Sriwijaya FC di Persimpangan Jalan: Menanti Investor Baru dan Asa Kembali ke Liga 2
Klub sepak bola kebanggaan Sumatera Selatan, Sriwijaya FC, kini tengah berada dalam situasi yang krusial. Setelah dipastikan terdegradasi ke Liga 3, masa depan Laskar Wong Kito sangat bergantung pada kehadiran investor baru dan keputusan strategis yang akan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Kuasa Hukum Sriwijaya FC, Berman Limbong, SH MH, menyuarakan harapan besar agar sebelum RUPS diselenggarakan, sebuah terobosan dapat tercipta melalui masuknya investor baru yang memiliki visi untuk mengembalikan klub ke kasta kedua kompetisi sepak bola nasional, yaitu Liga 2, pada tahun 2027.
“Ya syukur-syukur sebelum RUPS ada investor baru, ya biar sekaligus. Siapa tahu beliau punya terobosan,” ujar Berman Limbong, yang juga menjabat sebagai Direktur Kompetisi PT SOM. Ia menambahkan bahwa pandangannya secara pribadi adalah pentingnya memiliki investor yang benar-benar konsen terhadap pengembangan klub. Misi utama yang diusung adalah mengembalikan Sriwijaya FC ke Liga 2 pada tahun 2027. Namun, untuk mewujudkan mimpi besar ini, pembenahan di berbagai lini perlu dilakukan dengan cermat dan efisien, serta dengan biaya yang tidak memberatkan.
Transisi ke Liga 3: Tantangan dan Peluang Baru
Pasca berakhirnya kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2025/2026, status Sriwijaya FC yang kini harus berkompetisi di Liga 3 menjadi sebuah kenyataan pahit yang harus dihadapi. “Kabar Sriwijaya FC saat ini yang pasti kita masuk Liga 3. Baru itu,” tegas Berman Limbong. Ia mengakui bahwa hingga kini, belum ada detail lebih lanjut mengenai bagaimana pengelolaan klub ke depannya atau arah strategis yang akan diambil. Spekulasi mengenai nasib klub masih menjadi tanda tanya besar bagi para penggemar setia.
Meskipun demikian, Berman Limbong melihat situasi ini sebagai sebuah momentum yang justru lebih baik untuk melakukan penataan ulang dari nol. “Kalau saya melihatnya dengan situasi ini, jauh lebih bagus. Kalau mau menata lagi dari nol, dari awal. Menurut saya itu sangat baik,” katanya. Ia berpendapat bahwa memulai kembali dari dasar dapat memberikan kesempatan untuk memperbaiki fondasi klub secara menyeluruh, mulai dari manajemen, pembinaan pemain, hingga infrastruktur pendukung.
Struktur Kepemilikan dan Peran Alexander Rusli
Sriwijaya FC, yang pernah menorehkan sejarah gemilang dengan prestasi double winner, hingga kini masih berada di bawah kepemilikan pengusaha berdarah Padang-Palembang, Alexander Rusli. Beliau memegang posisi Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), perusahaan yang mengelola Sriwijaya FC. Alexander Rusli juga merupakan pemilik saham terbesar melalui perusahaannya, Digi Sport Asia.
“Sejauh ini masih seperti itu (Alexander S. Rusli merupakan pemilik saham mayoritas sekaligus tokoh sentral di balik pengelolaan klub sepak bola Sriwijaya FC melalui perusahaannya, PT Digi Sport Asia). Sejauh ini masih seperti itu. Belum, belum (investor lain),” ungkap Berman Limbong, mengonfirmasi bahwa belum ada investor lain yang bergabung dalam struktur kepemilikan klub saat ini.
Pertimbangan Finansial dan Strategi ke Depan
Langkah untuk kembali ke Liga 2 tentu memerlukan perhitungan yang matang, terutama terkait aspek finansial. Berman Limbong menyadari perbedaan signifikan antara biaya operasional di Liga 3 dan Liga 2. “Personal cost untuk Liga 3 dibandingkan dengan Liga 2 itu sangat berbeda ya. Dan gaji pemain juga menurut saya juga berbeda dengan Liga 2,” jelasnya.
Namun, keputusan final mengenai strategi dan arah klub baru akan diambil dalam RUPS PT SOM. “Tapi ini kan belum kita putuskan, belum RUPS. Nanti mungkin dalam waktu dekat ini akan RUPS membahas itu. Termasuk target-targetnya,” pungkas Berman Limbong. RUPS ini diharapkan menjadi forum penting untuk menentukan langkah konkret demi masa depan Sriwijaya FC, termasuk bagaimana menjaring investor yang tepat dan merumuskan target yang realistis.
Harapan terbesar saat ini adalah kehadiran investor baru yang tidak hanya membawa suntikan dana, tetapi juga gagasan inovatif dan visi jangka panjang. Dengan demikian, Sriwijaya FC dapat bangkit dari keterpurukan dan kembali mengukir prestasi di kancah sepak bola nasional, membangkitkan kembali semangat para pendukungnya yang setia menantikan kejayaan Laskar Wong Kito.















