Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 3,3 triliun pada pekan lalu. Angka ini meningkat sebesar 12,58% dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 2,9 triliun. Sejak awal tahun, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 37,14 triliun.
Selama periode 6 hingga 10 April 2026, saham-saham pelat merah banyak ditinggalkan oleh investor global. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dijual senilai Rp 1,42 triliun sepanjang pekan lalu. Diikuti oleh saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terjual sebesar Rp 716,1 miliar dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dilepas sebesar Rp 511,7 miliar.
Selain itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga dijual senilai Rp 441,3 miliar dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terjual sebesar Rp 331,6 miliar.
IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Saham MBMA, MEDC hingga PTBA Masuk Rekomendasi
Sementara itu, beberapa saham konglomerat Tanah Air menjadi target akumulasi dari investor asing. Saah satu contohnya adalah saham terafiliasi konglomerat Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Kedua saham tersebut dibeli senilai Rp 206,8 miliar dan Rp 163,2 miliar.
Berikutnya, saham Grup Astra seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) juga menjadi incaran investor asing. Masing-masing saham tersebut diburu senilai Rp 163,2 miliar dan Rp 161,6 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama seminggu mengalami kenaikan sebesar 6,14% dan ditutup pada level 7.458,496 dari posisi 7.026,782 pada pekan sebelumnya. Dengan kenaikan IHSG, sejumlah saham menjadi penopang indeks selama pekan lalu. Berikut 10 saham yang berperan sebagai penopang:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), menopang 36,89 poin, naik 20,83% dalam sepekan
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT), menopang 35,73 poin, naik 49,61% dalam sepekan
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), menopang 26,02 poin, naik 10,48% dalam sepekan
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), menopang 22,03 poin, naik 15,43% dalam sepekan
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN), menopang 21,86 poin, naik 12,91% dalam sepekan
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), menopang 18,39 poin, naik 58,08% dalam sepekan
- PT Bank Mega Tbk (MEGA), menopang 18,12 poin, naik 38,55% dalam sepekan
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), menopang 16,51 poin, naik 14,97% dalam sepekan
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), menopang 12 poin, naik 28,71% dalam sepekan
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menopang 11,71 poin, naik 1,9% dalam sepekan
Di sisi lain, berikut 10 saham yang memberatkan indeks pada pekan lalu:
- PT MD Entertainment Tbk (FILM), memberatkan 2,47 poin, turun 14,09% dalam sepekan
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), memberatkan 2,42 poin, turun 6,68% dalam sepekan
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), memberatkan 1,97 poin, turun 1,89% dalam sepekan
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), memberatkan 1,73 poin, turun 1,67% dalam sepekan
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), memberatkan 1,49 poin, turun 11,25% dalam sepekan
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), memberatkan 1,13 poin, turun 2,4% dalam sepekan
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), memberatkan 1,06 poin, turun 5,32% dalam sepekan
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), memberatkan 1,05 poin, turun 1,23% dalam sepekan
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), memberatkan 0,91 poin, turun 3,83% dalam sepekan
- PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), memberatkan 0,89 poin, turun 8,39% dalam sepekan.
Selama periode pekan lalu, Bursa Efek Indonesia mencatatkan peningkatan volume transaksi harian rata-rata sebesar 24,81% menjadi 32,28 miliar saham dari 25,87 miliar saham mingguan. Nilai transaksi harian pun naik 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,7 juta kali transaksi. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun dari Rp 12.305 triliun.



















