Chelsea akhirnya mengakhiri catatan buruk mereka dalam laga tandang. Dalam lawatan ke markas Crystal Palace di Selhurst Park, skuad asuhan Liam Rosenior berhasil membawa pulang kemenangan penting dengan skor 3-1 pada hari Minggu (25/1).
Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Rosenior, menandai kemenangan tandang pertamanya di Liga Premier sejak ia memegang kendali kepelatihan The Blues.
Meskipun tampil tanpa kehadiran Cole Palmer, Chelsea menunjukkan agresivitas sejak awal pertandingan.
Sebaliknya, Crystal Palace, yang sedang mengalami masa sulit, berusaha memberikan perlawanan melalui Jean-Philippe Mateta dan Ismaïla Sarr. Namun, performa gemilang Robert Sanchez di bawah mistar gawang Chelsea berhasil menggagalkan peluang-peluang emas tuan rumah di awal babak pertama.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-34. Kesalahan fatal dari Jaydee Canvot, yang memberikan backpass terlalu lemah, dimanfaatkan dengan baik oleh Estevao yang menunjukkan kecepatan luar biasa untuk merebut bola.
Pemain berusia 18 tahun itu berhasil melewati hadangan Tyrick Mitchell sebelum melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang indah dan bersarang di pojok gawang Dean Henderson. Gol tersebut membuktikan ketajaman Estevao dan memberikan keunggulan bagi Chelsea.
Memasuki babak kedua, Chelsea tidak mengendurkan serangan mereka. Hanya empat menit setelah babak dimulai, Estevao kembali menunjukkan peran pentingnya.
Kali ini, Estevao memberikan umpan matang kepada Joao Pedro. Penyerang tersebut dengan cerdik mengecoh Adam Wharton sebelum melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-50. Gol ini semakin memperlebar keunggulan Chelsea dan menekan Crystal Palace.
Tekanan terhadap tuan rumah semakin meningkat ketika wasit Darren England meninjau VAR akibat insiden handball yang dilakukan oleh Jaydee Canvot di kotak terlarang. Meskipun diputuskan bahwa handball tersebut tidak disengaja, penalti tetap diberikan kepada tim tamu.
Enzo Fernandez, yang maju sebagai eksekutor, menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang pada menit ke-64, semakin memperbesar keunggulan Chelsea menjadi 3-0.
Kesialan Crystal Palace belum berakhir. Pada menit ke-73, mereka harus bermain dengan 10 orang setelah gelandang muda Adam Wharton menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap seorang pemain Chelsea.
Keunggulan jumlah pemain membuat Chelsea semakin leluasa mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan mengontrol tempo permainan.
Crystal Palace sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-88 melalui sundulan Chris Richards yang memanfaatkan bola pantul. Gol ini memberikan sedikit harapan bagi tuan rumah di menit-menit akhir pertandingan.
Namun, gol tersebut hanya menjadi hiburan semata karena skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat Palace memperpanjang rekor buruk mereka menjadi 11 pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Performa buruk ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen dan para penggemar Crystal Palace.
Kemenangan ini sangat penting bagi Chelsea karena membantu mereka untuk tetap berada di posisi lima klasemen dengan perolehan 37 poin. Kemenangan ini juga memberikan kepercayaan diri bagi para pemain dan staf pelatih untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Berikut adalah beberapa poin penting dari pertandingan tersebut:
- Kemenangan Tandang Pertama Rosenior: Kemenangan ini menjadi kemenangan tandang pertama bagi Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea di Liga Premier.
- Performa Gemilang Estevao: Pemain muda Estevao menunjukkan performa yang luar biasa dengan mencetak satu gol dan memberikan satu assist.
- Masalah Disiplin Crystal Palace: Kartu merah yang diterima Adam Wharton semakin memperburuk keadaan Crystal Palace.
- Rekor Buruk Crystal Palace: Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Crystal Palace menjadi 11 pertandingan tanpa kemenangan.
Dengan kemenangan ini, Chelsea menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi kesulitan dan meraih hasil positif, bahkan ketika bermain tanpa pemain kunci seperti Cole Palmer. Performa solid dari para pemain muda seperti Estevao memberikan harapan bagi masa depan klub. Sementara itu, Crystal Palace harus segera menemukan solusi untuk mengakhiri tren negatif mereka dan kembali ke jalur kemenangan.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa Liga Premier selalu menyajikan pertandingan yang menarik dan penuh dengan drama. Kemenangan Chelsea atas Crystal Palace menjadi salah satu contohnya, di mana kesalahan individu, performa gemilang pemain muda, dan masalah disiplin menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.




