Kontingen Indonesia belum mampu memperbaiki posisi di klasemen medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 saat kompetisi memasuki hari kedua sebelum penutupan, Sabtu (3/10/2026). Hingga pukul 22.00 WIB, Indonesia tetap berada di peringkat 15 dengan koleksi 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tambahan medali pada hari itu datang dari perak padel putri dan perunggu, tetapi peluang menambah emas dari beberapa cabang justru gagal dimanfaatkan.
Situasi tersebut membuat Indonesia masih tertahan di luar 10 besar, bahkan turun satu tingkat dibanding hari sebelumnya. Harapan untuk mendongkrak posisi sebenarnya terbuka dari sejumlah nomor, mulai sepak takraw, voli pantai, padel, hingga panjat tebing. Namun, tidak satu pun dari peluang itu berakhir dengan medali emas. Hasil ini sekaligus menutup kesempatan memperbaiki peringkat sebelum Asian Games 2026 berakhir.
Di sepak takraw, nomor kuadran putra menjadi salah satu momen yang paling dekat dengan emas. Muhammad Hardiansyah Muliang dan rekan-rekannya sempat memberi perlawanan ketat kepada Jepang dalam laga final, tetapi akhirnya kalah lewat rubber game 15-17, 15-9, 13-15. Pelatih Iwan Hermawan menilai persiapan yang singkat menjadi salah satu kendala utama. Ia menyebut timnya hanya punya waktu sekitar dua bulan menuju Asian Games sehingga belum bisa memaksimalkan aspek teknik dan fisik.
Peluang lain datang dari voli pantai putra, saat Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi menghadapi pasangan Qatar, Cherif Samba dan Ahmed Janko, yang berstatus juara bertahan. Indonesia sempat memulai pertandingan dengan baik dan merebut set pertama, tetapi pertandingan berbalik setelah Sofyan mengalami cedera pergelangan kaki. Sang atlet mengakui gangguan itu membuat fokus tim menurun dan target emas pun melayang.
Medali perak ke-11 Indonesia lahir dari cabang padel lewat pasangan putri Fadona Kusumawati dan Fitriani Sabatini. Mereka kalah 3-6, 4-6 dari tuan rumah Kae Tokumoto dan Saki Tsukamoto. Padahal, pada set kedua, pasangan Indonesia sempat unggul 4-1 sebelum lawan bangkit. Fadona menyebut raihan tersebut sebenarnya melampaui ekspektasi awal mereka, sementara dirinya dan Fitriani bertekad kembali lebih kuat pada kesempatan berikutnya.
Di panjat tebing, Indonesia juga belum bisa menambah medali dari nomor lead putra dan putri. Tri Ramadani finis di posisi kelima dan Raviandi Ramadhan di urutan kedelapan, sedangkan di sektor putri Alma Ariella Tsany menempati posisi kelima dan Sukma Lintang Cahyani finis kedelapan. Ketua FPTI Yenny Wahid tetap mengapresiasi capaian para atlet karena lolos ke final pada disiplin yang bukan spesialisasi utama. Ia menilai pencapaian itu menunjukkan perkembangan besar dibanding tiga atau empat tahun lalu, saat belum ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak puncak.
Dengan sisa satu nomor dari tim equestrian pada Minggu (4/10/2026) di Equestrian Park, Tokyo, Jepang, perjuangan Indonesia di Asian Games 2026 akan ditutup oleh Rahman Setiawan dan Arserl Rizki Brayudha dalam final jumping perorangan. Secara keseluruhan, raihan 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu sudah melampaui target awal pemerintah yang mematok empat emas. Meski begitu, kondisi anggaran, ditambah absennya sejumlah cabang andalan seperti perahu naga dan menembak sasaran bergerak, disebut ikut menyulitkan upaya kontingen. Hasil di Aichi-Nagoya ini kini menjadi bekal menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: www.bolasport.com




