Beasiswa Gratispol Senilai Rp3 Miliar Mengalir ke Universitas Kutai Kartanegara, Ratusan Mahasiswa Jadi Penerima Manfaat
TENGGARONG – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong kini menjadi saksi realisasi program beasiswa fenomenal yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program beasiswa yang dikenal dengan nama “Gratispol” ini telah resmi diluncurkan dengan alokasi dana fantastis sebesar Rp3 miliar. Inisiatif ini disambut hangat oleh ratusan mahasiswa Unikarta, memberikan angin segar dan harapan baru bagi kelancaran studi mereka.
Program Gratispol dirancang untuk memberikan bantuan pendidikan komprehensif, menjangkau mahasiswa dari berbagai jenjang dan angkatan. Baik mahasiswa yang baru saja menginjakkan kaki di dunia perkuliahan maupun mereka yang telah menempuh studi sebelumnya, kini memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat program unggulan ini.
Rincian Penerima Beasiswa dan Mekanisme Pengembalian Dana
Menurut Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unikarta, Budi Yusuf, program beasiswa Gratispol ini secara khusus menyasar dua kelompok utama mahasiswa. Kelompok pertama adalah mahasiswa baru angkatan tahun 2025, yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 400 orang. Sementara itu, kelompok kedua terdiri dari mahasiswa ongoing atau yang sedang menempuh studi di tahun 2024, dengan total 124 mahasiswa.
“Program Gratispol di Unikarta sudah berjalan dan menyasar ratusan mahasiswa dari dua angkatan,” ujar Budi Yusuf, mengonfirmasi bahwa beasiswa ini benar-benar telah direalisasikan dan dana telah disalurkan.
Salah satu aspek paling menarik dan menguntungkan dari program beasiswa Gratispol ini adalah adanya mekanisme pengembalian biaya kuliah bagi mahasiswa yang sebelumnya telah melakukan pembayaran. Hal ini menjadi kabar gembira, terutama bagi mahasiswa ongoing yang mungkin sudah mengeluarkan biaya pribadi untuk perkuliahan mereka.
Dana beasiswa Gratispol sendiri diketahui telah ditransfer langsung oleh pemerintah provinsi ke rekening resmi perguruan tinggi sejak bulan Ramadan lalu. Saat ini, pihak rektorat Unikarta sedang dalam proses finalisasi dan persiapan mekanisme teknis yang terperinci untuk memastikan proses pengembalian dana kepada mahasiswa ongoing berjalan lancar dan transparan.
“Kami akan segera memulai proses penggantian biaya kuliah bagi mahasiswa ongoing,” jelas Budi Yusuf lebih lanjut. Proses pengembalian dana ini akan dikelola melalui sistem internal kampus, yang memungkinkan opsi pembayaran baik secara langsung maupun melalui transfer dana oleh bagian keuangan universitas. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan kerumitan administrasi bagi para mahasiswa.
Cakupan Luas Beasiswa: Dari Sarjana hingga Pascasarjana
Keunggulan lain dari program beasiswa Gratispol adalah cakupannya yang sangat luas. Program ini berlaku untuk seluruh program studi yang ada di Unikarta, tanpa terkecuali. Ini berarti mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari program sarjana (S1) hingga jenjang pascasarjana (S2), memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini.
Namun, perlu dicatat bahwa terdapat satu ketentuan penting yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Beasiswa ini secara spesifik hanya berlaku bagi mahasiswa yang terdaftar dalam kelas reguler. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 24 Tahun 2025 yang menjadi landasan hukum pelaksanaan program. Pihak universitas telah berupaya memberikan pemahaman yang memadai kepada mahasiswa non-reguler mengenai kebijakan ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dukungan Finansial Berkelanjutan Hingga Lulus
Program beasiswa Gratispol tidak hanya bersifat sementara, tetapi dirancang untuk memberikan dukungan finansial yang berkelanjutan bagi para mahasiswanya. Bantuan biaya pendidikan ini akan diberikan secara berkala setiap semester, dengan jangka waktu maksimal hingga delapan semester atau setara dengan durasi studi normal untuk jenjang sarjana.
Untuk memastikan kelancaran pencairan dana setiap semester, mahasiswa penerima beasiswa diwajibkan untuk secara berkala melaporkan status keaktifan mereka. Pelaporan ini dilakukan melalui sistem daring (online) khusus yang telah disediakan oleh program Gratispol.
“Jika mahasiswa dinyatakan aktif, maka bantuan akan terus berlanjut dan biaya kuliah semester berikutnya otomatis ditanggung,” tambah Budi Yusuf, menekankan pentingnya menjaga status aktif perkuliahan.
Besaran nominal bantuan yang diterima oleh setiap mahasiswa akan bervariasi, bergantung pada beberapa faktor seperti jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang diambil dan jenjang pendidikan yang ditempuh. Untuk mahasiswa program sarjana, bantuan maksimal yang dapat diterima adalah sekitar Rp3,1 juta per semester. Sementara itu, bagi mahasiswa jenjang pascasarjana (S2), besaran bantuannya bisa mencapai Rp9 juta per semester, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung studi lanjutan di tingkat yang lebih tinggi.
Mendorong Fokus Studi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Budi Yusuf menyampaikan harapan besar agar program beasiswa Gratispol ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh mahasiswa penerima. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi fundamental bagi kendala finansial yang seringkali menghambat mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Dengan terbebas dari beban biaya kuliah, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus pada studi mereka, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meraih prestasi akademik yang lebih baik.
Program Gratispol ini juga dipandang sebagai manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Dengan membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi, program ini secara langsung berkontribusi pada penciptaan lulusan yang lebih berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Kami harap mahasiswa bisa memanfaatkannya dengan serius hingga lulus tepat waktu,” pungkas Budi Yusuf, memberikan semangat kepada para penerima beasiswa.
Melalui hadirnya program beasiswa Gratispol, diharapkan semakin banyak generasi muda di Kalimantan Timur yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa harus terhalang oleh keterbatasan finansial. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam peningkatan kualitas lulusan secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.



















