• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

Beruang di Istana

Luna by Luna
30 April 2026 - 23:01
in Lokal
0



Oleh Ahmadie Thaha, Kolumnis

.CO.ID, JAKARTA — Pelantikan itu tampak biasa saja, seperti upacara yang sudah hafal koreografinya. Namun di antara nama-nama yang dibacakan, ada satu yang membuat publik berhenti sejenak: Mohammad Jumhur Hidayat.

Namanya moncer di hampir semua demo perburuhan. Seorang aktivis lama, dengan teriakan khasnya, yang hidupnya lebih sering di jalanan perjuangan ketimbang di lorong kekuasaan, kini resmi menjadi Menteri Lingkungan Hidup.

Yang melantik adalah Presiden Prabowo Subianto. Dan di barisan tamu, tampak sosok lain yang tak kalah kontroversial: Rocky Gerung —kawan lama dalam gelanggang kritik dan perdebatan.

Pemandangan itu seperti reuni para pengganggu status quo, tapi kali ini berlangsung di dalam Istana, bukan di luar pagar. Itu memunculkan nada sinisme, sekaligus kekhawatiran.

Di sinilah sebuah kalimat sederhana dari kawan-kawan Jumhur tiba-tiba terasa lebih tajam dari analisis akademik mana pun: “Jangan sampai mereka jadi beruang sirkus.”

Kalimat itu pendek, tapi menggigit. Karena ia tidak sedang bicara soal hewan, melainkan soal nasib idealisme. Ia membersitkan sebuah harapan tulis para sahabat.

Anda tahu, beruang sirkus itu kuat, tapi dijinakkan. Ia pernah liar, tapi kini berjalan sesuai irama musik. Ia masih tampak gagah, tapi arah langkahnya sudah ditentukan oleh pelatih.

Namun, Anda pun tahu, di lingkungan yang hidup —yang sehat, yang adil— beruang tetaplah beruang. Ia tidak perlu dijinakkan menjadi tontonan.

Beruang sejati akan hidup selaras dengan alam, tidak merusak, tidak mengambil yang bukan haknya, tidak rakus. Ia hanya akan menjadi ganas ketika lingkungannya dirusak.

Maka masalahnya bukan pada beruangnya, tetapi pada lingkungannya. Dan sejarah kita penuh dengan kisah bagaimana lingkungan kekuasaan yang nyaman dan sering empuk justru menjinakkan mereka yang dulu liar.

Baca Juga  Lebaran 2026: Amsakar Gelar Open House Sederhana, Utamakan Kebersamaan di Batam

Para sahabat berharap Jumhur tetap seperti yang mereka kenal, yang lahir bukan dari ruang nyaman. Ia ditempa dari konflik sejak dari ruang kuliah di kampus teknologi yang dingin.

Peristiwa 5 Agustus 1989 di Institut Teknologi Bandung menyeretnya ke penjara Sukamiskin. Inilah fase yang tidak hanya menguji keberaniannya, tetapi juga membentuk karakter perlawanan.

Namun sejarah tidak berhenti di masa lalu. Tahun 2020 menjadi bab lain yang lebih rumit baginya.

Saat gelombang penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja membesar, Jumhur kembali berada di garis depan. Ia ditangkap, diadili, dan divonis dalam perkara yang berkaitan dengan kritiknya terhadap kebijakan tersebut.

Belakangan, Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja bermasalah secara konstitusional dan harus diperbaiki.

Berdasarkan itu, Jumhur sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berstatus sebagai terpidana dalam pengertian yang ia yakini, karena dasar hukum yang digunakan kemudian dibatalkan dalam proses tersebut.

Di titik ini, kita melihat satu pola yang konsisten: ia selalu berada di sisi yang berisik, bukan yang diam. Ia memilih risiko, bukan kenyamanan. Dan justru karena itulah kekhawatiran “beruang sirkus” menjadi relevan.

Karena lingkungan hidup bukan sekadar soal teknis, tetapi soal keberanian menghadapi kekuatan besar.

Di sana ada tambang dengan investasi triliunan, perkebunan dengan jaringan global, dan proyek-proyek strategis yang sering kali lebih kebal dari kritik daripada hutan dari kebakaran.

Masalah lingkungan kita hari ini seperti penyakit kronis yang sudah lama diabaikan. Mari tengok sebagian daftarnya.

Deforestasi berjalan seperti rutinitas birokrasi. Tambang meninggalkan lubang yang lebih setia daripada janji reklamasi.

Sungai berubah warna tanpa pernah mengajukan protes resmi. Dan banjir datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai penghuni tetap.

Baca Juga  Empat Pekerja Proyek Tewas di Jagakarsa, Polisi Periksa Pemilik Gedung

Udara kota-kota besar menebal seperti janji kampanye —terasa, tapi sulit dipegang. Kebakaran hutan datang tiap tahun seperti ritual yang gagal dihentikan.

Sampah plastik mengalir dari darat ke laut, menjadikan samudera seperti tempat pembuangan raksasa yang tak pernah tutup. Pesisir terkikis pelan-pelan, seolah negeri ini sedang digerogoti dari tepi.

Konflik lahan antara masyarakat adat dan korporasi terus berulang, seperti drama lama yang tak pernah tamat episodenya.

Dalam situasi seperti ini, Menteri Lingkungan Hidup bukan sekadar pejabat. Ia adalah penjaga garis terakhir.

Tetapi garis itu tidak dijaga dengan pidato. Ia dijaga dengan keputusan yang sering kali tidak populer.

Apakah berani menghentikan izin? Apakah berani menata ulang konsesi? Apakah berani mengatakan bahwa tidak semua investasi adalah berkah?

Di sinilah ujian bagi Jumhur menjadi nyata. Ia tidak lagi cukup menjadi aktivis yang benar. Ia harus menjadi pengambil keputusan yang berani.

Namun keberanian di dalam sistem berbeda dengan keberanian di luar. Di luar, lawan terlihat jelas. Di dalam, lawan sering memakai jas yang sama.

Dan di sinilah peran Prabowo Subianto menjadi penentu. Apakah ia memberi ruang bagi keberanian itu tumbuh, atau justru mengharuskannya menyesuaikan diri dengan irama kekuasaan?

Karena tanpa dukungan politik, seorang menteri lingkungan hidup bisa berubah menjadi sekadar simbol —atau lebih buruk lagi, menjadi bagian dari dekorasi.

Kita tentu berharap sebaliknya. Kita ingin Jumhur tetap menjadi Jumhur: keras, kritis, dan berpihak.

Tetapi harapan saja tidak cukup. Ia harus dijaga, didukung, dan diawasi.

Karena jika tidak, maka kalimat “beruang sirkus” itu tidak lagi menjadi peringatan, melainkan menjadi diagnosis.

Dan ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya idealisme seorang aktivis, tetapi juga harapan kita bahwa kekuasaan masih bisa diperbaiki dari dalam.

Baca Juga  Komisi Reformasi Polri Datang ke Istana, Mahfud: Prabowo Antusias Seperti Profesor

Pada akhirnya, lingkungan hidup tidak peduli siapa menterinya. Hutan tidak membaca riwayat hidup. Sungai tidak mengenal gelar.

Mereka hanya merasakan satu hal: apakah manusia akhirnya berhenti merusak, atau terus mencari alasan.

Dan jika kita gagal lagi, mungkin suatu hari nanti anak cucu kita tidak akan lagi mengenal kata “hutan”.

Mereka hanya akan mengenal satu istilah baru: sirkus pembangunan.

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 30/04/2026

Tags: beruangistana
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pesta Rakyat Meriah Tutup HUT ke-23 Halmahera Timur, Wabub Anjas Taher Hadir
Lokal

Pesta Rakyat Meriah Tutup HUT ke-23 Halmahera Timur, Wabub Anjas Taher Hadir

17 Juni 2026 - 05:50
Lelang Motor Dinas Lombok Tengah: Mulai Rp281 Ribu
Lokal

Lelang Motor Dinas Lombok Tengah: Mulai Rp281 Ribu

17 Juni 2026 - 05:24
Duel Maut Ogan Ilir: Kronologi dan Bantahan Utang Rp100 Ribu
Lokal

Duel Maut Ogan Ilir: Kronologi dan Bantahan Utang Rp100 Ribu

17 Juni 2026 - 04:32
Dua Rumah Ludes di Banyuasin, Gas Bocor Diduga Penyebabnya
Lokal

Dua Rumah Ludes di Banyuasin, Gas Bocor Diduga Penyebabnya

17 Juni 2026 - 03:40
Vaksinasi Lansia Gratis Nasional: Program Kemenkes Terbaru di Bali Tingkatkan Perlindungan Kesehatan
berita

Vaksinasi Lansia Gratis Nasional: Program Kemenkes Terbaru di Bali Tingkatkan Perlindungan Kesehatan

17 Juni 2026 - 02:49
Lokal

Brigadir Anton Tewas di Penjara, Lapas Ungkap Penyebab Wajah Lebam

17 Juni 2026 - 01:56
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

16 Clubs Face Horror Show

16 Clubs Face Horror Show

17 Juni 2026 - 05:50
Pesta Rakyat Meriah Tutup HUT ke-23 Halmahera Timur, Wabub Anjas Taher Hadir

Pesta Rakyat Meriah Tutup HUT ke-23 Halmahera Timur, Wabub Anjas Taher Hadir

17 Juni 2026 - 05:50
Update Program Vaksinasi Lansia Nasional dari Kemenkes: Syarat & Cara Daftar

Update Program Vaksinasi Lansia Nasional dari Kemenkes: Syarat & Cara Daftar

17 Juni 2026 - 05:38
Lelang Motor Dinas Lombok Tengah: Mulai Rp281 Ribu

Lelang Motor Dinas Lombok Tengah: Mulai Rp281 Ribu

17 Juni 2026 - 05:24
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.