Miskomunikasi Viral: Pria Diduga Bawa Mayat Ternyata Mengangkut Biawak Raksasa
Sebuah video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat Jakarta Barat. Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat seorang pria menggendong sebuah karung putih besar di pundaknya saat melintas di gang-gang sempit wilayah Krendang Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Bentuk dan cara pria tersebut membawa karung itu memicu dugaan bahwa isinya adalah sesosok mayat, yang seketika membuat video tersebut menjadi viral dan menimbulkan keresahan.
Menanggapi laporan dan kegaduhan yang terjadi, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Tim Opsnal Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, di bawah pimpinan AKBP Abdul Rahim, segera bergerak cepat melakukan penyelidikan. Penyelidikan ini mencakup penyisiran rekaman CCTV di berbagai sudut area, serta pengumpulan keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tujuannya jelas, yakni untuk memverifikasi kebenaran dugaan yang beredar dan menenangkan publik.
Setelah melalui proses investigasi yang cermat, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menemukan pria yang terekam dalam video tersebut. Pria ini diketahui bernama Dedi Suherli, seorang pengamen yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Lampu Merah Petojo, Gambir, Jakarta Pusat.
Pengakuan Dedi: Dari Pengamen Menjadi Sorotan Publik
Ketika diinterogasi oleh pihak kepolisian, Dedi Suherli memberikan penjelasan yang mengejutkan sekaligus menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Ia mengakui bahwa aktivitasnya pada saat itu bukanlah membawa mayat, melainkan seekor biawak berukuran cukup besar.
Dedi menjelaskan bahwa saat sedang mengamen di Lampu Merah Petojo, perhatiannya tertuju pada seekor biawak yang berada di Kali Petojo. Didorong oleh niat untuk menangkap hewan tersebut, Dedi melempari biawak itu hingga akhirnya hewan reptil itu naik ke daratan. Dengan sigap, Dedi berhasil menangkap biawak yang diperkirakan memiliki panjang hampir dua meter tersebut.
Setelah berhasil menangkap biawak raksasa tersebut, Dedi kemudian memasukkannya ke dalam sebuah kardus. Rencananya, ia ingin membawa biawak itu ke daerah Lokasari, Jakarta Barat, untuk diperjualbelikan. Namun, usaha penjualan tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga Dedi memutuskan untuk membawa biawak itu pulang ke rumah kontrakannya.
Dalam perjalanan pulang, Dedi mengganti kemasan kardus dengan sebuah karung untuk memudahkan proses membawa hewan tersebut. Di sinilah momen yang terekam oleh CCTV terjadi. Cara Dedi membawa karung yang berisi biawak itu, ditambah dengan kondisi gang yang sempit, menciptakan persepsi yang salah di mata publik yang melihat video tersebut tanpa konteks yang lengkap.
Klarifikasi Polisi dan Pembinaan Terhadap Dedi
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan, turut mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian di RT 012 RW 06 Krendang, Tambora, Jakarta Barat, pada Sabtu malam (7/2/2026).
“Benar, pria tersebut membawa biawak. Anggota kami sudah langsung cek ke lokasi,” ujar AKBP Arfan Zulkan, Minggu (8/2/2026). “Sudah dipastikan memang biawak yang dibawa oleh pria tersebut,” imbuhnya, menegaskan bahwa dugaan awal mengenai mayat adalah keliru.
Lebih lanjut, AKBP Arfan Zulkan menjelaskan bahwa Dedi Suherli tidak akan dikenai sanksi hukum terkait kejadian ini. Ia menekankan bahwa jual beli hewan seperti biawak tidak dilarang selama tidak melanggar aturan konservasi. “Karena jatuhnya kayak difitnah, padahal dia bukan bawa mayat,” tuturnya.
Meskipun tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan Dedi, pihak kepolisian tetap memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan di Polsek Tambora. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman agar kejadian serupa yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat tidak terulang kembali.
Dalam video klarifikasinya yang beredar, Dedi Suherli juga secara langsung menunjukkan biawak yang dibawanya masih dalam keadaan hidup di rumahnya. Ia pun tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan dan keresahan yang ditimbulkan oleh video viral tersebut. “Minta maaf ya, udah bikin rame, bikin viral. Maaf ya pak, itu bukan mayat, itu biawak,” ucapnya dengan nada menyesal.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama sebelum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Penting untuk selalu menunggu informasi yang akurat dan terverifikasi sebelum menyebarkan dugaan yang belum tentu kebenarannya.




