Insiden Bocah Terbakar di Batang Dihentikan Laporan Polisi, Lurah Sebut Dua Versi Cerita

Diposting pada

Peristiwa Luka Bakar pada Anak di Kelurahan Proyonanggan Selatan

Peristiwa luka bakar serius yang menimpa seorang anak di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, kini mulai mengarah pada dugaan adanya perundungan antar anak yang berujung pada tindakan kekerasan. Korban yang masih berusia anak-anak hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang akibat luka bakar pada bagian wajah, dada, dan perut setelah tubuhnya tersambar api saat bermain bersama teman-temannya, Minggu (10/5/2026).

Insiden yang terjadi di Dukuh Legok Sari, RT 02 RW 05 itu awalnya disebut sebagai kecelakaan saat anak-anak bermain burung merpati atau dolanan doro. Namun belakangan, muncul keterangan berbeda dari pihak korban yang menyebut api diduga sengaja diarahkan ke tubuh korban oleh salah satu anak lain.

Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, mengatakan terdapat dua versi dalam peristiwa tersebut. Versi pertama menyebut api muncul akibat kepanikan saat bermain bensin untuk membakar sampah. Sedangkan versi korban mengarah pada dugaan aksi sengaja yang berkaitan dengan perundungan.

“Versi keluarga korban, pelaku diduga memang sering membully korban. Saat kejadian, korban merasa api itu sengaja disiramkan ke arahnya,” kata Fariz kepada Tribunjateng, Selasa (12/5/2026).

Menurut Fariz, sebelum kejadian, sejumlah anak bermain di belakang rumah warga. Satu di antara anak kemudian mengambil bensin dari sepeda motor menggunakan selang kecil dan memasukkannya ke dalam wadah plastik untuk membakar sampah. Saat api menyala, bensin sisa kembali disiramkan ke titik api hingga kobaran menyambar wadah yang dipegang. Dalam kondisi panik, wadah tersebut dilempar ke belakang dan mengenai korban.

Dugaan unsur kesengajaan membuat keluarga korban memilih menempuh jalur hukum meski pihak kelurahan sempat mencoba memediasi kedua keluarga.

“Kami sudah mencoba mempertemukan kedua pihak, tapi keluarga korban memilih melapor ke Polres karena korban mengalami luka cukup parah,” ujarnya.

Sementara, Kasatreskrim Polres Batang iptu Albertus Sudaryono membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi kini masih melakukan pendalaman karena baik korban maupun terduga pelaku sama-sama masih berstatus anak.

“Penanganannya harus khusus karena melibatkan anak-anak. Korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejauh ini polisi masih mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Pemeriksaan terhadap pihak terkait akan dilakukan dengan mengedepankan mekanisme perlindungan anak.

Peristiwa ini pun memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan anak-anak terhadap aktivitas berbahaya di lingkungan permukiman, termasuk akses mudah terhadap bahan bakar dan dugaan perundungan yang luput dari perhatian orang dewasa.

Warga sekitar berharap kasus tersebut dapat ditangani secara bijak namun tetap memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.


Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan