Gibran Tanggapi Survei Celios soal Rapor Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Diposting pada

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil survei Lembaga Celios yang menilai kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei itu mencatat rapor gabungan kabinet memperoleh nilai rata-rata 4,7, sementara Presiden Prabowo Subianto mendapatkan nilai 4,6 dan Gibran 4,9. Dalam temuan yang sama, 75 persen dari 1.142 responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah, sedangkan 17 persen menyatakan sebaliknya dan 8 persen tidak memberi jawaban pasti.

Menanggapi hasil tersebut, Gibran menyebut seluruh survei, kajian, dan kritik publik layak dihargai. Ia menilai masukan dari masyarakat maupun lembaga independen merupakan bagian dari proses demokrasi dan dapat menjadi bahan koreksi bagi pemerintah. Dengan sikap itu, Gibran menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja negara tidak perlu dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai pengingat untuk memperbaiki pelayanan dan kebijakan.

Gibran juga menekankan bahwa kritik tidak cukup dijawab dengan pernyataan, melainkan harus dibuktikan melalui kerja yang lebih baik. Menurut dia, pemerintah perlu menunjukkan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ketika muncul catatan negatif dalam penilaian publik. Ia menyebut perbaikan cara kerja dan kebijakan harus terus dilakukan agar kehadiran pemerintah semakin nyata di lapangan.

Survei Celios yang menjadi sorotan itu memotret persepsi publik terhadap dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran. Angka 4,7 untuk rapor kabinet menunjukkan penilaian masyarakat berada pada level yang belum tinggi. Di sisi lain, temuan bahwa tiga dari empat responden mengaku stres akibat kebijakan pemerintah menjadi perhatian tersendiri karena menggambarkan adanya tekanan sosial yang dirasakan sebagian warga.

Meski demikian, Gibran tidak menolak hasil penilaian tersebut. Ia justru menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan pembenahan, baik pada kebijakan maupun pada pola kerja pemerintahan. Dalam pandangannya, tugas utama pemerintah adalah memastikan masalah yang muncul di masyarakat benar-benar dijawab dengan solusi yang lebih efektif dan terukur.

Dengan respons itu, pemerintah menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik yang datang dari survei maupun suara publik. Bagi Gibran, penilaian semacam ini menjadi pengingat bahwa ekspektasi masyarakat terhadap kinerja negara tetap tinggi. Karena itu, perbaikan berkelanjutan disebut menjadi langkah penting agar program dan kebijakan pemerintah semakin relevan dengan kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan