Dua Gempa Bumi Guncang Buton Utara, Sulawesi Tenggara
Kabupaten Buton Utara, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, mengalami dua kali guncangan gempa bumi pada hari Senin, 26 Januari 2026. Guncangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, meskipun belum ada laporan mengenai kerusakan yang signifikan.
Rincian Gempa Bumi
Menurut informasi yang dihimpun, gempa pertama tercatat dengan magnitudo 4,0. Gempa ini terjadi pada pukul 01:25 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dini hari. Pusat gempa diidentifikasi berada sekitar 37 kilometer arah barat laut Buton Utara. Kedalaman gempa ini diperkirakan sekitar 10 kilometer.
Selang beberapa waktu kemudian, gempa kedua terjadi dengan magnitudo 3,9. Episenter gempa ini terletak pada koordinat 4,49 Lintang Selatan dan 122,96 Bujur Timur, atau berlokasi di darat dengan jarak 37 kilometer barat laut Buton Utara, Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 5 kilometer.
Analisis dan Dampak
Analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini tergolong gempa dangkal. Diduga, gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan dari masyarakat, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Buton Utara dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, seperti terasa ada truk yang sedang melintas.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pemantauan Gempa Susulan
Hingga pukul 04:15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan (aftershock). Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan situasi.
Mengenal Buton Utara
Untuk diketahui, pusat pemerintahan Buton Utara berada di Buranga, yang berjarak sekitar 230-260 kilometer dari pusat ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari. Perjalanan dari Buranga ke Kendari umumnya ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal feri.
Kabupaten Buton Utara merupakan daerah otonom yang resmi terbentuk pada tanggal 2 Januari 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007. Buranga ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten.
Secara administratif, Kabupaten Buton Utara terbagi menjadi 6 kecamatan, 12 kelurahan, dan 78 desa. Daerah ini memiliki motto “Lipu Tinadeakono Sara”, yang mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Imbauan dan Langkah Antisipasi
Meskipun gempa bumi yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan, kejadian ini menjadi pengingat akan potensi risiko gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara. Masyarakat diimbau untuk:
- Membangun rumah dengan struktur yang tahan gempa.
- Mengetahui jalur evakuasi dan tempat aman jika terjadi gempa bumi.
- Menyimpan perlengkapan darurat seperti makanan, air, obat-obatan, dan senter.
- Selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang terkait perkembangan situasi.
- Berpartisipasi dalam simulasi atau pelatihan kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau organisasi terkait.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko gempa bumi, diharapkan masyarakat dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi di masa mendatang.




