Tragedi Mobil Travel Terjun ke Sungai Jernih: Dua Nyawa Melayang di Musi Rawas
Sebuah insiden tragis menggemparkan wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Sabtu sore, 14 Maret 2026. Sebuah mobil travel yang mengangkut penumpang dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal dan terjun ke Sungai Jernih di kawasan SP.9 HTI, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa dua orang penumpangnya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Identitas kedua korban tewas akhirnya terungkap. Mereka adalah Khoirul Zarin, seorang pemuda berusia 22 tahun yang beralamat di Jalan Bangka No.156 RT.004, Kelurahan Lubuk Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau. Korban kedua adalah Anisa, seorang gadis berusia 19 tahun, yang merupakan warga Dusun II Desa Sukamana, Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas.
Jenazah Anisa telah dijemput oleh pihak keluarga dari Puskesmas Cecar dan langsung dibawa menuju rumah duka untuk disemayamkan. Sekretaris Desa (Sekdes) Sukamana, Depri, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyatakan bahwa Anisa adalah salah satu warganya yang menjadi korban dalam kecelakaan maut di Jalur Lintas Musi Rawas-Pali tersebut.
“Benar, yang perempuan itu warga kami. Untuk jenazah korban sudah dijemput oleh pihak keluarga,” ujar Depri, Sekdes Sukamana. Lebih lanjut, Depri menjelaskan bahwa Anisa diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari Kota Palembang menuju kampung halamannya di Dusun II Desa Sukamana. Ia menumpang mobil travel untuk kembali ke rumahnya. “Dia dari Palembang mau pulang ke dusun naik mobil travel,” ungkapnya.
Kecelakaan yang menyebabkan mobil travel tercebur ke Sungai Jernih ini terjadi pada Sabtu sore. Belum ada keterangan resmi mengenai kronologi pasti kejadian serta identitas pengemudi dan pemilik mobil. Namun, laporan awal menyebutkan bahwa dua orang penumpangnya tidak berhasil selamat dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil yang tenggelam.
Peristiwa ini sontak menjadi viral di media sosial setelah sebuah akun Facebook bernama Al Mukmin mengunggah informasi dan video kejadian pada Sabtu sore. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan, “Telah terjadi lakalantas di Lintas Musi Rawas-PALI, mobil terjun di Sungai Jernih, 2 orang masih dalam mobil.”
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan upaya dramatis warga yang segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Sejumlah warga terlihat menceburkan diri ke sungai yang deras demi mengangkat mobil yang tenggelam dan mengevakuasi para korban yang terjebak. Suasana dalam video tersebut menunjukkan kepanikan dan teriakan warga yang berusaha berkoordinasi.
Dengan menggunakan tali yang diulur dari tepi sungai, warga bahu-membahu menarik mobil tersebut. Bantuan dari warga yang berada di atas dan yang turun ke dalam sungai akhirnya membuahkan hasil. Bagian belakang mobil berhasil diangkat, dan kedua penumpang yang terjebak di dalamnya berhasil dievakuasi. Sayangnya, upaya penyelamatan tersebut berujung pada penemuan bahwa kedua penumpang telah meninggal dunia.
Pihak kepolisian setempat, melalui Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, membenarkan adanya insiden kecelakaan tersebut. “TKP-nya (tempat kejadian perkara) di Sungai Jernih SP.9 HTI Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan,” tegas Kapolsek saat dikonfirmasi. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis ini.
Rincian Korban dan Kronologi Awal
Korban Tewas:
- Khoirul Zarin (22 tahun), warga Lubuklinggau.
- Anisa (19 tahun), warga Musi Rawas.
Lokasi Kejadian: Sungai Jernih, SP.9 HTI, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Waktu Kejadian: Sabtu, 14 Maret 2026, sore hari.
Kronologi Singkat:
- Mobil travel mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Lintas Musi Rawas-Pali.
- Kendaraan terjun ke Sungai Jernih.
- Dua penumpang dilaporkan tewas terjebak di dalam mobil.
Upaya evakuasi yang dilakukan oleh warga setempat menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa dalam menghadapi situasi darurat. Namun, kejadian ini juga kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalur yang berpotensi berbahaya.
Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini. Apakah ada unsur kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, atau faktor eksternal lainnya, semuanya akan diungkap demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Keluarga korban Anisa kini tengah berduka atas kepergian putri mereka yang hendak pulang ke rumah. Perjalanan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berakhir pilu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan di jalan raya.




