Penampakan Pocong di Bondowoso Terbukti Hoaks
Beberapa waktu lalu, masyarakat di Kabupaten Bondowoso sempat resah akibat beredarnya foto penampakan pocong yang viral. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian, ternyata foto tersebut merupakan hasil editan.
Kejadian di Desa Sumbertengah
Kejadian pertama terjadi di Dusun Poler, Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal pada dini hari Minggu (24/5/2026). Sejumlah warga heboh setelah rumah mereka digedor oleh orang tak dikenal. Hal ini memicu kekhawatiran dan membuat banyak orang mencari tahu penyebabnya.
Berkembangnya situasi kemudian ditandai dengan beredarnya foto pocong di depan rumah warga. Foto tersebut menimbulkan rasa takut dan keresahan di kalangan masyarakat. Untuk mengklarifikasi situasi, polisi dari Polsek Binakal langsung turun tangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
Hasilnya, foto bergambar pocong di teras rumah warga itu diakui sebagai hasil editan. Menurut Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, foto tersebut dibuat oleh seorang pria berinisial MS. Berdasarkan pengakuan MS, dirinya sedang belajar mengedit foto dan menyimpan hasilnya di ponsel pribadi.
Keesokan harinya, istri MS tanpa bertanya langsung mengirimkan foto tersebut kepada kakaknya tanpa sepengetahuan sang suami. Akibatnya, foto tersebut menyebar dan memicu kehebohan.
Pelajar SMP Akui Edit Foto Pocong di Grujugan
Beberapa hari setelah kejadian di Sumbertengah, kembali muncul foto pocong yang viral di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan. Namun, sebelum foto tersebut menyebar luas, polisi dari Polsek Grujugan berhasil menemukan sumber foto tersebut.
Diketahui bahwa remaja yang mengedit foto tersebut adalah seorang pelajar SMP berusia 14 tahun, berinisial M. Menurut seorang warga berinisial A, remaja ini telah didatangi oleh anggota Polsek dan mengakui bahwa foto tersebut merupakan hasil editannya.
“Itu memang editan katanya,” ujar A. Iptu Bobby Dwi Siswanto membenarkan bahwa pelajar tersebut telah mengakui perbuatannya. Didampingi ibu dan pamannya, pelajar ini telah meminta maaf dan menjelaskan bahwa foto pocong itu dibuat hanya karena iseng.
“Yang di Grujugan juga sudah diklarifikasi, itu editan juga,” tegasnya. Ia memastikan kondisi di Bondowoso saat ini sudah kondusif dan masyarakat tidak ada yang terprovokasi oleh foto pocong editan tersebut.
“Sudah kondusif, masyarakat sudah tenang dan aman. Tidak terpengaruh dengan berita editan foto pocong,” pungkasnya.
Kesimpulan
Dari dua kejadian yang terjadi di Bondowoso, dapat disimpulkan bahwa foto-foto penampakan pocong yang viral adalah hasil editan. Meskipun awalnya menimbulkan ketakutan dan kekacauan, akhirnya masyarakat bisa kembali tenang setelah adanya klarifikasi dari pihak berwajib.




