Davide Ancelotti Soroti Hilangnya Modric dan Kroos di Tengah Krisis Real Madrid

Diposting pada

Real Madrid masih belum lepas dari masa sulit yang mereka alami dalam dua musim terakhir, dan Davide Ancelotti ikut menyoroti akar persoalannya. Pelatih Lille asal Italia yang juga putra sekaligus asisten Carlo Ancelotti itu menilai perubahan besar di lini tengah setelah kepergian Luka Modric dan pensiunnya Toni Kroos ikut memengaruhi performa Los Blancos. Situasi tersebut, menurutnya, terasa jelas sejak awal musim ini ketika klub ibu kota Spanyol itu kembali menghadapi kesulitan.

Kroos mengakhiri kariernya pada musim panas 2024 setelah Piala Eropa, sedangkan Modric meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Milan pada musim panas berikutnya. Dua nama itu selama bertahun-tahun menjadi pusat aliran bola dan pengatur ritme permainan Madrid. Tanpa keduanya, tim asuhan Madrid disebut belum menemukan kembali kestabilan yang sama, terutama saat membangun serangan dari lini tengah.

Dalam wawancara dengan surat kabar AS, Davide menegaskan bahwa komentarnya bukan dimaksudkan sebagai kritik terbuka kepada mantan klub ayahnya. Namun ia tetap memberi penjelasan soal perbedaan mendasar yang ia lihat dalam cara Madrid bermain. Ia berkata, “Real Madrid? Saya tidak ingin semua yang saya katakan ditafsirkan sebagai kritik. Ketika Modric atau Kroos bermain, bola selalu sampai ke pemain yang memulai serangan.”

Ia lalu menguraikan bahwa gaya menyerang langsung tidak cukup hanya mengandalkan pemain yang cepat dan agresif. Menurutnya, tim yang ingin bermain dengan pendekatan seperti itu tetap membutuhkan gelandang yang mampu mendistribusikan bola secara akurat. Kepada Foot Mercato, ia menyampaikan, “Untuk bermain dengan gaya menyerang langsung, Anda membutuhkan pemain yang pandai mengoper. Permainan menyerang langsung tidak hanya berarti adanya delapan pemain yang mampu berlari, tetapi juga berarti adanya pemain yang mampu melepaskan mereka.”

Pandangan itu sejalan dengan masalah yang memang sudah terlihat di Madrid sejak musim lalu, saat mereka gagal meraih gelar besar. Di tengah banyaknya sorotan terhadap lini depan dan perubahan taktik, sektor tengah justru menjadi area yang paling sering dipertanyakan. Kehadiran Kroos dan Modric selama ini bukan hanya soal pengalaman, tetapi juga soal kemampuan mengatur tempo, mengubah arah permainan, dan menjaga kestabilan tim saat menghadapi tekanan.

Dengan nada yang tenang, Davide akhirnya menegaskan bahwa Real Madrid kehilangan sosok penting di jantung permainan mereka. Pernyataan itu sekaligus memperkuat gambaran bahwa krisis Madrid bukan semata soal hasil, melainkan juga soal hilangnya karakter dan keseimbangan yang dulu membuat mereka begitu sulit ditandingi.

Sumber: www.goal.com

Tinggalkan Balasan