Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menjadi salah satu tokoh penting yang hadir dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri. Dino, yang duduk bersebelahan dengan mantan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, terlihat berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Momen ini menarik perhatian publik karena sebelumnya Dino pernah menyampaikan kritik dan saran secara terbuka kepada Sugiono melalui media sosial. Kritik dan saran tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa ia merasa perlu menyampaikan kritik tersebut secara langsung, karena menurutnya, Sugiono tidak akan mendapatkan masukan serupa dari sumber lain, termasuk dari internal Kementerian Luar Negeri. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukanlah serangan pribadi.
“Kritik saya is nothing personal dan sebetulnya sudah menjadi rahasia umum juga,” ujarnya.
Kehadiran Dino di acara tahunan Kemlu adalah sebagai bentuk penghormatan atas undangan yang diterimanya. Ia juga ingin mendengarkan secara langsung pidato yang akan menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia selama setahun mendatang. Dino mengaku senang dengan poin-poin yang disampaikan oleh Sugiono dalam pidatonya.
“Saya pandang bagus dan substantif. Itu yang memang kami harapkan,” kata pendiri organisasi Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) tersebut.
Berikut adalah rangkuman wawancara bersama Dino Patti Djalal, mengenai kehadirannya di acara PPTM setelah menyampaikan kritik terbuka kepada Menlu Sugiono:
Alasan Kehadiran di PPTM
-
Menghormati Menteri Luar Negeri: Dino menegaskan bahwa kehadirannya di PPTM adalah untuk menghormati Menlu Sugiono dan mendengarkan pandangannya mengenai world view serta langkah-langkah politik ke depan. Menurutnya, pidato tersebut merupakan policy speech pertama yang disampaikan oleh Menlu sejak menjabat 13 bulan lalu, dan sangat bermanfaat sebagai bahan kajian.
-
Kritik Bukan Serangan Pribadi: Dino menekankan bahwa kritik yang disampaikannya nothing personal. Ia merasa perlu menyuarakan hal tersebut karena menurutnya, Menlu tidak akan mendapatkan masukan serupa dari orang lain. Dino yakin bahwa sebagai seorang pemimpin, Menlu Sugiono dapat menerima kritik tersebut secara terbuka dan menjadikannya sebagai bahan masukan.
Komunikasi dengan Menlu Sugiono
Dino mengungkapkan bahwa ia hanya sempat bersalaman dengan Menlu Sugiono sebelum acara PPTM dimulai. Ia berencana untuk berbicara lebih lanjut dengan Menlu di lain waktu, namun melihat kesibukan Menlu saat itu, ia memutuskan untuk menunda niatnya.
Jumlah Wakil Menteri Luar Negeri
Menanggapi pernyataan Menlu Sugiono mengenai kemungkinan penambahan jumlah wakil menteri luar negeri, Dino berharap hal tersebut hanya sebuah kelakar. Ia menilai bahwa jumlah tiga wakil menteri luar negeri saat ini sudah cukup banyak untuk Indonesia. Menurutnya, yang perlu diperbaiki adalah koordinasi antara Menlu dan para wakil menteri, mengingat Menlu mengaku jarang bertemu dengan mereka karena kesibukan masing-masing.
-
Dino menyarankan agar Menlu meluangkan lebih banyak waktu untuk bertemu dengan para wakil menteri, setidaknya seminggu sekali atau sebulan sekali, untuk memastikan koordinasi yang efektif.
-
Ia menekankan bahwa keberadaan tiga wakil menteri sudah memadai, namun koordinasi yang baik sangat penting.
Rangkap Jabatan Menlu Sugiono
Dino mengaitkan jarangnya Menlu Sugiono berada di kantor Kemlu dengan jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal di Partai Gerindra. Ia menjelaskan bahwa tugas seorang Sekretaris Jenderal partai politik sangat menuntut waktu penuh (full time), karena harus mengurus berbagai hal terkait partai, termasuk anggota, pendanaan, dan kantor-kantor partai.

-
Dino berpendapat bahwa tugas sebagai Sekretaris Jenderal partai politik dan Menteri Luar Negeri saling berbenturan, karena keduanya membutuhkan perhatian yang full time.
-
Ia menyimpulkan bahwa Menlu Sugiono harus pintar-pintar membagi waktu, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kedua posisi tersebut saling bertentangan.
Respon Terhadap Kritik dan Saran
Dino mengungkapkan bahwa tidak ada respon apapun dari Menlu Sugiono, wakil menteri luar negeri, maupun direktur jenderal terkait kritik dan saran yang telah disampaikannya. Meskipun demikian, ia senang karena melihat adanya indikasi bahwa kritik tersebut direspons secara tidak langsung, misalnya dengan adanya suara di akun Instagram Menlu.
-
Dino berharap penjelasan seperti yang disampaikan dalam PPTM dapat dilakukan secara rutin, bukan hanya setahun sekali, karena hal tersebut merupakan tugas seorang Menteri Luar Negeri.
-
Ia menekankan pentingnya foreign policy begins at home dan berharap Menlu lebih sering berkomunikasi dengan publik dan masyarakat internasional.
Ketidakhadiran Menlu di Acara FPCI
Dino menyoroti ketidakhadiran Menlu Sugiono dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh FPCI maupun organisasi lainnya. Ia menilai bahwa Menlu Sugiono kurang dekat dengan komunitas dan konstituennya.
-
Dino menjelaskan bahwa konferensi yang diadakan oleh FPCI telah disertifikasi sebagai konferensi politik luar negeri terbesar di dunia.
-
Ia menyayangkan kurangnya respon dari Menlu terhadap undangan-undangan yang diajukan, dan menilai hal tersebut bukan cara berbirokrasi dan berkomunikasi yang baik.
-
Dino menekankan pentingnya politik luar negeri yang vokal dan terbuka, bukan hanya mengandalkan intelijen.
Pandangan Terhadap Pernyataan Pers Tahunan Menlu di 2026

Dino menyatakan senang dengan pidato yang disampaikan oleh Menlu Sugiono dalam PPTM 2026. Ia menilai pidato tersebut bagus dan substantif, serta memberikan gambaran mengenai world view, pandangan, kekhawatiran, dan interpretasi Indonesia terhadap kondisi dunia.
-
Dino berharap PPTM menjadi the new normal dan dikomunikasikan oleh Menlu kepada publik secara rutin.
-
Ia juga menyoroti masalah demoralisasi di kalangan diplomat akibat pemotongan anggaran, dan berharap Menlu dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.



















