat banjir ini, meliputi:
- KA Menoreh
- KA Argo Merbabu dengan rute Jakarta–Semarang
- KA Kaligung dengan rute Tegal–Semarang
Ribuan Penumpang Terjebak, Loket Tiket Dipadati Antrean
Dampak langsung dari penutupan jalur dan pembatalan perjalanan ini dirasakan oleh ribuan calon penumpang di Stasiun Pekalongan, Jawa Tengah. Pantauan di lapangan menunjukkan adanya antrean panjang di loket pengembalian tiket. Ratusan penumpang terlihat memadati area loket, memilih untuk membatalkan keberangkatan mereka demi mencari alternatif transportasi lain.
Mayoritas penumpang yang terdampak banjir ini akhirnya memutuskan untuk beralih ke moda transportasi lain, seperti bus atau kendaraan pribadi, menyusul ketidakpastian jadwal perjalanan kereta api akibat genangan air yang belum surut. Keputusan ini diambil demi menghindari penundaan yang lebih lama dan ketidakpastian waktu tempuh.
PT KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa penutupan jalur dan pembatalan perjalanan yang dilakukan merupakan langkah krusial demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kereta. Pihak PT KAI menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi genangan air di jalur rel. Perjalanan kereta api baru akan diizinkan kembali setelah genangan air surut sepenuhnya dan jalur dinyatakan aman untuk dilintasi oleh tim teknis.
Hingga berita ini diturunkan, tim PT KAI Daop 4 Semarang masih terus melakukan pemantauan intensif dan upaya penanganan di lokasi terdampak banjir. Perbaikan dan pengecekan jalur rel dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi aman sebelum operasional kereta api kembali normal. Masyarakat pengguna jasa kereta api dihimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi PT KAI.



















