Identitas Pria yang Diduga Serang Pilot Flydubai Terungkap, Pesawat Sempat Turun 14.000 Kaki

Diposting pada

Pria yang diduga mencoba membajak penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai ke Tel Aviv akhirnya teridentifikasi sebagai Hammam Al-Hammami, warga negara Oman. Insiden yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) itu sempat membuat pesawat darurat setelah kehilangan ketinggian secara drastis, sementara jaksa Uni Emirat Arab (UEA) menyebut perbuatan tersebut masuk kategori tindakan terorisme.

Pesawat yang mengangkut 182 orang itu dilaporkan mendadak menukik lebih dari 14.000 kaki, atau sekitar 4.267 meter, hanya dalam waktu kurang dari 30 detik. Peristiwa itu memicu kepanikan di dalam kabin dan mendorong kru serta penumpang mengambil langkah cepat untuk menstabilkan situasi. Dalam proses penyelidikan, muncul dugaan bahwa serangan terjadi di kokpit saat pilot berupaya mengambil alih kembali kendali pesawat.

Jaksa Agung UEA mengatakan kopilot diduga menyerang pilot dengan kapak ketika sang pilot mencoba merebut lagi kendali penerbangan. Kapak itu disebut sebagai kapak darurat yang memang tersedia di kokpit untuk kebutuhan tertentu. Otoritas masih memeriksa motif di balik dugaan serangan tersebut dan mengumpulkan bukti yang berkaitan dengan peristiwa itu.

Al-Hammami juga disebut pernah dilarang terbang pada tahun lalu setelah muncul kekhawatiran soal pandangan ideologis yang dinilai radikal. CNN melaporkan ia lahir di UEA dari orang tua berkewarganegaraan Oman dan Suriah. Selain itu, ia disebut telah bekerja untuk Flydubai selama sekitar delapan bulan sebelum insiden terjadi.

Begitu keadaan memburuk, penerbangan dialihkan melewati wilayah udara Yordania menuju Arab Saudi. Di tengah situasi genting itu, penumpang dan awak pesawat bergerak untuk menghentikan pria yang diduga melakukan serangan. Seorang pilot asal Inggris yang kebetulan tidak sedang bertugas juga berada di dalam pesawat dan ikut membantu mengendalikan keadaan.

Pada akhirnya, para penumpang dan awak berhasil mengikat Al-Hammami dan menghentikan aksinya. Pesawat kemudian kembali stabil dan mendarat dengan selamat. Seluruh penumpang serta awak dilaporkan selamat, sementara Al-Hammami juga masih hidup dan kini ditahan oleh pihak berwenang di Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menyoroti keberanian para penumpang yang bereaksi cepat saat pesawat berada dalam kondisi berbahaya. Ia menyebut tindakan mereka sangat penting untuk mencegah pesawat terus kehilangan kendali. Kapten pesawat, Smit Machchhar, pilot asal India, juga menceritakan bahwa dirinya terluka saat berusaha membuka pintu kokpit dari dalam agar orang lain bisa masuk membantu. Kedutaan Besar India di UEA menyatakan kondisi Machchhar kini baik dan ia sedang menjalani pemulihan, sementara penyelidikan atas insiden Flydubai masih terus berlangsung.

Sumber: bangka.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan