Indonesia mencatat laju positif di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan meraih emas dalam tiga hari berturut-turut, dari 29 September hingga 1 Oktober 2026. Rangkaian itu dimulai dari bulu tangkis, berlanjut ke panjat tebing, lalu ditutup panahan. Tambahan medali dari nomor lain pada hari yang sama ikut mengangkat posisi Indonesia di klasemen sementara.
Emas pertama datang melalui pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium pada Selasa (29/9/2026), keduanya menghadapi wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang, di partai puncak. Setelah kalah 19-21 pada gim pembuka, Leo/Daniel membalas dengan kemenangan 21-13 dan 21-18 untuk memastikan medali emas. Hasil itu melengkapi pencapaian mereka setelah sebelumnya turut membantu tim beregu putra Indonesia merebut emas.
Keesokan harinya, giliran Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menyumbang emas dari cabang panjat tebing. Atlet nomor speed putri itu tampil paling cepat pada final Rabu (30/9/2026) dengan catatan 6,062 detik. Ia unggul sangat tipis atas Deng Lijuan dari China yang membukukan 6,064 detik, sementara Jeong Jimin dari Korea Selatan menempati peringkat ketiga dengan 6,18 detik. Kemenangan Desak juga menjadi emas keempat Indonesia di ajang ini dan memenuhi target awal empat emas.
Rangkaian positif tersebut belum berhenti. Pada Kamis (1/10/2026), panahan mempersembahkan emas lewat Nurisa Dian Ashrifah di nomor compound individu putri. Dalam final, Nurisa menundukkan Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina dengan skor 139-137. World Archery mencatat hasil itu sebagai emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang partisipasi di Asian Games sejak 1978, sehingga kemenangan Nurisa terasa bersejarah bagi kontingen Merah Putih.
Masih di hari yang sama, Indonesia menambah dua medali lain. Tim MLBB harus puas dengan perak setelah kalah dari Myanmar pada final yang memakai format best-of-seven dan berakhir 0-4. Meski tak menjuarai nomor tersebut, hasil itu tetap penting karena MLBB baru tampil sebagai cabang perebut medali di Asian Games 2026. Sementara itu, dari menembak, Aris Febrianto, Dewa Putu Yadi Suteja, dan Muhammad Fawwaz Aditia Farrel menyumbang perunggu pada nomor 25 meter rapid fire pistol beregu putra dengan total 1.720 poin.
Di nomor yang sama, Korea Selatan merebut emas dengan 1.749 poin dan China membawa pulang perak lewat 1.740 poin. Akumulasi hasil pada 1 Oktober membuat Indonesia mengoleksi lima emas, delapan perak, dan 22 perunggu, atau total 35 medali. Dengan raihan itu, Indonesia berada di peringkat ke-14 klasemen sementara per 3 Oktober 2026, di bawah United Arab Emirates dan di atas Chinese Taipei.
Meski sudah mengamankan sederet medali, peluang Indonesia masih terbuka karena sejumlah atlet masih akan turun di cabang lain. Jadwal berikutnya mencakup padel, golf, panahan, judo, hoki, panjat tebing, dan sepak takraw. Dengan sisa pertandingan yang ada, tambahan medali untuk Indonesia masih sangat mungkin terjadi hingga Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir.
Sumber: www.popmama.com




