Peningkatan Kejahatan dan Penurunan Kecelakaan di Sumatera Barat Sepanjang 2025
Padang, Indonesia – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melaporkan adanya peningkatan angka kejahatan sebesar 1 persen sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, di tengah kenaikan tersebut, angka kecelakaan lalu lintas justru menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 tercatat sebanyak 13.194 kasus kejahatan. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 13.099 kasus. “Terjadi kenaikan sekitar 1 persen,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam rilis akhir tahun Polda Sumbar 2025 yang digelar di Mapolda Sumbar, Rabu (31/12/2025).
Meskipun angka kejahatan mengalami kenaikan, Kapolda menyoroti peningkatan signifikan dalam penyelesaian perkara. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 11.138 kasus berhasil diselesaikan, naik dari 10.210 perkara pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 9 persen dalam efektivitas penanganan kasus oleh Polda Sumbar.
Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Sementara itu, data menunjukkan tren positif pada sektor lalu lintas. Angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat mengalami penurunan sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 3.109 kasus, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.397 kasus. “Ini berarti terjadi penurunan sebesar 8,48 persen,” jelas Kapolda.
Dampak fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan penurunan. Pada tahun 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat 449 orang, berkurang dari 507 orang pada tahun sebelumnya, menandai penurunan sebesar 11,44 persen. Korban luka berat juga mengalami penurunan drastis, dari 385 orang pada 2024 menjadi 174 orang pada 2025, atau turun sebesar 54,81 persen. Korban luka ringan juga mengalami sedikit penurunan, dari 5.138 orang menjadi 5.053 orang, atau turun sebesar 1,65 persen.
Selain memaparkan data kejahatan dan kecelakaan, rilis akhir tahun Polda Sumbar juga menyajikan informasi mengenai anggota kepolisian yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) serta berbagai capaian kinerja lainnya sepanjang 2025, termasuk pengungkapan kasus dan keterlibatan aktif dalam penanganan bencana alam.
Jalur Pendakian Gunung Marapi Tetap Ditutup, Menanti Status Aman
Bukittinggi, Indonesia – Hingga kini, seluruh jalur pendakian Gunung Marapi di Sumatera Barat masih dinyatakan ditutup dan belum ada jadwal pasti kapan akan kembali dibuka. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian akan ditentukan setelah status aktivitas vulkanik gunung tersebut dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Kepala Balai KSDA Sumbar, Lugi Hartanto, menjelaskan bahwa Gunung Marapi saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada. Aktivitas vulkaniknya masih fluktuatif dan erupsi masih terjadi, sehingga menimbulkan risiko bagi keselamatan pendaki dan pengunjung. “Kapan Gunung Marapi dibuka bergantung pada penurunan aktivitas erupsi,” ujar Lugi Hartanto dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Balai KSDA Sumbar belum dapat memastikan kapan jalur pendakian akan dibuka kembali. Pembukaan kawasan baru akan dilakukan setelah kondisi Gunung Marapi dipastikan aman oleh pihak berwenang, serta seluruh sarana dan prasarana di kawasan lainnya dianggap siap mendukung keselamatan pengunjung.
“Kami mengimbau masyarakat, komunitas pendaki, serta wisatawan agar tidak memaksakan diri melakukan pendakian dan mematuhi seluruh kebijakan yang telah ditetapkan,” tegas Lugi. Pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, wali nagari, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyosialisasikan informasi penutupan kawasan kepada masyarakat.
Lugi menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan konservasi, serta mengajak pendaki untuk menjadi pendaki yang bijak dengan mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan. Setiap pelanggaran terhadap kebijakan penutupan kawasan akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Informasi resmi mengenai perkembangan kondisi kawasan dan rencana pembukaan kembali jalur pendakian akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Balai KSDA Sumbar.
Penutupan Tiga Taman Wisata Alam (TWA)
Lebih lanjut, Balai KSDA Sumatera Barat juga menegaskan penutupan seluruh jalur pendakian dan pintu masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang. Penutupan ini berlaku untuk aktivitas wisata dan pendakian oleh masyarakat umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan ini merupakan langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung, mengingat kondisi alam dan kesiapan pengelolaan kawasan yang dinilai belum memungkinkan untuk dibuka kembali. Kebijakan ini juga menegaskan larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pendakian secara ilegal di kawasan konservasi tersebut.
Selain faktor aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang masih berstatus waspada, Balai KSDA Sumbar juga mempertimbangkan kondisi cuaca serta potensi bahaya sekunder seperti guguran material vulkanik dan gas berbahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Untuk kawasan TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang, penutupan dilakukan karena masih dalam tahap evaluasi dan pembenahan sarana serta prasarana pengelolaan kawasan. Fasilitas pendukung keselamatan pendaki, termasuk jalur evakuasi, rambu peringatan, serta sistem pengawasan, belum sepenuhnya memadai. “Belum tersedianya sarana dan prasarana yang memenuhi standar keselamatan menjadi alasan utama penutupan di TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang,” jelas Lugi.
Akses Jam Gadang Ditutup Malam Tahun Baru, Kantong Parkir Disiapkan
Bukittinggi, Indonesia – Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, akses menuju kawasan Jam Gadang di Bukittinggi akan ditutup bagi kendaraan bermotor. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung dan memastikan keamanan serta ketertiban di pusat kota.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Faturrachman, menjelaskan bahwa penutupan akses ke Jam Gadang akan dilakukan secara bertahap mulai Rabu (31/12/2025). Kendaraan roda dua akan dibatasi mulai pukul 18.00 WIB, sementara kendaraan roda empat mulai pukul 21.00 WIB hingga Kamis (1/1/2026). “Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan malam Tahun Baru yang rutin kami laksanakan setiap tahun,” kata Irsyad, Selasa (30/12/2025).
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mencegah kemacetan, menekan angka kecelakaan, serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Bukittinggi. Beberapa titik simpang yang menuju kawasan Jam Gadang akan ditutup, termasuk Simpang Tugu Polwan, Simpang DPRD, Simpang TK Pertiwi, Simpang Empat Atas Ngarai, Simpang Pendakian Benteng, Simpang Tembok, serta Simpang Pendakian Wowo. Penutupan ini bersifat situasional dan akan dievaluasi secara berkala sesuai kondisi di lapangan.

Sebagai solusi bagi pengendara, Satlantas Polresta Bukittinggi telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi. Lokasi parkir yang disediakan antara lain Gedung Parkir Simpang Wowo, Gedung Parkir Bukittinggi, serta area parkir di depan Panorama. Keberadaan kantong parkir ini diharapkan dapat mengurangi parkir liar yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas kepolisian akan disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pelayanan, pengamanan, dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat. Irsyad menekankan bahwa pelaksanaan pengamanan akan mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan, mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah ditutup,” ujarnya.
Irsyad juga mengajak masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang sederhana, tertib, dan penuh empati, terutama mengingat masih adanya masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam. Ia menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta mengimbau untuk tidak melakukan konvoi kendaraan, balap liar, penggunaan petasan, maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan.
“Mari kita rayakan Tahun Baru dengan bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Harapannya, pelaksanaan malam pergantian tahun 2026 di Kota Bukittinggi dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.



















