Manchester City pulang dari Anfield dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Liverpool pada Minggu (11/10/2026), tetapi perhatian publik tidak berhenti pada hasil pertandingan. Erling Haaland menjadi pusat pembahasan setelah mengunggah foto selebrasi di media sosial yang disertai emoji wajah mencium, yang oleh sebagian warganet ditafsirkan sebagai sindiran bagi pendukung tim lawan. Laga ini juga berlangsung dalam suasana tegang karena menjadi pertandingan pertama City setelah komisi independen menyatakan klub itu bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League.
Atmosfer di stadion sejak awal memang sudah panas. Suporter Liverpool beberapa kali melontarkan cemoohan dan protes kepada tim tamu, sementara isu di luar lapangan ikut membayangi jalannya duel. City datang dengan status sedang mengajukan banding atas putusan tersebut, sehingga setiap aksi pemain mereka di lapangan maupun di ruang publik setelah laga ikut disorot. Dalam konteks itu, unggahan Haaland cepat memancing reaksi dari penggemar Liverpool, Manchester United, dan klub lain.
Di atas lapangan, City menunjukkan ketenangan saat tekanan dari tribun tidak memengaruhi permainan mereka. Momen penting terjadi pada menit ke-62 ketika Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Sejak Liverpool bermain dengan 10 orang, City mengambil alih kendali. Haaland kemudian membuka skor pada menit ke-65, disusul Jérémy Doku tiga menit kemudian, sebelum Rayan Cherki memastikan kemenangan pada menit ke-78.
Hasil itu sekaligus menjaga awal musim Manchester City di Premier League 2026/2027 tetap sempurna. Namun, kemenangan besar tersebut tidak lepas dari perdebatan tentang makna unggahan Haaland. Sejumlah komentar mengaitkannya dengan situasi finansial City yang masih bergulir, ada pula yang menyinggung kartu merah Gravenberch serta nilai transfer Haaland yang disebut sekitar 52 juta pound sterling. Meski begitu, tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan emoji itu benar-benar ditujukan kepada suporter rival.
Usai pertandingan, Haaland juga menanggapi suasana Anfield dalam wawancara yang dikutip GiveMeSport. Ia mengakui laga tandang ke stadion Liverpool selalu sulit, tetapi menekankan pentingnya menjaga fokus. “Tidak juga. Selalu sulit untuk datang ke sini sejak era Pep dan Klopp. Ini saatnya untuk tetap kuat dan bersatu serta melakukan apa yang bisa kita lakukan, yaitu bermain sepak bola yang bagus dan berjuang bersama karena pada akhirnya, itulah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan,” ujarnya. Pemain 26 tahun itu juga menyebut kemenangan tersebut sebagai pengalaman berharga bagi timnya.
Di tribun, ayah Haaland, Alf-Inge, turut hadir bersama pendukung Manchester City dan terlihat merayakan gol pertama putranya. Sementara itu, nyanyian protes dari suporter Liverpool terus terdengar hingga menit-menit akhir, termasuk seruan “curang” saat pemain City menguasai bola. Komisi independen Premier League sebelumnya menyatakan City bersalah atas pelanggaran aturan keuangan selama periode 2009/2010 hingga 2017/2018, termasuk sebagian besar dakwaan soal kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan. City membantah tuduhan itu dan menempuh banding, dengan proses lanjutan akan diperiksa panel independen beranggotakan tiga orang.
Pada akhirnya, City meninggalkan Anfield dengan tiga poin, sementara pembicaraan tentang unggahan Haaland dan kasus finansial klub belum mereda. Kemenangan di lapangan memberi hasil sempurna, tetapi sorotan di luar pertandingan menunjukkan bahwa persoalan City masih jauh dari selesai.




