Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, kembali mencatat prestasi besar di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Tampil pada nomor speed putri di Nagoya International Exhibition Hall, Nagoya, Jepang, ia meraih medali emas setelah membukukan waktu 6,062 detik. Hasil itu bukan hanya mengantarkannya ke podium tertinggi, tetapi juga mematahkan rekor Asian Games miliknya sendiri yang sebelumnya tercatat 6,07 detik.
Kemenangan tersebut menambah koleksi emas Desak di ajang multievent terbesar Asia menjadi dua. Sebelumnya, atlet asal Bali itu juga menjuarai nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022. Dengan capaian terbaru ini, Desak kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemanjat tercepat di Asia.
Perjalanan menuju emas kali ini tidak berlangsung mulus. Jalannya lomba sempat terganggu masalah pada sistem pengukuran waktu, sehingga pertandingan beberapa kali harus ditunda. Dalam situasi itu, Desak mengaku sudah dalam kondisi siap secara fisik dan mental, tetapi tetap harus menunggu lebih lama dari jadwal semula.
Ia memilih menjaga ketenangan dan tidak terbawa situasi. “Lebih ke ikhlas saja sih tadi,” kata Desak melalui siaran NOC Indonesia yang diterima BolaSport.com. Menurutnya, persaingan di lintasan memang ketat sejak awal karena catatan waktu para rival juga sama-sama bagus dan selisihnya sangat tipis.
Gangguan teknis itu sempat menguji fokusnya. Desak menyebut beberapa kali penundaan membuat konsentrasi sedikit terganggu karena tubuh dan pikirannya sudah siap bertanding. Ia lalu berusaha mengalihkan perhatian dan tetap berpikir positif saat penundaan kembali terjadi. Selain itu, ia juga harus menyesuaikan diri dengan format four-lane yang berbeda dari two-lane, termasuk ketika false start memaksa lomba diulang.
Setelah memanjat, Desak bahkan sempat tidak mengetahui hasil akhir. Ia mengaku masih blank dan hanya berusaha menyelesaikan tugasnya di lintasan tanpa memikirkan siapa yang menang. Ketika akhirnya sadar bahwa dirinya kembali merebut emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games, rasa haru langsung menyergap. “Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur,” ujarnya.
Emas ini ia persembahkan untuk dirinya sendiri, kedua orang tua, rekan-rekan pelatnas, tim pendukung, dan masyarakat Indonesia yang terus memberi dukungan. Desak juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan garis akhir, melainkan modal untuk terus memperbaiki catatan waktu. Ia berharap bisa menekan waktunya lagi hingga mendekati 6,05 detik dan menjadikan hasil di Nagoya sebagai pijakan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: www.bolasport.com




