Persiapan Matang untuk Muswil IX KKSS Kaltim
Muswil IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kalimantan Timur (KKSS Kaltim) akan segera digelar dengan persiapan yang sangat matang. Sejak bulan Maret lalu, panitia telah bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam acara ini. Mulai dari penyusunan kepanitiaan hingga pembentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), semua langkah diambil agar pelaksanaan berjalan lancar.
Salah satu perubahan penting dalam Muswil kali ini adalah pembentukan Panitia Pemilihan dan Verifikasi (Panlih) yang pertama kali dibentuk dalam sejarah Muswil KKSS Kaltim. Menurut Ketua BPW KKSS Kaltim, Alimuddin Latief, pembentukan Panlih merupakan langkah inovatif yang bertujuan untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan akuntabel.
“Alhamdulillah, rangkaian persiapan berjalan dengan baik. Baru kali ini juga kita membentuk satu kepanitiaan yaitu Panlih, panitia pemilihan dan verifikasi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela rapat pleno yang berlangsung hingga tengah malam.
Selain itu, agenda tradisi Tudang Sipulung yang biasanya digelar malam hari pada hari Sabtu dialihkan menjadi rapat pleno diperluas. Hal ini dilakukan guna menyelesaikan dinamika dan perbedaan pandangan yang muncul di internal organisasi.
“Acara Tudang Sipulung seyogyanya diadakan malam ini tadi. Nah, tapi diubah menjadi rapat pleno diperluas untuk membahas hal-hal yang lain, karena ada sedikit perbedaan-perbedaan di pilar. Dan alhamdulillah sudah dapat diselesaikan,” tambahnya.
Peta Kekuatan Suara dalam Muswil IX
Dalam Muswil IX ini, total suara yang akan diperebutkan mencapai sekitar 34 suara sah terverifikasi, ditambah hak suara dari unsur BPW (Badan Pengurus Wilayah) dan 10 suara dari Badan Pengurus Daerah (BPD) kabupaten/kota. Suara pilar tersebut mencakup paguyuban pilar berbasis kabupaten/kota asal di Sulawesi Selatan yang berada di Kalimantan Timur, seperti pilar Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan kabupaten lainnya.
Selain itu, terdapat empat Badan Otonom yang memiliki hak konstitusi, yakni Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KKSS, Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan, dan Golf.
Legitimasi pilar dalam Muswil periode ini juga menjadi perhatian khusus. Semua pilar harus memiliki SK langsung dari DPP KKSS, serta ketua pilar dipilih oleh Ketum KKSS langsung.
Pemilihan Calon Ketua BPW KKSS Kaltim
Pemilihan calon Ketua BPW KKSS Kaltim sendiri mengerucut pada dua nama, yakni Ridwan Tassa dan Muhammad Nasir. Proses pemilihan akan dilakukan melalui sidang-sidang pleno sebelum masuk dalam pemilihan dan pengambilan suara.
“Iya setelah pembukaan, baru membuka sidang-sidang, pleno keempat kalau tidak salah,” jelas Alimuddin Latief.
Keamanan Diperketat
Untuk memastikan jalannya musyawarah mufakat berjalan kondusif tanpa gangguan, pihak panitia tidak mau kecolongan. Sebanyak kurang lebih 100 personel keamanan disiagakan penuh untuk mengawal seluruh rangkaian acara dari pembukaan hingga pleno pemilihan yang dijadwalkan berada di akhir sidang (pleno keempat).
Akses masuk ke area steril Muswil pun akan diperketat. Seluruh peserta dan peninjau yang sudah menyelesaikan proses registrasi dan verifikasi wajib mengenakan tanda pengenal resmi.
“Peserta dan peninjau semua harus punya badge identitas. Nggak boleh masuk kalau tidak ada (identitas),” tegas Alimuddin Latief.













