BEM UI Soroti Kejanggalan Penyerangan terhadap Koordinator Sosial Politik di Tebet

Diposting pada

BEM Universitas Indonesia meminta kepolisian menelusuri lebih jauh serangan terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2024, Hafidz Hernanda atau Bapis, yang terjadi di Tebet, Jakarta Selatan. Organisasi mahasiswa itu menilai peristiwa pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 23.50 WIB itu tidak cocok jika semata-mata disebut sebagai pencurian dengan kekerasan. Sejumlah temuan di lapangan, menurut mereka, menunjukkan ada pola yang perlu dicurigai.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menyampaikan bahwa pihaknya melihat rangkaian kejadian dan barang bukti yang ditemukan tidak selaras dengan dugaan motif pembegalan. Ia menegaskan, penyerangan itu harus dipahami sebagai kasus yang masih menyisakan banyak tanda tanya. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Oktober 2024.

Salah satu hal yang dipersoalkan BEM UI adalah fitur FindMy milik Hafidz. Menurut penjelasan kuasa hukum BEM UI, Adi, layanan tersebut sudah tidak aktif sejak pukul 23.39 WIB, sementara serangan terhadap Hafidz diperkirakan terjadi sekitar 11 menit kemudian. Pihak BEM UI menyebut Hafidz tidak mengetahui jika fitur itu telah dimatikan, sehingga kondisi tersebut dinilai janggal dan perlu dipastikan lebih lanjut oleh penyidik.

Keanehan lain, kata Adi, muncul dari urutan aksi pelaku. Berdasarkan keterangan yang mereka pegang, orang yang menyerang Hafidz disebut lebih dulu menendang motornya lalu memukul korban, bukan langsung merampas kendaraan atau barang milik Hafidz. Ponsel korban baru diambil setelah rangkaian kekerasan itu selesai. BEM UI menilai alur tersebut tidak lazim bila tujuan awal pelaku benar-benar untuk mengambil barang berharga.

Selain itu, BEM UI juga menyoroti barang-barang yang disebut ditemukan bersama pelaku. Di antaranya sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan korek api. Adi mengatakan, temuan itu menambah alasan bagi mereka untuk mempertanyakan motif di balik insiden tersebut. BEM UI juga menyebut ada dua orang lain yang terlihat di lokasi dan kemudian pergi bersama pelaku, sehingga keseluruhan situasi dinilai patut diperiksa secara menyeluruh.

Hafidz sendiri menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di kawasan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan. Di sisi lain, kepolisian memastikan kasus ini masih didalami. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya prihatin atas kejadian itu dan akan menelusuri dugaan penganiayaan terhadap salah satu anggota organisasi mahasiswa tersebut. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan duduk perkara peristiwa yang memicu perhatian publik kampus itu.

Sumber: www.idntimes.com

Tinggalkan Balasan