Kondisi Darurat di Gayo Lues Akibat Bencana Alam
Kondisi masyarakat di Kabupaten Gayo Lues semakin memprihatinkan akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Akses utama penghubung antara Blangkejeren dan Aceh Tenggara kini lumpuh total, sehingga memperparah kesulitan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.
Jalur Vital Terputus Total
Jalur nasional yang selama ini menjadi jalur vital bagi keluar-masuknya kebutuhan pokok dan hasil alam kini tidak dapat digunakan. Hingga hari ke tujuh pascabencana, lima titik jalan Blangkejeren–Aceh Tenggara dilaporkan putus total. Hal ini membuat masyarakat semakin terjepit, terutama dalam hal akses terhadap gas elpiji dan bahan bakar minyak (BBM).
Banyak warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas elpiji dan BBM, yang semakin memperparah kesulitan aktivitas harian mereka. Beberapa dari mereka bahkan harus membuka jalur setapak di lereng-lereng perbukitan sebagai akses sementara. Namun, jalur darurat ini sangat ekstrem dan berada di tepi jurang, sehingga setiap kali melintasi jalur tersebut, nyawa menjadi taruhan.
Kekurangan Bahan Makanan
Situasi ini dirasakan semakin berat ketika stok beras di beberapa desa mulai habis. Sebagian warga Kecamatan Putri Betung menggantungkan hidup pada singkong dan umbi-umbian untuk bertahan. Anto, salah satu warga, mengatakan bahwa mereka sudah mulai makan singkong di sini, sedangkan nasi hanya disisihkan untuk anak-anak.
Upaya Memperbaiki Akses Jalan
Upaya membuka kembali akses jalan kini terus dilakukan. Petugas Satlantas Polres Gayo Lues memastikan empat unit alat berat jenis beko atau ekskavator telah dikerahkan menuju Putri Betung untuk melakukan penerobosan jalur. Menurut IPTU AS’ari, SH., Kasat Lantas Polres Gayo Lues, empat unit alat berat ini sudah tiba di titik terparah untuk membuka jalan alternatif. Jalan lama tidak lagi memungkinkan diperbaiki, sehingga harus dibuka jalur baru.
Peran Jalan Nasional dalam Kehidupan Masyarakat
Sementara itu, Anggota DPRK Gayo Lues dari Fraksi Gerindra, Ridwansyah, menegaskan bahwa keberadaan Jalan Nasional Kota Cane–Blangkejeren harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyatakan bahwa hampir 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Gayo Lues berasal dari Sumatera, dan satu-satunya akses adalah jalur tersebut. Oleh karena itu, memulihkan jalannya wajib segera dilakukan agar keadaan masyarakat tidak semakin sulit.
Proses Pembukaan Akses Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berjibaku di lapangan. Masyarakat berharap proses pembukaan akses dapat segera tuntas agar suplai kebutuhan pokok kembali normal dan aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa.



