Dalam satu dekade terakhir, Tim Nasional Sepak Bola Indonesia telah mengalami pergantian kepelatihan asing sebanyak lima kali. Para pelatih tersebut adalah Luis Milla (2017-2018), Simon McMenemy (2019), Shin Tae-yong (2020-2025), Patrick Kluivert (2025), dan kini John Herdman. Dari kelima nama tersebut, debut John Herdman sebagai nakhoda Skuad Garuda mencatatkan hasil yang paling memuaskan dibandingkan para pendahulunya.
Debut Gemilang John Herdman
Pelatih asal Inggris, John Herdman, memulai perjalanannya bersama Timnas Indonesia dengan sebuah kemenangan telak. Dalam laga debutnya yang berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, di Jakarta, Herdman berhasil membawa anak asuhnya meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas St. Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026. Raihan impresif ini menjadi pembuka yang sangat positif bagi era kepelatihannya.
Perbandingan Debut Pelatih Asing dalam Satu Dekade Terakhir
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat bagaimana para pelatih asing sebelumnya memulai kiprah mereka bersama Timnas Indonesia:
Luis Milla (2017-2018):
Meskipun dikenal sebagai sosok yang populer di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air karena dianggap membawa perubahan taktik yang signifikan, Luis Milla justru memulai debutnya dengan kekalahan. Tim besutannya yang berasal dari Spanyol ini takluk 1-3 dari Myanmar dalam sebuah laga uji coba yang digelar pada 21 Maret 2017 di Bogor.Simon McMenemy (2019):
Simon McMenemy menghadapi lawan yang sama dalam laga debutnya di pertandingan level internasional sebagai pelatih Timnas Indonesia, yaitu Myanmar. Bermain di kandang lawan pada 25 Maret 2019, McMenemy berhasil membawa Skuad Garuda meraih kemenangan 2-0. Namun, performa positif di awal ini tidak bertahan lama. McMenemy kemudian mengalami rentetan hasil buruk, termasuk kekalahan beruntun dalam lima pertandingan di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, yang akhirnya berujung pada penggantiannya oleh Shin Tae-yong pada awal tahun 2020.Shin Tae-yong (2020-2025):
Shin Tae-yong merupakan salah satu pelatih asing yang paling disukai oleh suporter Timnas Indonesia. Ia dianggap berhasil meremajakan tim dan mencatatkan beberapa pencapaian penting, meskipun Timnas belum pernah meraih gelar juara di bawah kepemimpinannya. Salah satu prestasi terbesar Shin adalah berhasil membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 setelah absen selama 16 tahun. Ia juga mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang berhasil membawa Timnas level senior, U-23, dan U-20 lolos ke putaran final Piala Asia.
Namun, sama seperti Milla, Shin Tae-yong tidak memulai debutnya dengan gemilang. Pelatih asal Korea Selatan ini harus menelan kekalahan 2-3 dari Afghanistan dalam pertandingan uji coba yang berlangsung pada 25 Mei 2021.Patrick Kluivert (2025):
Setelah menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025, PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru. Debut Kluivert bersama Timnas Indonesia berjalan sangat buruk. Ia harus menyaksikan anak asuhnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kontrak Kluivert dan PSSI akhirnya sepakat untuk diputus pada Oktober 2025, menyusul kegagalan Timnas di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dalam fase krusial tersebut, Indonesia kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan dari Irak dengan skor 0-1, yang diwarnai dengan banyak kesalahan dalam pemilihan pemain dan taktik.
Harapan Baru untuk Piala Dunia 2030
Kegagalan dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2026 tidak memadamkan mimpi Indonesia untuk tampil di ajang terbesar sepak bola dunia. PSSI kemudian menunjuk John Herdman untuk kembali merajut asa menuju Piala Dunia 2030.
Dengan debut yang gemilang ini, John Herdman merasa sangat percaya diri akan kemampuan Skuad Garuda untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2030. Ia menyampaikan optimismenya kepada para penggemar, “Jadi setiap hari, para penggemar tidak perlu ragu bahwa kami berjuang menuju satu tujuan itu.”
Herdman juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari para suporter, “Saya harap para penggemar bisa tetap bersama kami karena akan ada pasang surut.” Pengalamannya melatih tim nasional Kanada selama lima tahun mengajarkannya bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak pernah mulus. “Anda harus menderita. Anda harus saling menikmati bersama tetapi saya jamin, dalam empat tahun ke depan, kita akan berada di sana. Kita akan lolos,” tegasnya, memberikan janji dan harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.



















