Irjen Asep Safrudin Resmi Jadi Kabareskrim, Nama Besan Jenderal Sutarman Ikut Disorot

Diposting pada

Irjen Pol Asep Safrudin resmi mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri dalam daftar mutasi yang tercantum di Surat Telegram Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto. Keputusan itu keluar sehari setelah pelantikan Komjen Suyudi sebagai Kapolri pada 3 Oktober 2026 dan langsung menarik perhatian karena Asep disebut memiliki kedekatan keluarga dengan mantan Kapolri Jenderal Sutarman.

Promosi tersebut menempatkan Asep ke salah satu posisi paling penting di Mabes Polri. Sebelumnya, ia menjabat Kapolda Kepulauan Riau (Kepri). Dengan perpindahan ini, Asep masuk ke jajaran pejabat utama Polri yang mengalami penyegaran besar bersama sejumlah nama lain, mulai dari Irwasum, Kabaintelkam, hingga Kadiv TIK dan Kadensus 88 AT Polri.

Daftar mutasi itu menunjukkan pergeseran luas di tubuh Polri. Selain Asep, beberapa nama yang ikut bergeser antara lain Komjen Pol Asep Edi Suheri sebagai Irwasum Polri, Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri, Irjen Pol Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri, dan Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadiv Propam Polri. Ada pula nama Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan, Brigjen Pol Deni Dharmapala, Irjen Pol Roberto G.M. Pasaribu, Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, Irjen Pol Ahrie Sonta, Irjen Pol Arie Ardian Rishadi, serta Kombes Pol Didik Hariyanto.

Perhatian publik terhadap Asep tidak hanya datang dari jabatan barunya. Ia juga dikenal sebagai besan Jenderal Sutarman, sosok yang pernah memimpin Polri dan memiliki reputasi karier yang bersih. Sutarman lahir pada 5 Oktober 1957 dan mulai banyak disorot saat Abdurrahman Wahid menjabat presiden. Ia juga dikenal dekat dengan tokoh besar Nahdlatul Ulama itu.

Dalam perjalanan dinasnya, Sutarman pernah dipercaya menjadi Kapolda Kepri pertama pada 2005 sampai 2008. Namanya sempat beberapa kali muncul dalam rotasi jabatan strategis, bahkan disebut empat kali berturut-turut menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Jenderal Timur Pradopo. Meski pernah ditawari jabatan duta besar, ia memilih pensiun dan kemudian lebih banyak berkegiatan di bidang pertanian.

Jejak Asep di Kepri membuat perbandingan dengan Sutarman semakin sering muncul. Keduanya sama-sama pernah memimpin kepolisian daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, wilayah yang rawan kejahatan lintas negara. Selama bertugas di Kepri, Asep disebut mendorong kerja sama dengan kepolisian Malaysia untuk menekan tindak kriminal lintas batas, salah satu capaian yang menonjol dari masa jabatannya.

Dengan latar belakang itu, penunjukan Asep sebagai Kabareskrim memunculkan spekulasi baru tentang peluang kariernya ke tingkat yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan jabatan barunya juga menegaskan bahwa Polri tengah menyiapkan sejumlah perwira untuk mengisi posisi strategis di level pusat.

Sumber: palembang.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan