Pertumbuhan Ekonomi Dharmasraya yang Menggembirakan
Kabupaten Dharmasraya mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa indikator makro daerah ini berhasil melampaui rata-rata pencapaian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hal ini menjadi bukti bahwa kabupaten tersebut telah melakukan transformasi yang sangat progresif dalam satu tahun terakhir.
Prestasi ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang diadakan di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026). Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, hadir langsung dan memberikan apresiasi setinggi langit atas kinerja luar biasa Dharmasraya.
Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Dharmasraya yang sebelumnya memiliki beberapa rapor merah di bawah rata-rata provinsi, kini justru berada di atas daerah lain di Sumatera Barat. Capaian makro pembangunan Dharmasraya tahun 2025 sangat menggembirakan dan layak mendapat perhatian publik karena berhasil melampaui rata-rata provinsi di hampir semua indikator penting.
Perubahan Signifikan dalam Indikator Ekonomi
Jika menilik ke belakang, pada tahun 2024, Dharmasraya masih mengalami kesulitan pada tiga indikator utama. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada saat itu mencapai 6,02 persen, sementara pertumbuhan ekonomi hanya nangkring di angka 3,86 persen—keduanya masih kalah dari angka rata-rata provinsi.
Namun, hanya dalam waktu satu tahun, peta kekuatan ekonomi berubah total. Memasuki tahun 2025, Dharmasraya tancap gas dengan lima indikator makro yang kini berada di atas rata-rata Sumatera Barat. Sebuah transformasi yang dinilai sangat progresif.
Salah satu yang paling mencolok adalah penurunan angka kemiskinan. Dari semula 5,32 persen, kini turun menjadi 4,61 persen. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata kemiskinan di tingkat provinsi Sumatera Barat yang berada di kisaran 5,31 persen.
Tak hanya itu, masalah pengangguran juga berhasil ditekan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Dharmasraya kini hanya 5,51 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa lapangan kerja di Dharmasraya terbuka lebih lebar dibandingkan rata-rata daerah lain di Sumatera Barat.
Pertumbuhan Ekonomi yang Solid
Sektor pertumbuhan ekonomi juga menjadi sorotan. Saat daerah lain di Sumatera Barat cenderung mengalami perlambatan akibat faktor bencana, ekonomi Dharmasraya justru tumbuh solid di angka 3,79 persen, melampaui angka provinsi yang hanya sebesar 3,37 persen.
Kesejahteraan warga pun otomatis naik kelas. Pendapatan per kapita masyarakat Dharmasraya kini tembus di angka Rp62 juta per tahun. Angka ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp58,7 juta, menandakan daya beli masyarakat yang semakin kuat.
Target Pembangunan Hingga 2027
Meski hampir menyapu bersih keunggulan, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) besar, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Walau naik ke angka 75,70, nilai ini masih sedikit di bawah rata-rata provinsi.
Menanggapi tantangan ke depan, Bupati Annisa Suci Ramadhani menyatakan telah menyiapkan jurus jitu untuk target tahun 2027. Apalagi, kebutuhan anggaran pembangunan diprediksi mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp2 triliun.
Bupati Annisa menekankan akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor-sektor raksasa seperti pertambangan dan perkebunan korporasi. Selain itu, penguatan BUMD di sektor pangan dan pengolahan sawit akan menjadi mesin uang baru bagi daerah.
“Kami optimistis dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta, tren positif ini bisa kita jaga. Fokus kita adalah pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar yang berdampak langsung pada rakyat,” pungkasnya.



















