No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Imbal hasil obligasi AS melonjak, bank sentral global lepas treasury

Luna by Luna
29 Mei 2026 - 19:53
in Ekonomi
0



Lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali mengguncang pasar keuangan global sepanjang Mei 2026. Kenaikan tajam yield Treasury AS memicu aksi jual besar-besaran dari investor global, termasuk sejumlah bank sentral dunia yang mulai mengurangi kepemilikan surat utang Amerika Serikat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, perang Iran, dan membengkaknya utang pemerintah AS.

Fenomena yield obligasi AS melonjak menjadi perhatian pelaku pasar internasional karena berdampak langsung terhadap pasar saham, nilai tukar mata uang, hingga arus modal global. Kondisi tersebut juga memicu tekanan baru terhadap ekonomi negara berkembang yang sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan dolar AS.

Berdasarkan laporan Reuters, FXStreet, dan data pasar obligasi internasional, yield Treasury tenor 10 tahun sempat naik di atas level 4,6 persen. Sementara itu, yield obligasi tenor 30 tahun menembus 5 persen, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dalam lelang terbaru, obligasi Treasury tenor 30 tahun terjual dengan imbal hasil 5,046 persen, tertinggi sejak 2007.

Kenaikan tersebut dipicu data inflasi Amerika Serikat pada April 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan pasar. Situasi itu membuat investor memperkirakan Federal Reserve atau The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat dan masih membuka peluang pengetatan moneter tambahan.

Yield Obligasi AS Melonjak Picu Gejolak Pasar Global

Yield obligasi AS melonjak terjadi ketika pasar global sedang menghadapi tekanan geopolitik akibat perang Iran dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Kombinasi inflasi tinggi, harga minyak yang naik, dan kebijakan suku bunga tinggi membuat investor mulai melepas aset obligasi pemerintah AS.

Kondisi tersebut diperparah aksi jual besar-besaran investor mortgage-backed securities (MBS) atau surat utang berbasis hipotek. Investor institusi seperti perusahaan asuransi dan real estate investment trust (REIT) melakukan strategi convexity hedging dengan menjual Treasury futures untuk mengurangi risiko portofolio mereka saat suku bunga naik tajam.

Baca Juga  Awal tahun 2026, harga ikan di pasar Bula mahal, 4 ekor Rp. 50 ribu

Analis Morgan Stanley Investment Management, Vishal Khanduja mengatakan kecepatan kenaikan yield Treasury saat ini sangat mengkhawatirkan karena memicu aksi jual paksa di pasar obligasi. Fenomena tersebut terjadi karena kenaikan suku bunga membuat pemilik rumah di Amerika Serikat menunda refinancing kredit rumah. Akibatnya, durasi MBS menjadi lebih panjang dan semakin sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Berbeda dengan obligasi biasa yang memiliki positive convexity, MBS justru memiliki negative convexity. Artinya, harga instrumen tersebut dapat turun lebih tajam ketika yield naik sehingga investor perlu melakukan lindung nilai lebih agresif.

Data CME Group menunjukkan transaksi kontrak Treasury tenor lima hingga 10 tahun melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu transaksi bahkan mencapai 33 ribu kontrak, jauh di atas rata-rata transaksi normal yang biasanya berkisar 5 ribu hingga 8 ribu kontrak.

Yield Obligasi AS Melonjak Dipicu Kebijakan Quantitative Tightening (QT)

Yield obligasi AS melonjak juga dipicu kebijakan quantitative tightening (QT) The Fed. Saat ini bank sentral AS membiarkan sekitar US$35 miliar MBS jatuh tempo setiap bulan tanpa membeli kembali aset serupa. Kondisi itu membuat tekanan risiko yang sebelumnya terserap di neraca The Fed kembali berpindah ke pasar.

Analis Simplify Asset Management Harley Bassman menyebut kebijakan QT membuat volatilitas pasar obligasi semakin tinggi karena investor kini harus menanggung risiko negative convexity secara langsung.

Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Kepemilikan Treasury AS

Di tengah tekanan pasar obligasi, sejumlah bank sentral dunia mulai mengurangi kepemilikan Treasury AS. Data terbaru menunjukkan kepemilikan obligasi AS oleh investor asing turun dari US$9,49 triliun pada Februari menjadi sekitar US$9,25 triliun pada Maret 2026.

Baca Juga  Arsjad Rasjid: Dana Jumbo untuk Energi Surya Morowali

China tercatat memangkas kepemilikan Treasury sekitar 6 persen menjadi US$652,3 miliar. Sementara Jepang sebagai pemegang obligasi AS terbesar di dunia melepas sekitar US$47 miliar sehingga total kepemilikannya turun menjadi US$1,191 triliun.

Kepala Ekonom Asia HSBC Frederic Neumann mengatakan penurunan kepemilikan Treasury asing tidak mengejutkan mengingat volatilitas pasar meningkat sejak konflik di Timur Tengah memanas. Menurut Neumann, tekanan terhadap nilai tukar dan risiko geopolitik membuat sejumlah bank sentral memilih mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar AS.

Yield obligasi AS melonjak juga memperkuat tren dedollarization di sejumlah negara. Banyak bank sentral mulai meningkatkan cadangan emas sebagai alternatif aset aman di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat.

Utang nasional AS saat ini telah melampaui US$39 triliun. Pemerintah federal AS juga terus meningkatkan pengeluaran negara, termasuk pembiayaan perang dan pembayaran bunga utang yang terus melonjak.

Data fiskal menunjukkan pembayaran bunga utang pemerintah AS selama tujuh bulan pertama tahun fiskal 2026 mencapai US$734,2 miliar atau naik sekitar 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total biaya bunga utang nasional pada tahun fiskal 2025 mencapai sekitar US$1,2 triliun.

Sejumlah analis menggambarkan kondisi fiskal Amerika Serikat seperti “paman mabuk yang seluruh kartu kreditnya sudah penuh”. Analogi tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan utang pemerintah AS.

Analis pasar Brien Lundin menilai The Fed kini berada dalam situasi sulit karena harus memilih antara menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi atau menopang pasar obligasi agar tidak semakin tertekan. Menurut Lundin, kenaikan harga minyak akibat perang Iran meningkatkan risiko inflasi global. Namun, jika suku bunga kembali dinaikkan terlalu agresif, pasar obligasi AS justru berpotensi mengalami tekanan lebih besar.

Baca Juga  Apa Itu Subsidi Tepat dan Mengapa Penting untuk Masyarakat?

Yield obligasi AS melonjak diperkirakan masih akan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan global sepanjang 2026. Selama inflasi AS tetap tinggi, konflik geopolitik belum mereda, dan utang pemerintah terus meningkat, volatilitas pasar obligasi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Tags: ekonomiglobalmelonjak,obligasisentraltreasury
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Polytron beri subsidi mandiri motor listrik 2026, harga makin menggoda di tengah ketidakpastian insentif
Bisnis

Polytron beri subsidi mandiri motor listrik 2026, harga makin menggoda di tengah ketidakpastian insentif

29 Mei 2026 - 18:27
Ekonom Bantah The Economist, Indonesia Lebih Baik
Ekonomi

Ekonom Bantah The Economist, Indonesia Lebih Baik

29 Mei 2026 - 17:43
Pemerintah: Rupiah Melemah, Tapi Bukan Krisis 1998
Ekonomi

Pemerintah: Rupiah Melemah, Tapi Bukan Krisis 1998

29 Mei 2026 - 16:16
Rupiah Melemah ke Rp 17.726 per Dolar AS Pagi Ini
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp 17.726 per Dolar AS Pagi Ini

29 Mei 2026 - 15:47
Volume peti kemas di Surabaya turun 5,5% pada kuartal pertama 2026
Ekonomi

Volume peti kemas di Surabaya turun 5,5% pada kuartal pertama 2026

29 Mei 2026 - 13:08
Naiknya Harga iPhone 17e dan 17 Series di Batam Akibat Rupiah Melemah ke Rp17.677
Ekonomi

Naiknya Harga iPhone 17e dan 17 Series di Batam Akibat Rupiah Melemah ke Rp17.677

29 Mei 2026 - 12:10
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Mohamed Salah Sebut Liverpool Klub Terburuk di Dunia dalam Pidato Perpisahan

Mohamed Salah Sebut Liverpool Klub Terburuk di Dunia dalam Pidato Perpisahan

29 Mei 2026 - 21:35
Sule Buka Suara Soal Isu Lempar Skrip ke Kru TV

Sule Buka Suara Soal Isu Lempar Skrip ke Kru TV

29 Mei 2026 - 21:20
Yamaha NMAX Lebih Hemat Bensin Pertalite, Ini Kata Ahli ITB

Yamaha NMAX Lebih Hemat Bensin Pertalite, Ini Kata Ahli ITB

29 Mei 2026 - 21:06
Delapan Jenis Orang Ini Tidak Layak Jadi Teman, Menurut Psikologi

Delapan Jenis Orang Ini Tidak Layak Jadi Teman, Menurut Psikologi

29 Mei 2026 - 20:51
Kejagung Tetapkan Eks Komisioner Ombudsman sebagai Tersangka Kasus CPO

Kejagung Tetapkan Eks Komisioner Ombudsman sebagai Tersangka Kasus CPO

29 Mei 2026 - 20:37

Pilihan Redaksi

Mohamed Salah Sebut Liverpool Klub Terburuk di Dunia dalam Pidato Perpisahan

Mohamed Salah Sebut Liverpool Klub Terburuk di Dunia dalam Pidato Perpisahan

29 Mei 2026 - 21:35
Sule Buka Suara Soal Isu Lempar Skrip ke Kru TV

Sule Buka Suara Soal Isu Lempar Skrip ke Kru TV

29 Mei 2026 - 21:20
Yamaha NMAX Lebih Hemat Bensin Pertalite, Ini Kata Ahli ITB

Yamaha NMAX Lebih Hemat Bensin Pertalite, Ini Kata Ahli ITB

29 Mei 2026 - 21:06
Delapan Jenis Orang Ini Tidak Layak Jadi Teman, Menurut Psikologi

Delapan Jenis Orang Ini Tidak Layak Jadi Teman, Menurut Psikologi

29 Mei 2026 - 20:51
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.