Seorang anak perempuan asal Jawa Tengah yang berusia 12 tahun dan adik laki-lakinya yang usia 8 tahun terpaksa tinggal di Panti Asuhan Nurul Hidayah, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam.
Ayah mereka sudah meninggal, sementara ibunya tidak diketahui keberadaannya. Mereka dititipkan oleh keluarganya di Panti Asuhan Nurul Hidayah sekitar tiga bulan lalu.
“Kita usulkan juga supaya dititipkan di panti asuhan di Jawa Tengah, tapi kata pakdenya biar dekat sama mereka,” kata Alfiyah (40 tahun), pengurus Panti Asuhan Nurul Hidayah kepada BatamPena.com, Rabu (26 Juni 2024).
Alfiyah mengaku prihatin dengan kakak-beradik itu. Kata Alfiyah anak perempuan itu seharusnya sudah duduk di bangku SMP. Namun sama sekali tidak bisa membaca, menulis atau buta huruf ketika pertama kali dititipkan ke panti asuhan.
Sekarang anak perempuan itu sedang dipersiapkan untuk mengejar ketertinggalannya dengan belajar baca tulis selama setahun. Ia juga direncanakan akan mengikuti ujian paket A agar bisa masuk ke salah satu SMP di Batam.
Ketua Yayasan Nurul Hidayah, Muji Syukur meminta bantuan paket A untuk anak perempuan itu kepada Dinas Pendidikan Kota Batam.
Muji Syukur memohon langsung kepada perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batam yang turut hadir di acara kunjungan yang dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Teguh Subroto ke panti asuhan, Rabu (26 Juni 2024).
“Kita minta bantuan dinas pendidikan. Ada anak yang kalau masuk SD umurnya sudah lewat, Pak. Jadi kita minta dibantu untuk dapat Paket A. Karena kalau swasta, biaya Paket A itu sekitar 4 juta rupiah, Pak,” kata Muji Syukur dalam sambutannya di acara itu.
Dalam kesempatan itu juga Muji Syukur juga menyebutkan anak laki-laki itu seharusnya sudah kelas 3 SD. Namun sekarang ia masih kelas 1 SD di Batam.
Muji Syukur juga memohon bantuan supaya membantu anak laki-laki itu bisa mengejar ketertinggalannya dalam hal baca tulis.
Panti Asuhan Nurul Hidayah merupakan yayasan keluarga yang saat ini menampung 22 orang anak.
Berdasarkan penelusuran BatamPena.com diketahui Panti Asuhan Nurul Hidayah berdiri pada tahun 2005. Selama ini belum tidak ada donatur tetap yang membantu operasional panti asuhan itu dalam mengurus anak-anak yang nantinya menjadi generasi penerus Bangsa Indonesia.
Panti Asuhan Nurul Hidayah baru sekali mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah yaitu dari Kementerian Sosial. Bantuan itu hanya untuk 3 orang anak saja yang besarannya bervariasi mulai dari 600 ribu rupiah sampai dengan 1,2 juta rupiah saja.
Penulis: Donella Bangun
Editor: JP




