Celine Evangelista tengah menjadi sorotan setelah mengungkap rencana untuk menetap di Madinah, Arab Saudi, bersama anak-anaknya. Keinginan itu muncul seiring langkahnya menjadi mualaf dan dorongan untuk memperdalam ajaran Islam. Namun, rencana tersebut belum berarti ia akan meninggalkan Indonesia sepenuhnya karena masih ada pekerjaan dan urusan bisnis yang harus dijalankan di Tanah Air.
Alasan utama yang ia sampaikan berkaitan dengan kebutuhan spiritual. Celine ingin tinggal di Madinah agar bisa lebih fokus belajar Islam dan menjalani kehidupan yang mendukung proses tersebut. Bagi Celine, tinggal di kota suci itu bukan sekadar berpindah domisili, melainkan bagian dari perjalanan pribadinya untuk semakin dekat dengan nilai-nilai agama yang diyakininya.
Selain faktor keagamaan, Celine juga menginginkan suasana hidup yang lebih hening. Ia disebut lebih nyaman dengan lingkungan yang tidak terlalu ramai dan berharap bisa memiliki ritme hidup yang lebih tenang. Dalam pandangannya, ketenangan seperti itu akan membantunya beristirahat dari kesibukan sekaligus memberi ruang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Harapan lain yang ia kaitkan dengan Madinah adalah soal akhir hayat. Celine pernah membagikan unggahan yang menyinggung anjuran atau hadis Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan menetap di Madinah hingga wafat. Unggahan itu menunjukkan bahwa kota tersebut memiliki tempat khusus dalam pandangan spiritualnya, meski keinginan itu tetap berada di ranah pribadi dan belum disertai keputusan pindah permanen.
Rencana tinggal di Madinah juga menyangkut masa depan anak-anaknya. Celine ingin membawa dua anak laki-lakinya, Cio dan Koa, agar bisa tinggal bersamanya dan merasakan kehidupan di kota suci itu. Salah satu tujuannya adalah memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar agama serta beribadah, termasuk salat di Masjid Nabawi.
Di sisi lain, anak-anak perempuannya untuk sementara masih berada di Indonesia karena sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Kondisi ini membuat rencana kepindahan Celine tidak dilakukan sekaligus, melainkan dengan menyesuaikan situasi keluarga dan kebutuhan pendidikan masing-masing anak. Sementara itu, aktivitas kerja di Indonesia masih menjadi alasan mengapa ia belum sepenuhnya menetap di Madinah dan kemungkinan besar harus bolak-balik antara dua negara.




