
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya siap untuk memfasilitasi pelayaran kapal Jepang melewati Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini merupakan jalur penting bagi energi global. Araghchi juga menegaskan bahwa negosiasi dengan Jepang mengenai isu tersebut masih berlangsung.
“Kami tidak menutup selat. Selat dibuka,” ujarnya dalam wawancara telepon dengan Kyodo News pada Jumat (20/3), seperti dilaporkan Sabtu (21/3). Ia menekankan bahwa Iran tidak ingin gencatan senjata, tetapi lebih menginginkan pengakhiran perang yang komprehensif dan langgeng.
Araghchi menjelaskan bahwa Iran belum menutup jalur air strategis tersebut, tetapi memberlakukan pembatasan pada kapal-kapal dari negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Di sisi lain, Iran menawarkan bantuan kepada negara-negara lain dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran keamanan.
Ia menambahkan bahwa Iran bersedia memastikan keselamatan jalur pelayaran bagi negara-negara seperti Jepang, asalkan mereka berkoordinasi dengan Teheran. Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentah, yang sebagian besar melalui Selat Hormuz.

Araghchi menyebutkan bahwa masalah navigasi kapal Jepang melalui Selat Hormuz telah didiskusikan dalam pembicaraan terbaru dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi. Ia menekankan bahwa diskusi masih berlangsung, meski detailnya tidak dapat diungkap.
Araghchi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk Jepang, melakukan pembicaraan dengan Motegi dua kali sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Dalam pembicaraan tersebut, ia menyampaikan bahwa telah membahas jalur kapal Jepang yang melewati Selat Hormuz.
Dalam wawancara terbarunya awal pekan ini, Motegi meminta Iran untuk memastikan keselamatan seluruh kapal di Selat Hormuz. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pernyataan Araghchi secara cermat. Meskipun kapal Jepang bisa melewati Selat Hormuz, lonjakan harga energi tetap menjadi ancaman.
Pejabat pemerintah Jepang menilai bahwa negosiasi langsung dengan Iran adalah cara terbaik untuk mencabut blokade Selat Hormuz. Mereka juga menyoroti pentingnya menghindari provokasi terhadap Amerika Serikat.
Beberapa kapal dari negara seperti India, Pakistan, dan Turki dilaporkan telah berhasil melewati Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada ketegangan, jalur pelayaran tetap berjalan, meski dengan beberapa pembatasan.




















