Emas Antam Mengalami Penurunan Signifikan, Harga Ritel Juga Terkoreksi
Pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, pasar logam mulia kembali diwarnai oleh pergerakan harga yang cukup dinamis. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Data terbaru yang diperbarui pada pukul 08.30 WIB melalui situs resmi Logam Mulia menunjukkan bahwa harga emas dengan satuan 1 gram kini turun sebesar Rp77.000, diperdagangkan pada angka Rp3.045.000 per gram.
Penurunan ini melanjutkan tren yang telah terlihat sebelumnya. Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, harga emas Antam masih bertengger di level Rp3.122.000 per gram. Perubahan ini tentu menjadi perhatian para investor dan pelaku pasar yang memantau pergerakan aset safe haven ini.
Selain harga jual emas, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami koreksi yang lebih tajam. Hari ini, harga buyback tercatat di angka Rp2.794.000 per gram, sebuah penurunan yang mencapai Rp107.000 dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Dengan selisih harga jual dan buyback yang kini berada di kisaran Rp251.000 per gram, hal ini mengindikasikan adanya margin yang cukup lebar bagi perusahaan dalam setiap transaksi.
Pelemahan harga emas Antam ini tidak hanya terbatas pada satu ukuran saja, melainkan merata hampir di seluruh pecahan yang ditawarkan.
- Ukuran 0,5 gram: Emas Antam dengan bobot setengah gram kini dibanderol seharga Rp1.572.500.
- Ukuran 5 gram: Satu batang emas ukuran 5 gram dijual dengan harga Rp15.000.000.
- Ukuran 10 gram: Harga untuk emas ukuran 10 gram mengalami penurunan menjadi Rp29.945.000.
- Ukuran 100 gram: Untuk investasi dalam jumlah lebih besar, emas Antam ukuran 100 gram kini dipasarkan pada level Rp298.712.000.
Sementara itu, di pasar ritel, harga emas juga menunjukkan tren penurunan, meskipun masih bertahan pada level yang tergolong tinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman Sahabat Pegadaian, terdapat perbedaan harga antara produk emas dari produsen yang berbeda. Emas Galeri24 ditawarkan pada harga Rp3.146.000 per gram, sedangkan emas dari UBS memiliki harga sedikit lebih tinggi, yaitu Rp3.162.000 per gram.
Perbedaan harga antar produk emas ritel ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks. Beberapa di antaranya meliputi:
- Produsen: Masing-masing produsen emas memiliki reputasi, standar kualitas, dan biaya produksi yang berbeda.
- Standar Cetakan: Kualitas dan ketelitian dalam proses pencetakan emas, termasuk kemurnian dan detail desain, dapat memengaruhi nilai jual.
- Distribusi: Jaringan distribusi dan logistik yang digunakan oleh setiap merek juga dapat berkontribusi pada perbedaan harga akhir.
Rincian Harga Emas Antam per 4 Maret 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan harga emas Antam, berikut adalah daftar harga per satuan gram per tanggal 4 Maret 2026. Perlu dicatat bahwa harga-harga ini adalah harga dasar dan belum termasuk pajak sebesar 0,25 persen yang akan dikenakan pada setiap transaksi.
- 0,5 gram: Rp1.572.500
- 1 gram: Rp3.045.000
- 2 gram: Rp6.030.000
- 3 gram: Rp9.020.000
- 5 gram: Rp15.000.000
- 10 gram: Rp29.945.000
- 25 gram: Rp74.737.000
- 50 gram: Rp149.395.000
- 100 gram: Rp298.712.000
- 250 gram: Rp746.515.000
- 500 gram: Rp1.492.820.000
- 1.000 gram: Rp2.985.600.000
Faktor Pendorong Pergerakan Harga Emas
Para pelaku pasar dan analis memandang bahwa pergerakan harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di tingkat global. Beberapa faktor kunci yang menjadi perhatian meliputi:
- Nilai Tukar Rupiah: Fluktuasi nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat, seringkali berkorelasi langsung dengan harga emas. Ketika rupiah melemah, emas cenderung menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor domestik untuk melindungi nilai aset mereka.
- Sentimen Pasar Internasional: Berbagai peristiwa ekonomi dan politik global memiliki dampak yang signifikan terhadap sentimen pasar secara keseluruhan. Ketidakpastian ekonomi, inflasi, suku bunga bank sentral global, serta tensi geopolitik dapat mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset safe haven atau justru menjualnya jika sentimen pasar membaik. Pergerakan harga emas di pasar komoditas dunia menjadi acuan utama bagi harga emas di pasar domestik.
Perkembangan harga emas ini akan terus dipantau oleh investor sebagai salah satu indikator penting dalam portofolio investasi mereka.



















