FAM Minta FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu di Laga Indonesia vs Bangladesh

Diposting pada

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melayangkan protes kepada FIFA setelah muncul perubahan durasi injury time pada pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10) malam WIB. FAM meminta badan sepak bola dunia itu menerangkan dasar keputusan, alur prosedur, dan kondisi yang membuat tambahan waktu berubah dari dua menit menjadi tujuh menit.

Laga tersebut berakhir dengan kemenangan besar Indonesia 9-2 atas Bangladesh. Namun, sorotan justru tertuju pada menit-menit akhir pertandingan ketika angka tambahan waktu yang ditunjukkan wasit keempat sempat berubah. Awalnya papan menunjukkan dua menit, lalu revisi menjadi tujuh menit. Perubahan inilah yang kemudian dipersoalkan Malaysia.

Dari sudut pandang FAM, tambahan waktu itu punya pengaruh langsung terhadap persaingan di Grup A. Malaysia sebelumnya menang telak 6-0 atas Singapura dan sempat berada di posisi yang sangat dekat dengan final, sebelum Indonesia menambah dua gol di masa injury time. Hasil akhir laga Indonesia kontra Bangladesh membuat Garuda unggul dalam produktivitas gol dan mengubah peta persaingan.

Melalui akun Instagram resminya, @famalaysia, pada Jumat (2/10), FAM menyebut isu tersebut harus dipandang serius karena menyangkut pengelolaan waktu pertandingan yang semestinya berlangsung adil dan transparan. FAM juga menegaskan bahwa mereka ingin mengetahui apakah perubahan durasi itu sudah mengikuti aturan kompetisi yang berlaku.

Dalam pernyataannya, FAM menjelaskan bahwa mereka akan mengirim surat resmi ke FIFA untuk meminta penjelasan lengkap. Mereka tidak hanya ingin tahu alasan perubahan waktu, tetapi juga bagaimana keputusan itu diambil oleh perangkat pertandingan dan apakah prosedurnya sudah benar. FAM menilai penjelasan rinci diperlukan agar tidak muncul tafsir berbeda di tengah publik maupun peserta turnamen.

FAM turut menekankan bahwa langkah ini bukan untuk menggugat hasil pertandingan atau meremehkan pencapaian tim mana pun, termasuk Indonesia. Menurut mereka, permohonan tersebut semata-mata untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai proses pengadilan pertandingan sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Dengan begitu, FAM berharap FIFA dapat meninjau kejadian itu dan memberi kejelasan atas insiden yang kini menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan