Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Dunia sepak bola Indonesia berduka atas kepergian salah satu legendanya, Dede Sulaeman. Mantan pemain Timnas Indonesia dan Persija Jakarta ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 69 tahun.
Kepergian Dede Sulaeman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh pecinta sepak bola di Tanah Air. Ia meninggal dunia setelah mengalami kolaps saat bermain sepak bola di Bekasi International Soccer Field pada hari Minggu, 25 Januari 2026.
Dede Sulaeman terlibat dalam kegiatan fun football bersama legenda Timnas Indonesia lainnya, termasuk Ismed Sofyan dan Firman Utina. Ironisnya, peristiwa nahas itu terjadi sesaat setelah Dede Sulaeman mencetak gol. Belum sempat merayakan golnya, ia tiba-tiba terjatuh.
Tim medis yang bertugas di lapangan segera memberikan pertolongan pertama. Dede Sulaeman kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, takdir berkata lain, Dede Sulaeman dinyatakan meninggal dunia. Diduga, penyebab kematiannya adalah henti jantung.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar di kalangan pecinta sepak bola. Persija Jakarta, klub yang pernah dibela Dede Sulaeman, turut menyampaikan ucapan belasungkawa melalui akun Instagram resmi mereka.
“Keluarga besar Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya mantan pemain Persija era perserikatan, Dede Sulaeman. Mari sejenak kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum dan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” tulis Persija dalam unggahannya.
Mengenal Sosok Dede Sulaeman
Dede Sulaeman adalah seorang striker yang dikenal dengan ketajamannya di depan gawang lawan. Sepanjang kariernya sebagai pemain sepak bola, ia hanya membela dua klub, yaitu Persija Jakarta dan Indonesia Muda, yang berkompetisi di Liga Sepak Bola Utama atau Galatama.
Galatama sendiri merupakan liga sepak bola semi-profesional pertama di Indonesia sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Liga Indonesia pada tahun 1994.
Karier Dede Sulaeman tidak hanya bersinar di level klub, tetapi juga di Tim Nasional Indonesia. Ia bahkan dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia pada era 1970-an hingga 1980-an.
Berikut adalah beberapa pencapaian Dede Sulaeman bersama Timnas Indonesia:
Medali Perak SEA Games 1979
Dede Sulaeman menjadi bagian penting dari skuad Garuda yang berhasil meraih medali perak di SEA Games 1979.
* Pra-Piala Dunia 1986Ia juga memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang Pra-Piala Dunia 1986. Dede Sulaeman berhasil membawa Timnas Indonesia menjadi juara Grup 3B, mengalahkan India, Thailand, dan Bangladesh.
* Gol ke Gawang Korea SelatanSebagai juara Grup 3B, Timnas Indonesia berhak melaju ke ronde kedua dan berhadapan dengan Korea Selatan, juara Grup 3C. Dalam pertandingan kandang yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 1-4. Satu-satunya gol bagi skuad Garuda dicetak oleh Dede Sulaeman. Sayangnya, kekalahan ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 1986.
Pada tahun 1985, di usia 30 tahun, Dede Sulaeman memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola. Ia memilih untuk bekerja di Pertamina.
Kenangan Abadi
Kiprah Dede Sulaeman di dunia sepak bola nasional akan selalu dikenang oleh para penggemar sepak bola di Indonesia. Ia adalah sosok pemain yang berdedikasi, pekerja keras, dan memiliki semangat juang yang tinggi.
Semoga almarhum Dede Sulaeman mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan segala amal ibadahnya diterima. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Selamat jalan, legenda. Namamu akan selalu hidup dalam sejarah sepak bola Indonesia.



















