Timnas Malaysia dipastikan tidak bisa menurunkan kapten mereka, Dion Cools, pada laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Vietnam, Senin (5/10/2026). Bek berusia 29 tahun itu meninggalkan pemusatan tim lebih awal karena ada urusan keluarga yang harus segera diselesaikan. Keputusan tersebut dikonfirmasi pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, yang mengatakan tim menghormati kebutuhan sang pemain di tengah agenda turnamen yang belum tuntas.
Tan menyebut perubahan ini terjadi setelah pertandingan melawan Singapura beberapa hari lalu. Menurut dia, Cools tidak lagi berada bersama skuad untuk laga berikutnya. Meski kehilangan kapten, pelatih 58 tahun itu menegaskan tim tetap harus fokus menutup turnamen dengan hasil terbaik saat menghadapi Vietnam.
“Setelah pertandingan melawan Singapura beberapa hari lalu, Dion tidak akan bersama kami untuk pertandingan mendatang karena dia memiliki urusan keluarga yang perlu segera diselesaikan,” kata Tan Cheng Hoe dilansir BolaSport.com dari Astro Arena. Ia menambahkan, “Kami menghormati keputusan Dion dan berharap yang terbaik untuknya.” Tan juga meminta para pemain lain siap menjalani laga terakhir, seraya menegaskan bahwa konsentrasi tim tidak boleh goyah.
Absennya Cools kembali memunculkan perhatian karena ini bukan kali pertama ia meninggalkan camp timnas Malaysia sebelum sebuah ajang berakhir. Pada September 2025, ia sempat mendapat izin pulang ke klub dan tidak tampil ketika Malaysia menghadapi Palestina. Saat itu, Cools disebut mundur karena alasan kebugaran, tetapi kemudian justru bermain untuk Cerezo Osaka. Situasi tersebut memicu kritik dari publik karena keputusan sang pemain dinilai tidak sejalan dengan alasan yang disampaikan sebelumnya.
Selain kehilangan kapten, Malaysia juga belum bisa menurunkan Faisal Halim. Winger tersebut mengalami cedera dan kondisi terakhirnya setelah duel melawan Singapura membuatnya masih membutuhkan bantuan kruk. Dengan demikian, Tan harus meracik ulang komposisi tim di tengah situasi yang tidak ideal menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga.
Meski demikian, Tan menilai suasana di ruang ganti mulai membaik setelah kekecewaan gagal menembus final. Kemenangan telak 6-0 atas Singapura disebut memberi dorongan psikologis penting bagi para pemain. Hasil besar itu, menurutnya, membantu memulihkan kepercayaan diri skuad Harimau Malaya yang sempat terpukul oleh kegagalan melaju ke partai puncak.
Tan memastikan semangat tim tetap terjaga menjelang duel kontra Vietnam. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan performa hingga laga terakhir. “Pada saat itu, seluruh tim, termasuk para pemain dan ofisial, cukup kecewa, tetapi meskipun kami tidak lolos ke final, semua anggota tim tetap positif dan suasananya cukup baik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat kolektif menjadi modal utama untuk melihat Harimau Malaya bangkit kembali.
Sumber: www.bolasport.com




